MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 24 September 2018 12:48
Warga Kampung Ongko Asa Minta Aparat Tangkap Pelaku Ilegal Mining di Kampung Mereka
ilustrasi

PROKAL.CO, BARONG TONGKOK- Kasus illegal mining yang terjadi di Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok dan Melak membuat warga geram. Oleh karenanya Persatuan Warga Kampung Ongko Asa menuntut 4 hal. Rilis yang diterima Prokal.co menyebutkan, warga meminta Gubernur Kaltim mencabut izin usaha pertambangan PT KW di Kampung Ongko Asa dan sekitarnya di Kecamatan Barong Tongkok dan Kecamatan Melak.

“Kedua, segera proses pelaku illegal mining di kampung kami. Ketiga, pemprov harus segera menetapkan PT KW sebagai perusahaan bermasalah dan statusnya masuk  dalam daftar hitam. Atas pelanggaran terhadap Undang Undang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup nomor 32 Tahun 2009 serta Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara  nomor 04 Tahun 2009 ini maka sudah sepatutnya pemerintah tidak memberikan pelayanan bahkan pemblokiran dari segala permohonan yang mereka ajukan,” kata Petinggi Kampung Ongko Asa Bagun, Kepala Adat Rahayu, Ketua BPK Tomasius Misno. Lebih jauh, warga juga meminta agar pemerintah menegur DLH Kubar dan DLH Provinsi karena ada kesan pembiaraan atas pelanggaran yang telah terjadi di lapangan

Untuk diketahui, berdasarkan pertemuan yang difasilitasi oleh Pemprov Kaltim dalam hal ini Biro hukum tanggal 20 Agustus 2018 dengan agenda gelar kasus pertambangan PT KW di Kecamatan Barong Tongkok, beberapa fakta penting telah disampaikan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi dan DLH Kubar.

Yakni bahwa benar memang adanya pelanggaran Izin lingkungan dan Tim dari Bapeda Kaltim menyatakan PT KW menambang didalam kawasan Zona Tanaman Pangan dan Holtikultura yang telah di atur sesuai dengan Perda RTRW Provinsi Kaltim 2016-2036.

Informasi ini dikuatkan dengan hasil sidak tim DLH Kubar di lokasi pasca pertemuan dengan Pemprov Kaltim terbukti perusahaan telah beroperasi walau tidak mengantongi izin Lingkungan dengan dikeluarkan surat Kepada Pimpinan PT KW Perihal Penghentian Kegiatan di Lokasi dari DLH Kutai Barat Nomor 660/229-b/DLH/PPKLH-I/IX/2018 tanggal 21 Agustus 2018.

Warga juga telah melaporkan adanya kegiatan ilegal mining yang dilakukan pihak PT KW kepada Polres Kutai Barat. “Namun hingga hari ini kami menyayangkan lambannya proses penegakan hukum atas kasus ini. Sudah lebih dari 30 hari sejak warga resmi mengadukan dan di terima pihak Polres Kubar sampai pernyaatan sikap ini dibuat belum ada satupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, oleh karena itu guna memastikan proses ini berjalan dengan baik kami minta adanya supervisi dari Polda Kaltim,” katanya.

Keberatan dan penolakan warga Ongko Asa sangat beralasan karena sejak awal tidak pernah dimintai persetujuan jika wilayah Kampung Ongko Asa boleh atau tidak ditambang. Atas terbitnya SK IUP PT KW yang masih mencantumkan nama Kampung Ongko Asa maka sangat beralasan agar aktifitas tambang dihentikan sampai nama Kampung Ongko Asa benar-benar tidak ada dalam SK IUP tersebut. (pro)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Tes CPNS Sebentar Lagi, PLN dan Telkom Mesti Siap Juga Nih

ARTA KUSUMA YUNANDA/BP TANJUNG REDEB–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:51

Merasa Terbuang, Pedagang Pilih “Ngemper”

SANGATTA–Puluhan pedagang menyebut merasa terbuang karena tidak mendapat lapak untuk…

Jumat, 17 Januari 2020 11:36

MAAF YOOO...!! Sendawar Belum Layak Anak

SENDAWAR – Status Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak bisa disematkan…

Jumat, 17 Januari 2020 11:35

Banjir di Tenggarong Seberang Makin Parah, Wakil Rakyat Tuding Ini Biangnya....

Aktivitas tambang batu bara dituding sebagai biang banjir yang sering…

Jumat, 17 Januari 2020 11:34

Keluhan Warga Direspons Cepat

Pemkab Kutim langsung merespons keluhan masyarakat Desa Mata Air, yakni…

Jumat, 17 Januari 2020 11:33

“Jalan Bubur” Mulai Dikerjakan

Jalurnya berliku-liku, menanjak, dan menurun. Lebarnya sekitar 5 meter (m).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:47

Pejabat Datang, Portal Lahan untuk Pura Itu Akhirnya Dibuka

TANA PASER - Polemik terhambatnya proses pembangunan Pura bagi umat…

Jumat, 17 Januari 2020 10:45

Masyarakat Paser Tidak Harus Konsumsi Beras

TANA PASER - Masih defisitnya hasil produksi padi di Kabupaten…

Jumat, 17 Januari 2020 10:42

Dua Kampung Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam, Masih Ada 73 Kampung Lagi Menunggu

SENDAWAR–Tak bisa dibayangkan bagaimana kebahagiaan warga Muara Bunyut dan Empakuq.…

Jumat, 17 Januari 2020 10:41
Tenggarong Harus Belajar dari Kegagalan Samarinda

Bekas Pasar Ini Cocok Dijadikan Kolam Penampungan Air

Persoalan banjir yang tidak kunjung tuntas di Samarinda, patut jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers