MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Selasa, 21 Agustus 2018 07:59
Pogba Tak Berdaya
GAGAL MEMIMPIN TIM: Gelandang Paul Pogba (kanan) kerap melakukan kesalahan kala menghadapi Brighton di Amex Community Stadium. (AFP PHOTO / Glyn KIRK)

PROKAL.CO, PERFORMA Anthony Martial yang buruk di sayap kiri Manchester United kala menghadapi Brighton disebabkan kurangnya pasokan bola dari Paul Pogba dan gelandang Manchester United lainnya. Dalam laga yang berlangsung di Amex tersebut, Martial dan Pogba disusun karena absennya Alexis Shancez yang mengalami cedera. Meskipun sama-sama berkebangsaan Prancis, namun keduanya tampak kurang gereget.

“Saat Anda tertinggal 3-1, pemikiran pertama Anda adalah kita harus mencetak, kita harus mencetak gol,” komentar Paul Scholes, mantan pemain United, kepada Optus Sport.

Namun, kegelisahan itu tidak terlihat dalam permainan Manchester United. Pogba yang menjadi kapten dan memegang permainan, kerap memberikan operan terlalu tinggi maupun sangat pendek. Akhirnya, kelemahannya ditangkap pemain Brighton.

“Dia menyulitkan permainan. Dia harus memberikan bola kepada pemain yang bisa mengalahkan lawan, yang bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

“Lukaku bisa melakukannya. Martial juga. Tapi lihat, Martial untuk apa dia pada babak pertama, dia mendapat bola satu kali di sisi kiri pada babak pertama,” lanjut Scholes. Martial pun akhirnya melakukan menjelajah ke sebelah kanan untuk mendapatkan bola.

Akhirnya, Pogba dan gelandang MU lainnya tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka tidak dapat memberikan bola ke Martial, Lukaku maupun ketika Rashford masuk di babak kedua.

”Tidak ada pemimpin dalam tim. Kami pikir Pogba mungkin kandidat yang ideal untuk menjadi pemimpin itu, tetapi dia tidak ada di sana malam ini. Dia memiliki permainan yang sangat buruk. Dia sangat tidak konsisten," tandasnya.

Pogba yang gagal memberi penampilan mengesankan, akhirnya mencetak gol pada injury time babak kedua lewat titik penalti. Namun, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan. Ia pun mengakui kesalahannya.

“Mereka (Brighton) lebih lapar daripada kami. Saya mengakui bahwa sikap saya tidak benar,” ungkap penggawa Timnas Prancis tersebut.

Ia menuturkan, sudah sepantasnya para penggemar marah terhadap hasil MU tersebut. Dan sebagai pemain, ia akan membawa kemarahan tersebut untuk dilampiaskan kala menghadapi Tottenham Hotspur.(tom2/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 13:35

Bersabar Menanti Kabar

WAKTU hingga laga pemungkas putaran kedua Liga 2 2019 antara…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:34

Reuni Sambal Mengamati

KOTA MALANG–Arema FC sepertinya harus melipatgandakan kewaspadaannya saat menghadapi Persipura…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:33

Maksimalkan Waktu dengan Keluarga

TAK kunjung mendapat kepastian kumpul tim, kiper Mitra Kukar Geri…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:55
3 Indonesia U-19 vs Tiongkok U-19 1

Kemenangan yang Berarti

SURABAYA– Timnas U-19 benar-benar menjadi obat pelipur lara bagi fans…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:15

Quartararo Buru Kemenangan Pertama

MOTEGI-Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo datang ke GP Jepang…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:48

Gauff Langsung Angkat Koper

LOS ANGELES -Tiga hari setelah mengangkat trofi pertamanya dari ajang…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:41

El Clasico, Abaikan Permintaan Pemerintah

EL CLASICO perdana musim ini pada jornada kesepuluh La Liga…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:15

Tetap Pakai Gianluca

  SELAIN Lerby Eliandry, ada pula kiper Nadeo Argawinata yang…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:15

Pembuktian Marin

TENGGARONG–Mitra Kukar sempat terseok awal musim. Suporter bahkan sempat meragukan…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:13

Lerby Kembali!

Lini depan Borneo FC bakal kembali runcing. Lerby Eliandry yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*