MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 14 Agustus 2018 09:10
Pilrek Unmul Digelar Akhir September
Kemenristek Fokus Teliti Rekam Jejak Tiga Calon
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tahap akhir Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2018-2021 dipastikan mundur satu bulan. Sebelumnya, agenda tersebut digelar Senin (13/8). Namun, dibatalkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penundaan dilakukan karena proses penelitian rekam jejak tiga bakal calon rektor belum rampung.

”Kami ‘kan mengantar (berkas bakal calon rektor) 11 Juli, ternyata proses penelitian rekam jejak belum selesai,” ungkap Kabag Humas Unmul Muhammad Ihwan kemarin (13/8). Dia melanjutkan, pilrek tahap dua ditunda hingga waktu yang belum ditetapkan. “Jabatan (rektor) Prof Masjaya berakhir 14 Oktober. Kemungkinan pilrek terlaksana akhir September sebagai batas akhir. Masih ada waktu satu setengah bulan untuk penelitian rekam jejak,” jelasnya.

Ihwan melanjutkan, panitia pelaksana sudah mengatur agenda sesuai Peraturan Menristekdikti 19/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri. Sesuai aturan tersebut, penelitian rekam jejak tiga calon minimal selesai satu bulan sejak berkas diantar. Menurutnya, tidak ada aturan yang dilanggar. Pasalnya, permen tersebut juga menyebutkan, bahwa maksimal dua pekan sebelum berakhir masa jabatan masih boleh dilakukan pemilihan.

Pihaknya pun tidak mengetahui secara pasti penyebab penelitian belum selesai. Sebab, kepanitiaan tidak ikut dalam proses tersebut. Padahal sebelumnya, pihaknya menerima informasi jika penelitian rekam jejak sudah selesai. ”Artinya, siap menjalankan tahap terakhir (pemungutan suara). Kemudian, saling koordinasi tanggal pelaksanaan pilrek. Itu saja," kata dia. Meski penelitian tersebut belum rampung, Ihwan memaklumi. Mengingat pilrek tidak hanya digelar di Unmul. Beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia juga melaksanakan hal sama. "Bahkan Unlam (Universitas Lambung Mangkurat) yang lebih dulu menjalankan proses pilrek belum menerima hasil (penelitian rekam jejak calon rektor)," bebernya.

"Mungkin tim penelitinya sama. Artinya tim harus keliling mendatangi beberapa daerah yang melaksanakan pilrek," imbuhnya.

Ditanya mengenai tim yang terlibat dalam penelitian rekam jejak, Ihwan mengaku tak tahu-menahu. Namun, berkaca pada pengalaman sebelumnya, tim terdiri dari BIN, KPK, dan PPATK. “Saya tidak tahu secara pasti. Yang jelas, selama ini berkas yang dibuat panitia selalu memenuhi syarat," katanya.

Bahkan Ihwan pun tidak mengetahui perwakilan menteri yang akan hadir pada pilrek tahap dua nanti. Kerahasiaan itu bertujuan menjaga netralitas Kemenristekdikti. "Itu sesuai pengalaman empat tahun lalu. Dijemput dan disiapkan hotel saja tidak mau. Biasanya yang datang bukan Pak Menteri (M Nasir)," ucap dia. Diketahui, dalam Permenristekdikti tersebut, proses pemungutan suara dilakukan sebanyak dua tahap. Tahap pertama, pemungutan melalui sidang pleno tertutup yang dilakukan oleh anggota senat. Hasilnya, dari lima kandidat, terpilih tiga bakal calon rektor.

Dalam proses tersebut, sang petahana, Masjaya, unggul dengan raihan 60 suara. Calon lainnya, Susilo, meraih 19 suara. Lalu disusul Laode Rijai dengan 5 suara. Selanjutnya, profil tiga bakal calon itu akan diserahkan kepada Kemenristekdikti untuk diteliti rekam jejak serta visi-misinya. Dalam regulasi tersebut, disebutkan jika menteri tak serta-merta menunjuk salah satu dari tiga nama yang masuk tiga besar tersebut. Tetapi, menteri akan menggunakan suaranya. Porsinya 35 persen. Dari total anggota senat yang hadir dalam sidang pleno pemungutan suara pada tahap kedua.

Besaran suara menteri pun ternyata masih bisa berubah. Bergantung jumlah anggota senat yang hadir dalam proses pemilihan tahap kedua itu. Mengacu pada Permenristekdikti 19/2017 dan Peraturan Senat Universitas Mulawarman 1/2018 tentang Tata Tertib Pemilihan Rektor. Sebelum memulai pemungutan suara, akan dihitung terlebih dahulu jumlah suara yang menjadi hak menteri. Jika seluruh anggota senat hadir (87 orang), jumlah surat suara yang akan diberikan kepada menteri sebanyak 47 suara. Jumlah tersebut diperoleh dari perhitungan suara menteri (35 persen) dibagi suara senat (65 persen) dikali 87 (jumlah senat jika seluruhnya hadir). Namun, jumlah 47 surat suara menteri bisa saja berkurang, jika jumlah senat yang hadir ternyata kurang dari 87 orang. Hanya, kehadiran suara senat minimal dua per tiga dari jumlah senat keseluruhan. Jika dua per tiga, berarti senat yang hadir paling sedikit adalah 58 orang. Itu adalah syarat dimulainya pemungutan tahap kedua tersebut.

"Terserah mau menggunakan seluruh surat suara untuk satu calon atau dibagi dengan calon lainnya. Kami tidak tahu, mereka (Menristekdikti) yang menentukan. Biasanya sudah ada perintah menteri," pungkas Ihwan. (*/dq/riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 22:29

Maju Pilwali Samarinda, Ini Pesan Ustadz Das'ad ke Apri Gunawan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Ustadz Das'ad Latif berkunjung ke kota Samarinda…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:27

Kasus Kosmetik Ilegal, Belum Tetapkan Tersangka

Ratusan jenis kosmetik disita dari tangan para pedagang nakal. Anehnya,…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:25

Penenun Minim Regenerasi, Ternyata Ini Sebabnya

Tangan dan kaki Sahriyuni beradu. Dengan cermat, perempuan 34 tahun…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:22
SURVEI POLA MAKAN KAUM MILENIAL

Remaja Samarinda Sangat Suka Ngemil

Kebiasaan ngemil menggantikan makanan berat, kini menjadi kebiasaan para milenial…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:20

Jamaah Haji Datang, Keluarga Diharapkan Tertib saat Menjemput

SAMARINDA–Ibadah haji merupakan rukun iman kelima bagi mereka yang mampu.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:17

Ruko di Stadion Segiri “Menyala”

“RUMAH” Borneo FC sempat jadi perhatian Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar)…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:57

Bukannya Bikin Cantik, Kosmetik Ini Bisa Bikin Kanker

Untuk memperoleh kulit menawan, memang harus bermodal. Hal itu dimanfaatkan…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:55

Cuma Dua Hari, Dokumen Palsu Jadi

SAMARINDA–Yang diperbuat Adi Irsandi (44), di balik meja kerja dari…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:55

Dua Lokasi “Diserang” si Jago Merah

SAMARINDA–Malam beranjak pergi, kemarin (22/8), suara sirene pemadam kebakaran memecah…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:54

Balada Sekolah Menumpang, Dua SMP Negeri Diresmikan Tanpa Gedung

Angin sepoi-sepoi membelai wajah guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) 48…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*