MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 05 September 2018 07:11
Lengkapi Pengetahuan sebelum Berikan Kritikan

PROKAL.CO, ZAMAN sekarang, karya apa pun bisa kita akses dengan mudah. salah satu contohnya adalah film. Akhir-akhir ini, film seakan menjadi kebutuhan, nggak cuma menjadi tontonan hiburan, tapi sebagian orang menjadikannya sebagai konsumsi.

Bukan cuma untuk moviefreak atau reviewer yang mengharuskan selalu update tentang film, belakangan ini menulis review film menjadi gaya hidup. Karena terlalu mainstream itulah, nggak jarang bikin review film dianggap sepele dan mudah. Dampaknya, lebih banyak kritikan dalam review film ketimbang apresiasi.

Lantas, gimana sih esensi sebuah review dari sudut pandang seorang reviewer? Layaknya sebuah buku, film pun memiliki tempat tersendiri bagi reviewer. Hampir sebagian orang bisa menjadi seorang reviewer, tapi nggak semua orang mampu menulis review yang berbobot dan beretika.

Hal itulah yang ingin disampaikan Vincent Joseph Anton Wiyono atau yang akrab dikenal dengan Vincent Jose, seorang reviewer film yang kini aktif menulis hasil review-nya di blog pribadinya, The Jose Movie Review.

”Me-review itu untuk menyampaikan kesan yang didapat setelah mendapatkan pengalaman tertentu. Tiap orang pasti punya pendapat yang berbeda, bergantung faktor referensi dan pengalaman di bidangnya yang membuat analisis lebih dalam,’’ jelas Vincent yang kali pertama menulis review film via notes Facebook.

Sebelum mulai me-review sebuah film, Vincent biasanya mengumpulkan informasi penting seputar film. Setelah dia menonton, kalau filmnya menimbulkan pertanyaan, akan dicoba cari tahu dulu.

Yang nggak kalah penting adalah memahami filmnya mau menyampaikan apa, target audience yang bagaimana, dan filmnya berhasil nggak mencapai tujuan tersebut. Diskusi dengan pihak-pihak yang terlibat di balik layar dan dengan yang paham betul sama film juga penting untuk memperkaya sudut pandang.

FYI, secara struktur, dalam review film ada sinopsis, lalu akting dan teknis. Selain itu, bisa memberi perspektif dan pemahaman yang benar tentang film yang dibahas menjadi nilai plus. Sebab, review bertujuan mempertemukan film dengan target audiens dan memberi gambaran. ”Karena itulah, tagline blog saya adalah Tonton Film sebagaimana Dibuat, bukan tonton Film sebagaimana Selera Saya Pribadi’’ ungkap Vincent.

Nggak heran kalau Vincent merasa miris dengan maraknya komentar negatif di medsos. Orang-orang dengan mudah me-review sebuah film secara asal-asalan. Apalagi, tujuan mereka cenderung untuk mencari sensasi dengan pendapat kontroversi. Orang seperti itulah yang menonton film hanya untuk menghakimi, bukan untuk menikmati.

Di sisi lain, masih banyak orang Indonesia yang suka hal instan tanpa ingin menganalisis lebih dalam dengan argumen yang logis. Be a smart netizen and reviewer ya guys! (mel/c25/raf)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*