MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 07 September 2018 13:00
WOW..!! Proyek Rp 324 M Dimulai

Bangun Gedung Kuliah dari Bantuan IDB, Unmul Wajib Berperan Turunkan Angka Sarjana Pengangguran

PELETAKAN BATU PERTAMA: Mohamad Nasir (kedua kanan) bersama Masjaya (kanan) memecah kendi dalam groundbreaking proyek gedung kuliah di Unmul kemarin. (RAMA SIHOTANG/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pendidikan di Kaltim menjadi sorotan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda sebagai kampus terbesar di Kaltim dituntut mampu mendongkrak sumber daya manusia (SDM) yang andal. Tentunya mampu berkontribusi bagi daerah.

Kemarin (6/9), Mohamad Nasir bertandang ke Unmul. Lawatannya ke sana dalam rangka peletakan batu pertama proyek pembangunan tujuh gedung kuliah dan laboratorium Unmul yang didanai Islamic Development Bank (IDB) dengan nilai proyek Rp 324,11 miliar.

Menurutnya, Unmul wajib berkontribusi optimal dalam mendongkrak daya saing manusia di Kaltim. Caranya dengan menyediakan pendidikan akademik, sains, teknologi, dan riset yang berkualitas.

Dia mengatakan, Unmul sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Kalimantan mesti berkontribusi nyata dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, berpendidikan tinggi, dan berwawasan global. Kemudian bersinergi dengan para alumnus. “Kaltim punya banyak potensi, baik manusia maupun alam yang dapat dijadikan sumber penguatan ekonomi untuk daerah bahkan nasional. Jadi, Unmul harus kerja keras,” terangnya

Nasir menyampaikan, setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah sarjana. Namun sedikit yang langsung diterima bekerja. “Sekitar 8,8 persen (616 ribu) dari total 7 juta pengangguran di Indonesia merupakan sarjana. Ini sangat mengkhawatirkan,” ungkap dia. Unmul sebagai kampus terbesar, lanjut dia, harus berperan menurunkan angka sarjana pengangguran tersebut.

Menurutnya, memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas merupakan agenda utama pemerintah ke depan dalam membuat kebijakan. “Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis cyber physical system. Ini merupakan tantangan baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan SDM-nya. Unmul juga harus siap,” tegasnya.

Kemenristekdikti, sebut dia, melalui pinjaman IDB sudah mengucurkan dana besar untuk pembangunan infrastruktur fisik dan pengembangan sumber daya pendidikan dan tenaga kependidikan di beberapa perguruan tinggi. Salah satunya di Unmul.

Dikatakan, total keseluruhan bantuan untuk Kampus Gunung Kelua --sebutan Unmul-- nyaris mencapai Rp 700 miliar. Duit itu digunakan untuk penyediaan fasilitas kuliah, riset, beasiswa dosen, hingga pelatihan untuk pengembangan kurikulum. “Besarnya bantuan yang diberikan harus sebanding dengan peningkatan kualitas yang dihasilkan,” tutur Nasir.

Unmul memang masih harus terus bekerja keras meningkatkan kualitas. Terutama mengejar ketertinggalan dari perguruan tinggi lain di Pulau Jawa. Unmul hingga pemeringkatan terakhir versi Kemenristekdikti hanya mampu menduduki urutan ke-65 dari 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Posisi itu bahkan terburuk dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya pada 2016, Unmul masih berada di posisi 50 besar, yakni peringkat ke-48. Sementara tahun lalu, peringkat Unmul melorot ke 52.

Meski demikian, Nasir menilai, selama ini Unmul sudah berupaya memperbaiki diri. Dalam berbagai aspek, kampus ini sudah jauh lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya. “Perguruan tinggi lain lebih cepat meningkatkan kualitasnya. Unmul harus lebih cepat lagi, kerja keras lagi. Supaya peringkatnya naik, tidak turun,” pesan Nasir.

Adapun dalam penentuan peringkat, Kemenristekdikti menetapkan lima indikator. Penilaian berdasarkan sumber daya manusia, kelembagaan, produktivitas mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta inovasi.

Sementara itu, Wakil Rektor Unmul Bidang Akademik Prof Agung Sardjono mengakui, masih ada kekurangan yang mesti diperbaiki. Terutama persoalan sumber daya manusia. Baik itu pendidik maupun tenaga kependidikan.

Sehingga, ujar dia, dalam bantuan IDB, program yang dijalankan tidak hanya pemenuhan infrastruktur, tapi juga SDM. Dengan begitu, bisa menjawab keperluan revolusi industry 4.0 yang diharapkan pemerintah. “Unmul dapat bantuan melalui IDB itu kesempatan yang langka. Makanya kami maksimalkan untuk perbaikan dalam segala aspek fisik maupun nonfisik,” ujar Prof Agung.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Unmul itu menyebut, pihaknya saat ini sudah meletakkan dasar-dasar dalam menciptakan perguruan tinggi berdaya saing. Hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu singkat. Perlu waktu. Paling tidak 3-4 tahun yang akan datang.

Persoalan Unmul turun peringkat, menurutnya, perlu dilihat secara bijaksana. Ada indikator-indikator penilaian baru yang ditetapkan Kemenristekdikti, namun datanya belum siap. Salah satunya indikator jumlah mahasiswa asing. Kemudian, ada indikator baru inovasi. Selama ini Unmul baru fokus dalam pengembangan riset. Sementara inovasi sudah masuk dalam kategori penilaian.

“Kami sadar ada kekurangan, makanya diperbaiki lagi. Seluruh dekan fakultas dan ketua program studi sudah saya kumpulkan. Kami bertekad untuk segera melakukan perbaikan bersama,” paparnya.

Adapun, Rektor Unmul Prof Masjaya meyakinkan, pihaknya akan komitmen untuk memastikan kualitas dan daya saing terus meningkat. Kepercayaan pemerintah memberikan bantuan yang begitu besar tidak akan disia-siakan. “Saya yakin Unmul akan melaju kencang. Proyek ini (IDB) silakan diawasi. Kami siap dievaluasi,” singkatnya.

KAMPUS ISLAM

Sementara itu di lokasi lain, dana ratusan miliar dikucurkan kembali untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan dana Rp 439 miliar pada 2019 untuk melanjutkan pembangunan kampus pelat merah itu.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menuturkan tahun ini dana sekitar Rp 500 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan universitas yang masuk proyek strategis nasional itu. Dana tersebut dipakai untuk persiapan pendirian kampus tersebut. “Dan tahun 2019 juga sudah dimasukkan sebagai anggaran juga,” kata Mardiasmo, kemarin.

Sejauh ini pembangunan UIII itu memang hanya mengandalkan APBN murni. Kelak bila telah berdiri dan berjalan, tentu memungkinkan untuk menerima sumbangan dari pihak lain.

“Pembangunannya terus dipersiapkan dan Pak Wapres mengharapkan betul-betul yang berkualitas yang bagus sekaligus. Sehingga mudah-mudahan akhir 2019, kalau enggak ya awal 2020,” ungkap dia.

Selain soal anggaran, Kemenkeu juga sudah mengalihkan status barang milik negara kepada Kementerian Agama yang menaungi kampus itu. Begitu pula dengan status tanah juga tidak ada kendala lagi. Pada rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla itu juga dibahas tentang susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) khususnya para pegawai negeri sipil yang akan ditempatkan di kampus tersebut. “PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) juga sudah siap membangun dan juga dari Kementerian Agama sudah selesai semuanya,” ujar dia.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menuturkan saat ini sedang ada proses pelelangan pembangunan fisik UIII. Ditargetkan akhir September ini sudah ada pemenang lelang. Sehingga pembangunan ditargetkan bisa selesai pada 2019. “Untuk kurikulumnya sudah tahap finalisasi. Dosennya juga sedang kontak-kontakkan. Juga sudah tahap finalisasi,” tambahnya.

Dia menyebutkan kemungkinan proses belajar-mengajar bisa dimulai pada September 2019. Paling lambat Januari 2020 sudah proses pembelajaran. “Kami usahakan secepatnya dan kira-kira paling lambat Januari 2020 sudah menerima mahasiswa,” ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin menuturkan bahwa memang bakal ada pergeseran dosen dari beberapa kampus negeri. Tapi, kampus tersebut juga akan menggandeng dosen-dosen bergelar profesor dari kampus-kampus ternama dari luar negeri.

“Tentu melibatkan tidak hanya para stakeholder di Indonesia tapi di negara lain. Antara lain Al-Azhar Mesir, Oxford, kemudian ada beberapa universitas di Amerika Serikat, Malaysia, dan Australia,” ungkap dia. (*/him/jun/rom/k18)


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 12:19

IKN Jangan Jadi Proyek Mangkrak, Pemerintah Tolak Usul Referendum

JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:05

NAH KAN..!! Ternyata 90 Persen Lebih, ASN Menolak Pindah ke Ibu Kota Negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49

Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif

JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara…

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:50
Pemerintah Jadi Hati-Hati Bicara Soal IKN

Fokus ke Transportasi Berbasis Rel di Ibu Kota Baru

JAKARTA  -Setelah keceplosannya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:05
Tragedi di Masalembu

Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia

SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:01
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*