MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 18 November 2018 08:16
Bugar dengan Prenatal Yoga
BUGAR: Delima Loving Care merangkul para ibu-ibu berbadan dua untuk mempersiapkan persalinan yang nyaman dan minim trauma.

PROKAL.CO, AKTIVITAS olahraga umumnya dianjurkan untuk mereka yang tengah melalui program diet atau sebaliknya. Manfaat olahraga tidak sesempit itu. Olahraga bisa dilakukan oleh Anda yang tengah berbadan dua, yaitu dengan aktivitas yoga.

Banyak manfaat dirasakan. Hal itu membuat pusat-pusat kebugaran menggabungkan metode yang satu ini dengan bimbingan latihan pada umumnya. Ketenaran yoga semakin meningkat tatkala olahraga yang memfokuskan pada latihan konsentrasi itu melebarkan sayap. Memberikan fasilitas untuk ibu hamil yang sering disebut prenatal yoga.

Olahraga itu tengah hangat diperbincangkan terutama bagi para ibu hamil yang ingin tetap sehat dan bugar dengan berolahraga. Saat disambangi di tempat latihan awal pekan lalu, Ririn Ariyanti selaku pelatih prenatal yoga Delima Loving Care dengan ramah menjelaskan tentang prenatal yoga kepada Kaltim Post.

“Sesuai namanya, prenatal yoga merupakan aktivitas yang dilakukan khusus ibu hamil. Tujuannya agar sang ibu bisa menikmati proses kehamilan dan mempersiapkan proses persalinan agar nyaman serta minim trauma. Dalam setiap sesi umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pernapasan (breathing), pemanasan (gentle stretching), postur (gerakan inti yoga) dan pendinginan (cooling down and relaxation),” ucap Ririn.

Sama halnya dengan aktivitas persiapan melahirkan lainnya. Prenatal yoga  merupakan pendekatan multifaset untuk melatih peregangan otot yang berpusat pada area pinggang dan panggul serta pernapasan.  Dalam penjelasannya, Ririn membeberkan bahwa tiap minggu Delima Loving Care memiliki dua sesi yang terbagi menjadi dua hari. Sabtu untuk ibu dengan usia kandungan 20–31 minggu atau trimester dua, dan Minggu untuk usia kandungan 32–40 minggu atau trimester tiga.

Bukan tanpa alasan, prenatal yoga dipisah sesuai usia karena menyesuaikan keluhan setiap ibu-ibu. Perempuan berkacamata itu menjelaskan bahwa pada kelas trimester dua akan terfokus pada ketidaknyamanan yang dialami. Sebab, ibu yang baru mengandung anak pertama, atau bagi mereka yang sudah lama tidak hamil, pasti menemukan perubahan fisiologis yang dirasakan oleh tubuh. Hal itu berdampak pada tubuh yang pasti merasakan tidak nyaman dalam keseharian.

“Contohnya saja dalam sikap berdiri. Sebelum hamil, si ibu ini bisa berdiri dengan tegak, tapi ketika perutnya mulai membesar si ibu berdiri dengan posisi pundak yang terlalu ke belakang seperti orang mau terlentang. Padahal, itu bisa berdampak pada tulang belakang dan nyeri di leher. Sebab itu, akan kami bantu melalui gerakan yoga dan melatih para ibu mengurangi bahkan mengatasi rasa ketidaknyamanannya. Usia kandungan 32–35 minggu atau memasuki trimester ketiga, kita fokus pada jalannya si bayi ini keluar atau proses persalinan,” jelas perempuan berhijab itu. 

Dalam kelas Delima Loving Care, para fasilitator dari ilmu kebidanan dan tersertifikat prenatal yoga akan mengawasi masing-masing setiap klien. Menurut pengakuan Ririn, sebelum mengikutsertakan dalam kegiatan yoga, klien terlebih dulu berkonsultasi kepada fasilitator, tidak semua kasus ibu hamil itu sama.

“Sebelum mengikuti kelas, pasti kita akan bertanya terlebih dahulu. Contohnya, si ibu ini telah melakukan pemeriksaan USG sama dokter dan terlihat bayinya dalam posisi sungsang. Untuk kasus ini pasti butuh pengawasan lebih, dan dalam kegiatan yoga kita akan memberi gerakan-gerakan khusus yang akan memperbaiki posisi bayinya,” bebernya.

 Meski terlihat sederhana, ada beberapa gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri tanpa pengawasan dari fasilitator agar meminimalkan risiko cedera. Sembari tersenyum, Ririn membagi trik sederhana agar tidak cedera. Dengan melakukan gerakan pemanasan tepat. Lalu, lakukan gerakan bertahap dari mudah dan meningkat ke gerakan sulit. Atur pernapasan dengan baik agar tidak terengah-engah saat yoga. (*/nul*/rdm/k16)


BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 13:36

Konsumsi Obat Tak Tepat Justru Meracuni

GINJAL memiliki kemampuan khusus. Tanpa disadari, bisa saja ginjal sudah…

Senin, 14 Oktober 2019 13:34

Tas dan Sepatu, Semakin Mahal, Semakin Sulit Merawat

Ada berapa pasang sepatu di rumah? Atau khusus kaum hawa,…

Senin, 14 Oktober 2019 13:32

Kenali Kategori Bahan Sepatu, Dari Hewan, Tumbuhan, Minyak Bumi

PERAWATAN adalah hal yang wajib dilakukan demi menjaga barang agar…

Senin, 14 Oktober 2019 13:28

Olahan Nasi Nusantara, Nasi Ulam dan Nasi Bebek

Pernahkah mendengar kalimat, belum makan jika belum makan nasi? Nah,…

Senin, 14 Oktober 2019 13:22

Coffecado dan Lumpia Kaya Isi

USAI mencicipi makanan berat, tak lengkap rasanya apabila tak menikmati…

Senin, 14 Oktober 2019 13:21

Cumi Saus Padang Ambyar

Oleh: Evi Syardayanti, warga Samarinda. Bahan: 500 gram cumi (cuci…

Senin, 07 Oktober 2019 09:53

Sajian Tempura dan Ayam Buah Naga

Inovasi makanan harus terus diperbarui demi menemukan rasa terbaru nan…

Senin, 07 Oktober 2019 09:51

Sambal Bawang Rambut

Oleh: Novia Irma Susanti, warga Samarinda   BAHAN: - 1…

Senin, 07 Oktober 2019 09:47

Mini Tart Labu dan Es Timun Segar

NAMANYA happy pumpkin. Mini tart dengan pastry cream yang dihiasi…

Senin, 07 Oktober 2019 09:34

Hiperhidrosis, Keringat Berlebihan, Jadi Tanda Penyakit

Mengeluarkan keringat adalah hal wajar. Selain itu, mengonsumsi makanan panas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*