MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 24 November 2018 10:22
Masih Banyak Guru Rangkap Mata Pelajaran
MASIH KURANG: Sejumlah sekolah di pedalaman Kutim masih kekurangan tenaga pengajar dan Dinas Pendidikan belum menemukan formula untuk menanganinya secara konkret.

PROKAL.CO, SANGATTA–Dunia pendidikan di Kutai Timur (Kutim) masih memiliki masalah kekurangan guru. Terutama, sejumlah sekolah di kawasan pelosok. Kenyataan itu diakui oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau.

“Kutim masih kekurangan guru untuk dari jumlah ideal yang diperlukan. Baik tingkat SD maupun SMP. Saat ini sejumlah guru di sekolah yang kekurangan tenaga pengajar harus bekerja ganda, merangkap berbagai mata pelajaran,” katanya.

Krisis guru di daerah ini disebabkan oleh banyaknya guru yang pindah ke daerah lain. Selain itu, masih minim guru yang berminat ditempatkan ke daerah pedalaman Kutim. “Ada yang pindah ikut suami dan belum ada penggantinya,” kata Roma Malau.

Dengan kenyataan itu, banyak membutuhkan guru, mulai guru mata pelajaran agama, pendidikan jasmani, hingga guru kelas. Mengingat, mata pelajaran tersebut sangat menopang di sekolah. “Mengenai jumlahnya secara pasti saya kurang ingat, tapi memang banyak yang kurang, apalagi di pedalaman,” terangnya.

Sulitnya mendapatkan guru di sejumlah daerah tersebut, lantaran banyak yang menolak ditugaskan di daerah pedalaman, mengingat kawasan itu terletak jauh dari keramaian kota itu membuat minim peminat.

“Kalimat yang menyatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, rupanya kini mulai kurang diminati. Bukan hanya karena gajinya, namun juga karena tempat yang jauh untuk mengajarnya. Saya berharap, kekurangan guru di Kutim segera terpenuhi. Namun, tampaknya masih banyak guru yang hanya ingin bekerja di perkotaan,” paparnya.

Roma belum mau menjanjikan program apa yang tepat untuk menangani permasalahan ini secara konkret.

“Memang yang melamar ada terus, hanya saja saat akan ditugaskan di pedalaman, banyak yang menolak karena jaraknya jauh dari kota,” ungkapnya. (mon/san/k8)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:24

Lokalisasi Ini Ramai Jika Akhir Pekan dan Tanggal Gajian

SANGATTA - Aktifnya Lokalisasi Kampung Kajang Sangatta Selatan membuat Pemerintah…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22

Diduga Bawa Kayu Hasil Pembalakan Liar, Warga Labanan Ditangkap di Tanjung

TANJUNG REDEB – Bawa kayu ulin tanpa dilengkapi surat, Risman…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22

Kurangnya Budaya Membuat Karya Ilmiah, Guru Susah Naik Pangkat

Minat guru dalam membuat karya ilmiah di Kabupaten Kutai Timur…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:20

Baju Adat Terbaik Kedua HUT Ke-74 RI di Istana Negara

Berau harus berbangga. Sebab, tepat pada Hari Kemerdekaan ke-74 Republik…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:19

SMP 2 Kembali Mandi Debu

Kejadian tahun 2012 kembali menimpa SMP 2 Loa Kulu. DLH…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:17

Warga Perbatasan Ditangkap

SENDAWAR – Peredaran 102 poket sabu seberat 56,5 gram berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:15

Sabu 615 Gram Nyaris Beredar di Tenggarong

TENGGARONG - Anggota Satuan Reskoba Polres Kukar berhasil menggagalkan peredaran…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:14

Akses Jalan Menuju Pesisir Diprioritaskan

PENAJAM – Beberapa waktu lalu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:11

Akar Bajakah Juga Tumbuh di PPU

Siapa yang tidak tahu akar bajakah. Tanaman yang merambat dan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:57

Terdakwa Penganiaya Anak Minta Bebas

TANJUNG REDEB–Setelah dituntut satu tahun penjara, terdakwa dugaan penganiayaan anak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*