MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 04 November 2018 11:45
Penderita Kemandulan Semakin Meningkat
PENINGKATAN: Infertilitas alias kemandulan kini semakin meningkat tiap tahun. Terbukti dari jumlah kunjungan pasutri yang mengeluhkan kemandulan ke rumah sakit.

PROKAL.CO, KEMANDULAN adalah proses gagal bertemunya sel telur dan sperma. Mengakibatkan tidak terjadinya proses pembuahan. Namun, dalam dunia medis, kemandulan disebut infertilitas. Kegagalan, tidak berhasil, atau tidak dapat membuahi padahal usia pernikahan sudah 12 bulan dengan syarat rutin melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi.

Selain infertilitas, ada juga istilah subfertil yang diartikan sebagai kondisi penurunan potensi untuk terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma. Untuk pasangan subfertil masih memiliki kesempatan untuk hamil namun persentase keberhasilan lebih kecil dibandingkan pasangan subur.

Hati pasangan mana yang tak hancur bila divonis dokter mengalami infertilitas alias kemandulan. Baik pria maupun perempuan akan sama kecewa dan kagetnya. Meski begitu, tak jarang pihak perempuan yang sering disalahkan jika tidak memiliki keturunan.

Itulah mengapa pentingnya deteksi dini, agar pasangan subfertil terdiagnosis memiliki ciri-ciri infertilitas bisa melakukan antisipasi sejak awal. Saat disambangi di Rumah Sakit Hermina Samarinda, dr Irfan mengimbau tentang pentingnya melakukan antisipasi dan konsultasi. Apalagi usia pernikahan sudah satu tahun namun belum juga dikaruniai buah hati. Keberhasilan hamil pada usia pernikahan per enam bulan itu sekitar 35–50 persen.

“Pasangan yang sudah memiliki usia pernikahan satu tahun tidak boleh duduk tenang-tenang saja. Semakin cepat memeriksakan kesuburan dan menyusun program kehamilan bersama dokter kandungan akan semakin mudah pula mendapat momongan,” ujarnya.

Begitu banyak faktor yang tanpa Anda sadari bisa menjadi ciri-ciri kemandulan, khususnya perempuan. Karena itu, setiap permasalahan pasangan yang mengidap infertilitas mayoritas akan menuding perempuan sebagai penyebab. “Menurut penelitian, permasalahan kesuburan bisa terjadi antara perempuan dan pria. Namun, untuk perempuan bisa mencapai angka 50 persen kemungkinan untuk tidak bisa memiliki keturunan,” ungkapnya saat disambangi akhir bulan lalu.

Dipantau secara fisik, Anda tidak bisa mengetahui tentang subur tidaknya seorang perempuan. Namun, kesuburan secara seksual dapat diketahui dengan cara memperhatikan pola hidup dan siklus menstruasi setiap bulan.

“Umumnya, siklus haid yang normal akan berlangsung selama 22–35 hari. Bukan masalah yang serius jika siklus haid terjadi sebelum 22 hari atau setelah 35 hari hanya terjadi sesekali. Tapi jika hal ini terjadi terus-menerus, sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Ini salah satu pertanda kamu mengalami kemandulan,” beber salah satu dokter spesialis infertilitas di Samarinda itu.

Irfan mengimbau, kegiatan deteksi permasalahan infertilitas pada perempuan juga harus digalakkan pada usia remaja. “Tidak hanya kepada Anda yang berpasangan, tapi untuk Anda yang kini sudah memasuki usia produktif yaitu di atas 17 tahun sudah bisa melakukan konsultasi. Jika terdeteksi mengalami permasalahan infertilitas, kesempatan untuk disembuhkan itu cukup besar sekali,” pungkasnya.

Perempuan sering disalahkan. Faktanya, kasus infertilitas juga tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh kaum adam. Hampir mendekati 40 persen kasus pasangan pengidap infertilitas berasal dari pria. Kemudian sisanya disebabkan oleh pihak perempuan juga kombinasi masalah kesuburan dari keduanya.

Sama seperti perempuan, gejala-gelaja permasalahan infertilitas bagi laki-laki tak dapat dilihat kasatmata. Untuk itu, harus ada pemeriksaan ke dokter kandungan dan laboratorium. Bisa saja faktornya itu terjadi karena sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, salurannya buntu. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit seperti tuberkulosis (TB) serta vasektomi yang memang disengaja.

“Pada umumnya, konsentrasi sperma untuk pria subur memiliki jumlah sel sperma di atas 20 juta per mL atau 40 juta secara keseluruhan. Jumlah di bawah 20 juta/mL dikatakan konsentrasi sperma rendah, dan di bawah 10 juta/mL digolongkan sangat rendah. Tidak menutup kemungkinan itu merupakan ciri pengidap permasalahan infertilitas,” jelas Irfan.

Tahun ke tahun pasangan atau individu yang mengidap infertilitas semakin meningkat. Menurut teori, saat ini ada sekitar 15 persen usia produktif yang berpotensi mengidap infertilitas karena meningkatnya penyakit metabolisme dan gaya hidup merusak.

“Persentase meningkat itu juga bisa saya lihat dari pasutri yang datang ke tempat praktik dengan kasus sama. Oleh karena itu, saya harap, masyarakat lebih melek terhadap ciri-ciri kemandulan dan selalu antisipasi agar penyesalan tidak datang belakangan,” pungkasnya. (*/nul*/rdm/k16)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:19

Hidangan Hari Merdeka, Kwetiau Nusantara dan Nasi Merah Putih

Banyak cara yang dilakukan demi menyambut HUT RI. Kreativitas pun…

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*