MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 30 November 2018 06:55
Lahan Rawa Lumbung Pangan Masa Depan

PROKAL.CO, Oleh: DR M Hidayanto
(Peneliti & Pemerhati Pertanian)

HIRUK pikuk perhelatan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu (18-20 Oktober 2018) diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan pembangunan sektor pertanian kepada dunia. Terutama “keberhasilan” Indonesia dalam memanfaatkan potensi rawa menjadi lahan pertanian produktif sebagai penyedia stok pangan nasional.

Indonesia hingga kini dikenal sebagai negara agraria, namun ironisnya konversi lahan pertanian ke peruntukan lain semakin besar, sampai ratusan ribu hektare per tahun. Kondisi tersebut tentu akan memengaruhi ketersediaan pangan dalam negeri, karena jumlah penduduk terus bertambah yang diiringi pula dengan peningkatan kebutuhan pangan khususnya beras.

Lahan rawa merupakan salah satu lahan suboptimal yang menjadi pilihan untuk pengembangan pertanian, karena mempunyai potensi dan peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan.

Oleh karena itu, optimalisasi lahan rawa perlu dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi spesifik lokasi dengan tetap memerhatikan kondisi agroekosistem yang bersifat labil atau rapuh. Ke depan lahan rawa menjadi tumpuan untuk mendongkrak produksi pertanian tanaman pangan terutama padi, di samping tanaman hortikultura, perkebunan serta tanaman industri.

Potensi dan Prospek

Secara nasional, kontribusi lahan rawa terhadap ketahanan pangan (khususnya beras) berdasarkan hasil perluasan areal, peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) pada program P2BN mencapai 14-15 persen dari total produksi nasional (BBPSDLP, 201).

Potensi lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 33,4 juta hektare (data Kementan 34,1 juta hektare), yang terdiri dari rawa pasang surut seluas 20 juta hektare dan rawa lebak seluas 13,4 hektare. Lahan rawa pasang surut sendiri meliputi lahan potensial seluas 2,07 juta hektare; lahan sulfat masam  6,7 juta hektare; lahan gambut  10,89 juta hektare; dan lahan salin 0,44 juta hektare.

Lahan rawa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan melalui pengelolaan spesifik lokasi, antara lain: (1) peningkatan ketahanan pangan nasional dan diversifikasi produk, (2) pengembangan agrobisnis dan agroindustri, serta (3) peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Teknologi Sulap Rawa Jadi Lahan Pertanian

Lahan rawa mempunyai karakteristik ekosistem bersifat rapuh (fragile), yang disebabkan oleh berbagai cekaman abiotik seperti keracunan zat besi, kadar asam yang tinggi, bersifat salin serta rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Lahan rawa bersifat spesifik, di antaranya macam tipologi lahan, jenis tanah, dan tipe genangan yang berbeda. Oleh karena itu, jika akan dikembangkan untuk pertanian, perlu dilakukan analisis tingkat kesesuaiannya berdasarkan besarnya faktor pembatas.

Sesuai karakteristik, potensi serta dikaitkan ketersediaan atau kesiapan teknologinya, lahan rawa pasang surut sangat potensial untuk dijadikan lahan pertanian modern, melalui strategi untuk mengatasi berbagai kendala dan permasalahannya.

Upaya mengoptimalkan lahan rawa, perlu inovasi teknologi antara lain melalui pengelolaan lahan dan air yang tepat yang tepat, penerapan tata air mikro menggunakan sistem aliran satu arah untuk mencuci racun mineral, pemupukan sesuai hasil analisis tanah atau menggunakan PUTR (perangkat uji tanah rawa), penggunaan varietas padi yang adaptif.

Saat ini, ada 35 varietas padi unggul adaptif lahan pasang surut dan lebak dengan berbagai sifat keunggulan, antara lain yang dihasilkan oleh  Badan Litbang Pertanian, yaitu Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 8, Inpara 9, Inpari 40 dan Inpari 42 Agritan dan Inpago 8.

Selanjutnya untuk menyiasati kondisi lahan yang kompleks, digunakan mikroba (Agrimeth) untuk meningkatkan vigor benih, ameliorant (kapur pertanian) untuk meningkatkan pH tanah, pupuk hayati (biotara), dan penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 untuk meningkatkan populasi tanaman dan meningkatkan efektivitas fotosintesis.

Selain itu digunakan biosilika untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, penanaman refugia untuk meningkatkan musuh alami, penggunaan trap barrier system (TBS), pemberantasan hama dan penyakit terpadu, serta menerapkan sistem surjan dan mina padi.

Kini saatnya lahan rawa mulai dilirik untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi, dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional. Pemanfaatan lahan rawa perlu diarahkan kepada usaha pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, antara lain melalui: (1) perwilayahan komoditas unggulan melalui peta kesesuaian lahan.

(2) optimalisasi fungsi jaringan tata air, (3) menerapkan dan mengembangkan teknologi pengelolaan lahan dan air spesifik lokasi, (4) peningkatan kapasitas SDM petani dan petugas lapangan, dan (5) pengembangan sarana pendukung serta kelembagaan agrobisnis. Semoga dengan potensi dan ketersediaan inovasi teknologi yang telah tersedia, impian lahan rawa menjadi lumbung masa depan akan segera terwujud. (ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:27

Iduladha dan Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jarak antara Iduladha dengan…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:08

(Wajib) Kabinet Antikorupsi

Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam…

Senin, 12 Agustus 2019 13:38

TMMD Wujud Nyata Kedekatan TNI-Rakyat

Oleh : Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino   KEGIATAN…

Jumat, 09 Agustus 2019 10:38

Haji dan Semangat Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Belanda, ketika menjajah Indonesia,…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:03

Mengambil Hikmah dari Peristiwa Ikan Asin dan Garuda

Oleh: Danang Agung Wakil Ketua KAHMI Balikpapan   Ada yang…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:02

Jasa Pendidikan terhadap PDRB Mahakam Ulu

Oleh: Didit Puji Hariyanto, SST Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:01

Keutamaan Puasa Arafah

Oleh: Sri Ayu Rayhaniah Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Ketika Lahan Ibadah si Kaya “Direbut” si Miskin

Oleh: Bambang Iswanto (Dosen IAIN Samarinda) Orang kaya berkurban, sudah…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:47

Reedukasi Pemahaman Agama

Sugeng Susilo, S.H Staf Biro Hukum Sekretariat Provinsi Kaltara  …

Jumat, 26 Juli 2019 21:27

Orangtua Beracun

Bambang Iswanto*   TANGGAL 23 Juli merupakan Hari Anak Nasional.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*