MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 07 Agustus 2018 19:41
Penurunan Tanah Dianggap Lumrah di Bawah Flyover
RETAK BIASA?: Retakan flyover Air Hitam kian melebar.

PROKAL.CO, class="p1">POLEMIK rancangan oprit Flyover Air Hitam yang disebut mengancam konstruksi jembatan ditepis ahli konstruksi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Thamrin Rahman. Menurutnya, retakan pada dinding oprit hal lumrah. Tidak berdampak pada konstruksi jembatan. Adapun penurunan yang terjadi sekarang adalah proses konsolidasi akibat beban oprit. Sebab, oprit tidak disanggah dengan tiang pancang. “Hanya didudukkan di atas aspal. Karena berat, maka terjadilah konsolidasi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, ada waktu tertentu untuk proses tersebut. Namun, untuk penurunan kali ini sebagai penurunan primer atau penurunan sesaat. “Pada saat ditimbun langsung turun sekian sentimeter. Tinggal melihat, apakah masih besar penurunannya setelah ini,” katanya.Thamrin melanjutkan, ada yang namanya penurunan lanjutan. Itu bisa turun dalam lima sampai sepuluh  tahun ke depan. Tapi yang besar penurunannya pada tiga tahun pertama. “Bergantung jenis tanahnya. Kalau di daerah Jalan AW Sjahranie tanahnya lempung, memang harus terjadi konsolidasi, itu lumrah. Lagi pula flyover tidak alami penurunan, bagian oprit memang iya,” bebernya.

Mengenai retakan yang terjadi pada sisi kiri dan kanan bagian tersebut, disebabkan bagian tersebut tertarik. Pasalnya, ada bagian oprit yang menurun dan ada yang tidak. “Sisi Jalan AW Sjahranie kan sebagian ada yang dipancang dan tidak (oprit). Makanya kalau melintas ada cekungan. Terbukti bentang atas tidak turun,” terangnya. Menurutnya, tanah yang ditimbun sudah tidak menyatu dengan beton di atasnya. Itu dikarenakan oprit di sisi Jalan AW Sjahranie sudah disanggah dengan tiang pancang. 

“Makanya sekarang sudah tidak bergerak,” sebutnya. Pemancangan tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penurunan berlebihan. Dia menilai, hal tersebut biasa saja. “Yang bahaya kalau tekanan oprit itu mendorong abutment di depannya. Sepanjang tidak terjadi, tidak masalah. Tinggal perbaiki opritnya,” sarannya. 

Terkait penanganan yang ideal, dia tidak berani berspekulasi terlalu jauh. Pasalnya, sudah ada Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ). “Layak atau tidaknya dioperasikan, mereka yang lebih berhak komentar. Kalau sudah dibilang layak dan bersertifikat artinya layak. Kan sudah ada surat kelayakannya,” pungkasnya. (*/dq/riz/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 23:22

Perlu Duduk Bersama Bahas Pembebasan Lahan

SAMARINDA–Pembebasan lahan jalan pendekat Jembatan Mahkota II masih abu-abu. Dinas…

Kamis, 05 Desember 2019 23:19

Kasus Tambang di Lahan Sekolah, Ada Kesepakatan, Peraturan Terabaikan

Aktivitas pertambangan yang menghebohkan warga di Jalan Pusaka, Kelurahan Lok…

Kamis, 05 Desember 2019 23:17

Tak Diberi Uang Bensin, Suami Tega Pukul Istri

SAMARINDA–Lantaran tidak diberi uang Rp 100 ribu, Arisal (45) tega…

Kamis, 05 Desember 2019 23:15

Warga Perkarakan Penggunaan Lahan Sembarangan

Buhaera kaget mendengar sebagian tanahnya berubah jadi kubangan besar yang…

Kamis, 05 Desember 2019 21:46

ABK Tug Boat Danny 20 Tenggelam saat Perbaiki Baling-Baling, Begini Tim SAR Mencari Jasad Korban

SAMARINDA - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Rudiansyah (19) tenggelam…

Kamis, 05 Desember 2019 10:40

Minta Petani Kaltim Tangkap Peluang Ekspor Pisang ke Malaysia

SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kaltim Safuad berharap dengan…

Kamis, 05 Desember 2019 10:37

Penyelesaian Masalah Ini, DPRD Bontang Minta Bantuan ke DPRD Kaltim

SAMARINDA - Sejumlah Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang menyambangi Kantor DPRD…

Kamis, 05 Desember 2019 10:35

Jangan Tumpuk Realisasi Anggaran di Akhir Tahun

SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf berharap seluruh Organisasi…

Kamis, 05 Desember 2019 10:33

Minta Agar Website Disnakertrans Update dan Reward dari BPJS

SAMARINDA- Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh menginginkan agar…

Kamis, 05 Desember 2019 10:27

Banyak Aset Daerah Tak Terdata dan Tak Terurus, Ini Kata Ketua Komisi II

Berdasarkan hasil penelusuran Komisi II DPRD Kaltim, terdapat banyak aset…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.