MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 12 September 2018 06:53
Pengembangan Sapi Terus Didorong

BALIKPAPAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim terus mendorong perusahaan tambang dan perkebunan di Bumi Etam untuk mau memanfaatkan lahan eks tambang dan perkebunan mereka sebagai tempat pengembangan sapi. Tentu supaya Kaltim bisa swasembada sapi. Diketahui, saat ini 70 persen kebutuhan daging sapi masih impor dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, perusahaan tambang PT Coalindo di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa menjadi percontohan karena tertarik mengembangkan sapi sebanyak 130 ekor dan kambing 750 ekor di lahan eks tambangnya.

"Ada juga sinergi dua perusahaan di Kabupaten Berau, yakni PT  Berau Coal dan PT Sinar Mas Group yang ikut mengembangkan pembibitan sapi di lahan eks tambang dan lahan perkebunan mereka," kata Dadang, Selasa (11/9).

Dia mengatakan, terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Astra International Group di Kabupaten Penajam Paser Utara akan memulai integrasi sapi sawit. Astra Group dalam waktu dekat akan mendatangkan sapi impor 2.000 ekor dengan tahap awal diprogramkan pada kegiatan penggemukan sapi dan bertahap dijadikan sentra sapi pembibitan yang akan terus ditambah populasinya.

Dia menyampaikan, target program tersebut akan berlangsung pada Oktober-November tahun ini. Diharapkan, kata Dadang, kegiatan Astra Group ini menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan sawit yang murni menggunakan anggaran perusahaan tanpa ada bantuan pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menetapkan program pengembangan ternak di atas lahan bekas tambang secara nasional, dengan luasan 700 hektare untuk pilot project. Kaltim menjadi prioritas untuk program ini.

Kaltim menyatakan, bahwa daerah itu memperoleh prioritas untuk melaksanakan pilot project dengan luasan 680 hektare, sisanya untuk Bangka Belitung. Di Indonesia program pascatambang batu bara terbesar di Kaltim, sehingga menjadi pilot project pengembangan ternak pascatambang secara nasional.

Dadang menjelaskan, kegiatan peternakan pada lahan 680 hektare itu telah berjalan sejak 2015 dan dilanjutkan sampai sekarang dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pascatambang batu bara lainnya.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan telah meninjau ke beberapa kawasan sasaran, salah satunya kawasan bekas tambang PT Multi Harapan Utama yang akan dikembangkan seluas 1.200 hektare, namun pada 2017 diawali dengan luasan 108 hektare.

Selain itu, kawasan bekas tambang lainnya yang disasar adalah lahan bekas PT Kitadin seluas 800 hektare dan PT Jembayan Muarabara serta kawasan perusahaan Desa Petangis Paser dan Kutai Barat masing-masing seluas 100 hektare.

"Kami sangat berharap pihak perusahaan yang pascatambang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan peternakan, karena ini juga untuk mendukung percepatan pengembangan sapi," ujar Dadang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, program ini sangat bagus. Pasalnya, bisa memacu kemajuan ekonomi daerah. Khususnya dari sektor peternakan, bisa berkontribusi bagi daerah.

“Selama ini, sektor peternakan kita kurang maju. Sejatinya, sektor turunannya pun cukup banyak. Contohnya saja beberapa daerah timur yang daerahnya maju akibat majunya dari sektor peternakan. Tinggal kita lihat keseriusannya bagaimana,” tuturnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:48

Arsjad Rasjid Lantik Pengurus KADIN Indonesia Periode 2021 - 2026

JAKARTA --- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:22

SKK Migas dan Seluruh KKKS, Ciptakan Multiplier Effect Hulu Migas Bagi Daerah

SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Vaksinasi Bantu UMKM Bangkit

BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:54

Penjualan Alat Berat Meroket

BALIKPAPAN - Industri alat berat menunjukkan tren kenaikan penjualan pada…

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers