MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 09 September 2018 10:34
Perjalanan Indah, Aman Fisik, Emosional, dan Spiritual
GENTLE: Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut. Sehingga saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya penuh kedamaian.

PROKAL.CO, PADA zaman modern ini, normalitas persalinan dan kelahiran sudah mulai terlupakan. Teknologi canggih mulai menggeser normalitas tersebut. Semakin sedikit ibu yang berhasil melahirkan normal, semakin banyak ibu dan bayi yang merasakan birth trauma. Banyak ibu dan bayi yang langsung dipisahkan setelah kelahiran, serta semakin sedikit ibu yang mampu menyusui dan memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi mereka.

Pembina Gentle Birth Family, Neny Rahmawati mengungkapkan, persalinan adalah proses alami yang melibatkan insting perempuan. Mengerti dan memahami proses persalinan membuat Anda semakin siap untuk menerima, menikmati, dan menjalani “perjalanan” indah tersebut. Setiap kelahiran seorang bayi adalah pengalaman yang kuat dan selalu transformasional. Seorang ibu akan lebih mudah dan lancar untuk melahirkan ketika bisa memberdayakan diri untuk terus mendengarkan dan melakukan apa yang terasa tepat bagi diri dan bayinya.

Ketika perempuan menyadari bahwa tubuh mereka benar-benar tahu bagaimana melahirkan dan bayinya untuk lahir, mereka akan mendapatkan kepercayaan diri untuk bisa mengalami gentle birth. “Gentle birth adalah proses persalinan yang lembut dan tidak terburu-buru. Bayi dibiarkan lahir dengan kecepatan dan ‘waktunya’ sendiri. Lalu, diterima tangan orang-orang yang mencintai dan mengakuinya sebagai manusia seutuhnya dengan tujuan hidup,” ungkap  bidan Neny Rahmawati.

Bagi ibu yang hendak melahirkan secara gentle birth, perlu merasa benar-benar aman fisik, emosional, dan spiritual. Dukungan dari orang yang mencintainya sangat penting. Dirinya membutuhkan cinta dari semua orang, kesabaran, dan pengetahuan bahwa mereka memiliki iman dan keyakinan bahwa tubuhnya mempunyai pengetahuan sempurna untuk melahirkan bayinya.

Gentle birth adalah metode persalinan yang tenang, penuh kelembutan, dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut, sehingga saat bayi lahir suasana di sekelilingnya tenang, hening, penuh kedamaian,” terang Neny.

Persalinan yang tenang, lembut, santun, dan minim trauma ini bukanlah sebuah standard operational procedure atau seperangkat aturan yang harus diikuti. Sebaliknya, itu adalah sebuah pendekatan dalam proses kehamilan alami yang menggabungkan nilai-nilai dan keyakinan yang dianut oleh sang ibu.

Gentle birth membutuhkan persiapan sejak masa kehamilan, baik fisik maupun mental calon ibu. Persiapan fisik meliputi latihan pernapasan, olahraga ringan, pijat, dan konsumsi makanan sehat. Mental ibu juga perlu disiapkan dengan rutin melakukan relaksasi hypno-birthing, meditasi, afirmasi positif, dan menjaga ketenangan jiwanya. Persiapan mental ibu menjadi hal penting yang akan memengaruhi kesuksesan gentle birth ini.

“Oleh karena itu, para calon ibu perlu mengetahui bahwa kunci sukses gentle birth ada pada beberapa titik. Yakni, high knowledge, mindfulness and awareness, healing birth trauma, breathe, relax mind, baby and body balance, mobikity and gravity during labor, serta gentle birth provider and support,”  cuapnya.

Selain mengomunikasikan pentingnya pengalaman kelahiran Anda ke bidan, dokter, pasangan, bahkan keluarga, ada beberapa poin yang dipaparkan oleh Neny agar Anda mendapatkan gentle birth.

“Hilangkan setiap mitos, ide, keyakinan, atau sikap yang dimiliki tentang kelahiran negatif. Sebab,  hal tersebut justru bisa menjadi musuh tersendiri. Ciptakan lingkungan positif dan mendukung, termasuk di mana dan bagaimana Anda melahirkan, serta siapa yang menolong dan mendampingi,” katanya.

Tak luput untuk memupuk atau merasa percaya diri dan jujur dalam kelahiran, terhadap diri sendiri dan orang lain. Serta jangan takut untuk mengadvokasi dan memberdayakan diri sendiri dalam menyambut proses kelahiran anak Anda. (*/ewy/*/ni/k16)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 09:34

Eksim pada Anak, Pakai Handuk Jangan Digosok

Kebanyakan anak atau bayi memiliki kulit sensitif. Banyak faktornya. Orangtua…

Senin, 23 September 2019 09:32

Tubuh Lembap, Jamur Mudah Datang

TAK hanya eksim yang mengganggu kondisi dalam beraktivitas. Dikenal pula…

Senin, 16 September 2019 10:44

Dipuji Tidak Terbang, Dicaci Tidak Tumbang

Ragu melangkah keluar, menghadapi hal yang belum pasti. Semua orang…

Senin, 16 September 2019 10:43

Seimbangkan Dua Kewajiban

JABATAN general manager (GM) tidak pernah dikejar oleh Jenny Marini.…

Senin, 16 September 2019 10:41

Sarkoma Ewing, Kanker Tulang Mematikan

Merupakan momok paling menakutkan bagi masyarakat. Di antara jenis kanker,…

Senin, 16 September 2019 10:39

Sarkoma Ewing Rentan Menyerang Anak-Anak

TERBENTUK dari tumor ganas yang melekat pada tulang atau jaringan…

Senin, 16 September 2019 10:35

Panic Attack, Sering Dikira Serangan Jantung

Serangan cemas yang tiba-tiba serta ada fase puncaknya. Namun akan…

Senin, 16 September 2019 10:34

Tekanan yang Membuat Out of Control, Merasa Akan Segera Mati

TEKANAN yang begitu besar datang menjelang proses penyusunan tesis. Sehingga…

Senin, 16 September 2019 10:19

Crispy Meat Lover Pizza, Renyah Tipis Topping Melimpah

Kehadirannya begitu populer dan jadi favorit. Pernahkah Anda menemukan piza…

Senin, 16 September 2019 10:18

Tempe Gami Penuh Cinta

Oleh: Ananda Ayu Anastashia, warga Samarinda Bahan: 5 buah cabe…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*