MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 04 November 2018 08:55
Data Beras Semerawut, Petani Bisa Ngga Pilih Jokowi

PROKAL.CO, JAKARTA- Persoalan data beras nasional yang menjadi polemik antarlembaga harus diperbaiki Presiden Joko Widodo. Jika pria yang akrab disapa Jokowi itu hanya berdiam diri, maka suara petani akan hilang untuk petahana di Pilpres 2019 mendatang.

Diberitakan JPNN.com, pengamat politik Siti Zuhro mengatakan, ketidakjelasan data perberasan nasional bisa mempengaruhi elektabilitas Jokowi. "Data itu kan harusnya akurat, publik sekarang kan tidak begitu saja menerima informasi dari pemerintah, mereka akan rekonfirmasi," ujarnya saat dihubungi, Jumat (2/11).

Menurut Siti, data pemerintah yang cenderung atau diduga manipulatif pasti akan dipertanyakan. "Kalau data salah tapi tidak diperbaiki (presiden), maka akan muncul perdebatan, ujung-ujungnya akan menurunkan tingkat kepercayaan publik ke pemerintah, dan bisa menimbulkan tidak simpatik, karena dianggap kebohongan," kata Siti.

Berdasarkan data sensus petani yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2013, jumlah petani mencapai angka 26 juta orang. Hilangnya kepercayaan para petani terhadap pemerintah bukan tanpa sebab.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, masalah data beras harus diperbaiki agar petani mendapat kejelasan terkait usahanya. Tanpa itu, jumlah petani akan menurun setiap tahunnya.

"Karena petani gagal paham di bawah kepemimpinan Jokowi ini. Mereka tidak akan percaya lagi," kata Pangi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kesalahan terbesar pemerintah adalah tidak memperjelas data sebenarnya soal perberasan nasional. Kesalahan ini berdampak signifikan terhadap kehidupan petani. Faktanya, selama ini, Indonesia masih melakukan impor. 

"Makanya, ini serba dilema. Di mana letak kita surplusnya," kata dia.

Atas dasar itu, Pangi meminta, Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja seluruh jajarannya guna memperbaiki data beras. Dia meminta ketegasan Jokowi diterapkan pada momen ini. "Memang, copot mencopot itu urusan presiden. Kalau dia (Jokowi-red), tidak tegas tidak akan dipecat," tegas Pangi. (tan/jpnn)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:06

Lima Terduga Teroris Ditangkap di Jatim

SURABAYA– Beberapa kota di Jawa Timur disinyalir menjadi tempat persembunyian…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:09

KPK Soroti Pengadaan Alkes di e-Katalog

JAKARTA–Pengadaan alat kesehatan (alkes) terus disoroti KPK. Meskipun sudah ada…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:08

BPOM Larang Label Bebas Minyak Sawit

JAKARTA–Produsen barang konsumsi dilarang memasang label palm oil free atau bebas…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:15

Arkeologi Tak Hanya Sekadar Bangunan Kuno

Bagi Retno Isnurwindryaswari, arkeologi tidak hanya berbicara cagar budaya. Disiplin…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:08

Gigolo Membunuh Karena Emosi Dikata-katain

DENPASAR – Untuk menggambarkan kembali peristiwa terbunuhnya SPG Dealer Mitsubishi…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:19

Kasus Tunggakan Gaji Pemain Persegres Gresik United, Manajemen Konsisten Mangkir

GRESIK–Manajemen Persegres Gresik United sepertinya tak ada niatan membayar tunggakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:31

Demokrat Masuk Pendukung Pemerintah Jokowi? Hinca Panjaitan : Pak SBY Sedang Menata Hati

PROKAL.CO, SAMARINDA - Para kader Demokrat diminta bersabar menunggu arahan…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:02

Kanit Reskrim Polsek Keritang Ditikam, Pelaku Tewas Ditembak

TEMBILAHAN - Kanit Reskrim Polsek Keritang, IPDA Hendrizal, mengalami luka…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:00

Inovasi Pelajar Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Wardatul Hasanah, Tri Utami Lestari, dan Gilang Gilardan berhasil menciptakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:23

Kena OTT KPK, Dua Jaksa Jadi Tersangka

JAKARTA-- Dua jaksa terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK Senin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*