MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 September 2018 09:10
Siap Menggugat jika Digusur

PROKAL.CO, DUDUK bersama, antara mahasiswa, dosen, penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM), legislatif, pejabat, dan eksekutif ternyata tak melulu harus di tempat yang mewah.

Di kantin-kantin kampus misalnya. Tradisi puluhan tahun itu tanpa disadari tak sedikit menghasilkan berbagai narasi dan gerakan politik. Suasana lebih egaliter pun menjadi pemandangan rutin di beberapa kantin Universitas Mulawarman (Unmul). Tak mengenal apakah pejabat publik, dosen, atau mahasiswa biasa.

Meski di kantin, topik pembahasan pun peka dengan isu sekitar. Mulai pencalonan legislatif, gubernur, dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, hingga pencalonan Rektor Unmul. Berbagai lobi-lobi politik hingga informasi akurat beredar bebas di meja-meja kantin. Yang teranyar, media ini memperoleh informasi jalur lobi para calon rektor untuk merebut kursi tersebut. Meski sumber yang ada, meminta tak menerbitkan hal tersebut.

Salah satu kantin yang tertua dan kerap digandrungi para aktivis serta pejabat teras Kaltim adalah Kantin Bu Yayuk alias Bu Krib. Yang unik, penamaan Bu Krib tersebut justru berasal dari mahasiswa yang menjadi pelanggan kantin tersebut. Alasannya, karena penjualnya dulu rambutnya kribo.

“Nama Bu Krib itu ya dari pembeli-pembelinya. Dari kita-kita ini. Karena punya cirri khas tersebut. Tapi kalau penjualnya ada, kami enggak berani nyebutkribo,” ujar Andi Faisal, ketua Komisi I DPRD Kukar.

Dia menyebut, beberapa kantin di Unmul juga patut dilestarikan. Bukan hanya karena menu makanannya yang nyaman, tetapi karena memiliki nilai histori perjuangan. Bahkan, Faisal mengeluarkan pernyataan ekstrem dengan mengajak para pelanggan Kantin Bu Krib melakukan gugatan secara politik kepada Rektor Unmul jika melakukan penggusuran.

“Ini serius loh. Karena sejarahnya panjang sekali hingga akhirnya banyak tahapan gerakan dan pemikiran dihasilkan dari diskusi di kantin ini. Di antaranya juga seperti KNPI Kaltim saat dualisme dulu, dua-duanya poros tersebut mengumpulnya ya di sini,” imbuhnya.

Berada di salah satu sisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), lokasinya juga cukup strategis karena berada tak jauh dari jalan besar dan di tengah-tengah kampus Unmul. Meski sudah banyak berubah dan terimpit pembangunan gedung-gedung yang berada di sekitarnya, tetap saja kantin ini menjadi yang favorit bagi para pejabat.

Selama sepekan terakhir, Kaltim Post mengamati aktivitas kantin-kantin yang menjadi tempat berkumpulnya sosok lintas sektoral tersebut. Berbagai politikus Kaltim mulai pimpinan parpol, dosen, guru besar, hingga pejabat Pemprov Kaltim tampak asyik duduk berdiskusi. Sesekali mereka melepas tawa tanpa menghiraukan mahasiswa yang juga sedang asyik menikmati menu makanan yang ada.

Tempat duduk mereka pun seolah sudah disediakan secara khusus. Di Kantin Bu Krib, lokasinya berada di luar ruangan dengan meja selebar sekitar 2 meter dikelilingi bangku panjang. Kopi hitam kental pun tersedia di atas meja. Menemani gorengan serta makanan ringan yang dipesan.

“Kalau sewaktu masa kuliah dulu, kopi segelas sampai sore belum habis. Biar pun kita tinggalkan di atas meja. Asalkan di atasnya ditaruh piringan kecil yang menandakan gelasnya masih bertuan,” ujar Rizal, kandidat doktor yang juga dosen FPIK Unmul itu.

Rizal dulunya anggota presidium Unmul. Dia memilih jalur akademisi untuk berkarier. Rekan-rekannya yang lain, tak sedikit memilih jalur politik. Namun, kebersamaan dan ruang-ruang perbedaan, kerap tetap muncul di meja kantin di Unmul. Salah satunya, Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim Syafruddin yang juga pernah menjabat Presidium Mahasiswa Unmul.

Ada juga, kata dia, RusmanYaqub yang juga anggota DPRD Kaltim. Juga,DarlisPattalongi, ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim. Serta sejumlah penggiat di Kaltim seperti Carolus Tuah dan Kahar Al Bahrie. Beberapa lainnya juga ada anggota komisioner dari berbagai lembaga negara, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Informasi (KI), dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

“Jadi memang tidak hanya civitas Unmul atau alumni Unmul, tapi juga dari luar kampus. Dengan kata lain, kantin ini punya fungsi lain selain hanya tempat makan,” lanjut mantan Presidium Unmul itu.

Lalu mengapa kantin-kantin ini menjadi lokasi favorit? Apa sebenarnya kriterianya?

Rizal menyimpulkan, lazimnya mereka yang datang berkumpul di kantin itu nyaman dengan lingkungan sekitar. Dengan kata lain, mereka rindu akan suasana kampus. “Yang kedua ialah nostalgia. Mengenang kembali masa masih menjadi mahasiswa,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mengaku bangga setelah alumni Unmul kini menjadi Gubernur terpilih Kaltim. Terlebih, Isran Noor, kata dia, yang merupakan ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul juga pernah nongkrong di kampus. Mereka berharap kepala daerah terpilih bisa membuat restorasi ruang-ruang diskusi di Unmul serta memperkuat almamater kampus Unmul.

“Khusus saya, sudah 18 tahun nongkrong di Kantin Bu Krib. Kantin ini banyak melahirkan orang-orang hebat,” sebutnya.

Dia pun membandingkan kawan-kawan yang sering nongkrong untuk berdiskusi itu sebagian besar berhasil. Banyak yang jadi pengusaha, politikus, pejabat, bahkan kepala daerah. Sebab,mentalnya memang sudah terlatih. “Berbeda memang dengan mahasiswa yang rajin,” terangnya.

Ditemui terpisah, politikus PKB Michael Adammemberikan komentar berbeda. Dia menyebut, selama ini kegiatan kumpul-kumpul yang dilakukan oleh pejabat publik di kantin Unmul sebatas nostalgia. Selain itu, menjadi tempat aktualisasi diri para pejabat yang merupakan alumni Unmul. Sedangkan kampus, saat ini memang menjadi salah satu wadah diskusi yang semestinya patut merumuskan gerakan. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada kongko-kongko di kantin tersebut.

Tak jauh berbeda, Antonius Ginting, pengusaha emas hitam yang kerap kongko di Kantin Bu Krib, menyebut, meskipun semasa kuliah dia duduk sebagai komandan Resimen Mahasiswa (Menwa), saat berdiskusi dengan kawan-kawan lainnya tak ada perbedaan. Alumnus Unmul 1992 itu bahkan masih melakukannya hingga sekarang. “Selain nostalgia, yang kami cari adalah informasi. Berkumpul bersama tentu semakin menarik dan memperkuat jaringan,” terangnya kemudian menambahkan, “Sayang hingga sekarang Unmul belum memiliki itu. Dibandingkan dengan lulusan dari Jawa yang memperkuat jaringan hingga ke luar daerah,” tuturnya. (timkp)


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 12:19

IKN Jangan Jadi Proyek Mangkrak, Pemerintah Tolak Usul Referendum

JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:05

NAH KAN..!! Ternyata 90 Persen Lebih, ASN Menolak Pindah ke Ibu Kota Negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49

Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif

JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara…

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:50
Pemerintah Jadi Hati-Hati Bicara Soal IKN

Fokus ke Transportasi Berbasis Rel di Ibu Kota Baru

JAKARTA  -Setelah keceplosannya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:05
Tragedi di Masalembu

Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia

SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:01
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*