MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 15 November 2018 06:33
Antisipasi Praktik Kartel

Pengamat: Impor Gula untuk para BUMN Picu Oligopolistik

PROKAL.CO, JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan tata niaga gula yang sudah diterapkan pemerintah justru tidak efektif untuk menjaga kestabilan harga gula.

Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, pemerintah perlu melakukan revisi terhadap beberapa peraturan dalam tata niaga gula nasional. Salah satunya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 5 (2) yang menyatakan, pemerintah hanya memberikan lisensi impor kepada para BUMN.

Walaupun tidak ada batasan terhadap jumlah gula yang diimpor, tingkat persaingan di pasar gula akan tetap oligopolistik karena terbatasnya jumlah importir yang terlibat. Dalam kondisi ini, para BUMN yang memiliki lisensi impor tetap mampu mengontrol harga gula dengan mengendalikan jumlah gula yang diimpornya.

“Revisi ini penting untuk mendorong terciptanya proses pemberian lisensi yang lebih adil dan transparan untuk mencegah terjadinya praktik kartel oleh BUMN ataupun importir-importir swasta,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/11).

Hizkia menambahkan, setelah reformasi kebijakan ini dilaksanakan, perusahaan-perusahaan yang terkait industri gula akan lebih enggan untuk menimbun stok dan melakukan spekulasi harga karena mereka harus menghadapi persaingan yang semakin ketat seiring bertambah banyaknya para importir gula.

Sementara itu, para konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan karena adanya pasokan gula dari para importir yang jumlahnya semakin bertambah. Selagi mengimplementasikan perubahan-perubahan ini, pemerintah sebaiknya tetap mengontrol jumlah gula yang diimpor sebagaimana yang ada diatur dalam Permendag Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 3.

Selama pemerintah masih memegang kendali penuh terhadap jumlah gula yang diimpor, Hizkia menambahkan, diharapkan hal ini dapat meminimalisasi perlawanan dan penolakan yang mungkin akan timbul dari para petani tebu dan industri gula dalam negeri terhadap proses reformasi pemberian lisensi impor sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.

Pada Agustus 2018, berdasarkan data BPS 2018, harga rata-rata nasional untuk gula kristal putih di Indonesia mencapai Rp 12.386 per kilogram. Harga ini hampir tiga kali lipat dari harga dunia, yaitu sebesar Rp 4.591,48 per kilogram pada periode yang sama (International Sugar Organization/ISO], 2018).

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mencatat, bahwa konsumsi rata-rata nasional untuk gula kristal putih per orang di Indonesia mencapai 0,58 kilogram per bulan atau 6,93 kilogram per tahun pada tahun 2017 (BPS 2017).

Di akhir tahun 2017, garis kemiskinan di Indonesia ditetapkan sebesar Rp 370.910 per bulan (BPS, 2018). Hal ini berarti, bahwa mereka yang berada pada garis kemiskinan menghabiskan hampir 2 persen (Rp 7.183) dari penghasilan bulanan mereka untuk membeli gula kristal putih dan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan menghabiskan proporsi yang lebih besar lagi dari penghasilannya.

“Berdasarkan perhitungan ini, sebuah rumah tangga yang beranggotakan lima orang akan menghabiskan sekitar Rp 35 ribu untuk gula kristal putih setiap bulan, padahal seharusnya mereka dapat menghemat sekitar Rp 22 ribu per bulan jika saja harga gula di Indonesia sama murahnya dengan di pasar dunia,” pungkasnya. (uji/jpg/ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 11:44

Developer Menyasar Pasar Premium

SURABAYA – Pasar apartemen premium di Surabaya potensial. Belakangan, pengembang…

Senin, 16 Desember 2019 11:43

Harga Murah Kunci Sukses Mobil Listrik, Indonesia-Jepang Kembangkan Roadmap

JAKARTA – Indonesia dan Jepang terus menjalin kerja sama dalam…

Senin, 16 Desember 2019 11:22

Pertamina Tambah Pasokan Elpiji untuk Nataru

BALIKPAPAN – Masyarakat Kaltim tampaknya tidak bakal kesulitan mencari elpiji…

Jumat, 13 Desember 2019 13:22

Mini University Kaltim Preneurs, Ajak UMKM Go Ekspor

Pemerintah daerah semakin agresif mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan…

Jumat, 13 Desember 2019 12:59

Dukung Pelarangan Minyak Curah

PEMERINTAH daerah berharap larangan peredaran minyak curah di pasar tradisional…

Jumat, 13 Desember 2019 11:59

Menunggu Hadirnya Pengolahan Sarang Walet

BALIKPAPAN- Industri burung walet di Kaltim belum maksimal. Pasalnya hingga…

Jumat, 13 Desember 2019 11:47

Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata

JAKARTA– Bangkok Bank Public Company Limited resmi mengakuisisi saham PT…

Kamis, 12 Desember 2019 12:29

Pengusaha Berharap Harga Domestik Batu Bara Dievaluasi

Pengusaha batu bara meminta pemerintah mengkaji ulang harga jual batu…

Kamis, 12 Desember 2019 11:58

Hotel Bumi Senyiur Siapkan Paket, Hadirkan “Serba-Lima” pada Perayaan Tahun Baru

SAMARINDA–Tidak terasa waktu cepat berlalu dan tahun baru sudah di…

Rabu, 11 Desember 2019 13:08

Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 5 Persen

Derasnya ekspor batu bara hingga triwulan III/2019 membuat pertumbuhan ekonomi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.