MANAGED BY:
JUMAT
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Rabu, 05 Desember 2018 09:11
Yang Terpilih Jangan Langsung Menghilang

Jika mayoritas jawaban salah, atau mayoritas tidak tahu, atau tidak kenal, ini baru masalah. Harus jadi bahan evaluasi. Ya untuk para wakil Kaltim itu. Berarti mereka kurang membumi. Jarang turun ke Kaltim. Hanya saat reses. Artinya mereka tidak dikenal. Atau hanya satu dua nama yang awam di publik. Mereka hanya butuh rakyat saat pemilu. Dan hilang ketika terpilih.

Jika kondisinya begini, ada beberapa faktor penyebab. Pertama, setelah terpilih, para wakil rakyat itu tidak melakukan apa-apa. Sekadar hadir saja di Senayan. Menggugurkan tanggung jawab. Kedua, saat melakukan kerja-kerja untuk publik Kaltim, mereka tidak mau ria, tidak mau diekspos, yang penting publik merasakan. Tapi apa ada politikus begini? Enggak ria. Ketiga, bisa jadi karena publik kurang peduli dengan keberadaan wakil mereka.  

Pandangan saya dan penelusuran kecil-kecilan, saya menemukan hipotesis yang bikin khawatir. Ternyata, lebih banyak orang yang saya temui tak mengetahui siapa wakil mereka di Senayan. Saya pernah membuat pertanyaan langsung. Kepada beberapa orang di lingkungan saya. Pertanyaan simpel; kenalkan Anda dengan anggota DPR RI dapil Kaltim? Mayoritas menjawab hanya satu dua nama. Itu pun tidak yakin. Saat ditanya jumlah wakil rakyat Kaltim di Jakarta, mereka juga justru tak tahu. Secara spontan mencoba untuk menghitung-hitung dan menerka-nerka. Menyebut beberapa nama. Bahkan ada yang keliru karena yang mereka sebut sudah tak terpilih lagi. Ada juga yang langsung googling karena memang sama sekali tidak tahu. Dan ingin mencari tahu.

Kondisi yang saya temui ini tentu bikin miris. Ternyata kiprah wakil rakyat setelah terpilih tak semua membumi. Hanya satu dua. Itu pun karena mereka sering muncul. Minimal di media-media lokal. Sering mengunjungi komunitas-komunitas. Lantas dirilis ke media. Atau menjadi pembicara dalam seminar-seminar tertentu. Lantas diulas media.

Hipotesis lain, setelah terpilih anggota dewan terkesan tenggelam dalam kesibukan di Jakarta. Kalaupun ada reses tak merata. Atau tak tersosialisasikan secara masif di media. Padahal, ini penting untuk mereka. Agar kiprah mereka diketahui publik. Misal, bagaimana perjuangan mereka dalam memperjuangkan anggaran pembangunan jalan negara di Kaltim? Atau pembangunan Jembatan Pulau Balang? Atau proyek-proyek besar lainnya. Atau perjuangan mereka dalam meloloskan regulasi-regulasi yang membawa kepentingan daerah.

Oke jika Anda ini dia anggota DPR RI dapil Kaltim. Mahyudin dan Hetifah Sjaifudian dari Fraksi Partai Golkar; Ari Yusnita, Fraksi Partai NasDem; Aus Hidayat Nur, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera; Zuhdi Yahya, Fraksi PDI Perjuangan; Budisatrio Djiwandono, Fraksi Partai Gerindra; Ihwan Datu Adam, Fraksi Partai Demokrat; dan Kasriyah, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Bagi para anggota dewan yang saya sebut di atas dan maju lagi, lumayan kan, kampanye gratis... he, he, he…

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers