MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 07 Agustus 2018 19:41
Penurunan Tanah Dianggap Lumrah di Bawah Flyover
RETAK BIASA?: Retakan flyover Air Hitam kian melebar.

PROKAL.CO,

POLEMIK rancangan oprit Flyover Air Hitam yang disebut mengancam konstruksi jembatan ditepis ahli konstruksi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Thamrin Rahman. Menurutnya, retakan pada dinding oprit hal lumrah. Tidak berdampak pada konstruksi jembatan. Adapun penurunan yang terjadi sekarang adalah proses konsolidasi akibat beban oprit. Sebab, oprit tidak disanggah dengan tiang pancang. “Hanya didudukkan di atas aspal. Karena berat, maka terjadilah konsolidasi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, ada waktu tertentu untuk proses tersebut. Namun, untuk penurunan kali ini sebagai penurunan primer atau penurunan sesaat. “Pada saat ditimbun langsung turun sekian sentimeter. Tinggal melihat, apakah masih besar penurunannya setelah ini,” katanya.Thamrin melanjutkan, ada yang namanya penurunan lanjutan. Itu bisa turun dalam lima sampai sepuluh  tahun ke depan. Tapi yang besar penurunannya pada tiga tahun pertama. “Bergantung jenis tanahnya. Kalau di daerah Jalan AW Sjahranie tanahnya lempung, memang harus terjadi konsolidasi, itu lumrah. Lagi pula flyover tidak alami penurunan, bagian oprit memang iya,” bebernya.

Mengenai retakan yang terjadi pada sisi kiri dan kanan bagian tersebut, disebabkan bagian tersebut tertarik. Pasalnya, ada bagian oprit yang menurun dan ada yang tidak. “Sisi Jalan AW Sjahranie kan sebagian ada yang dipancang dan tidak (oprit). Makanya kalau melintas ada cekungan. Terbukti bentang atas tidak turun,” terangnya. Menurutnya, tanah yang ditimbun sudah tidak menyatu dengan beton di atasnya. Itu dikarenakan oprit di sisi Jalan AW Sjahranie sudah disanggah dengan tiang pancang. 

“Makanya sekarang sudah tidak bergerak,” sebutnya. Pemancangan tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penurunan berlebihan. Dia menilai, hal tersebut biasa saja. “Yang bahaya kalau tekanan oprit itu mendorong abutment di depannya. Sepanjang tidak terjadi, tidak masalah. Tinggal perbaiki opritnya,” sarannya. 

Terkait penanganan yang ideal, dia tidak berani berspekulasi terlalu jauh. Pasalnya, sudah ada Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ). “Layak atau tidaknya dioperasikan, mereka yang lebih berhak komentar. Kalau sudah dibilang layak dan bersertifikat artinya layak. Kan sudah ada surat kelayakannya,” pungkasnya. (*/dq/riz/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 13:22

Diringkus saat Menunggu Pembeli Sabu

PERNAH mendekam di bui karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu, M…

Senin, 28 September 2020 18:48

Ternyata Warga Tak Bisa Dikasih Hati

Masuknya Kaltim dalam tiga besar nasional kasus terkonfirmasi Covid-19 beberapa…

Senin, 28 September 2020 18:47

Cerita Perjuangan Perawat Melawan Covid-19 saat Mengandung

Perawat jadi bagian penting penanganan pasien. Namun, di tengah pandemi…

Senin, 28 September 2020 18:46

SiLPA Meningkat, Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

SAMARINDA – Penghuni gedung dewan Basuki Rahmat (DPRD Samarinda) bakal…

Senin, 28 September 2020 18:45

Dianggap Tabrak Masterplan, Pembangunan Ruangan di Sekolah Ini Disetop

SAMARINDA – Pembangunan ruangan laboratorium bahasa SMA 13 Samarinda terhenti…

Senin, 28 September 2020 16:38

Batuk Terus Menerus, Lalu Meninggal di Mes

SUNGAI KUNJANG. Penemuan jasad Dani Ramadani Pohan (53) di kamar…

Senin, 28 September 2020 16:36

Soal Pilkada di Kaltim, Ini Sikap Partai Gelora Kaltim

PARTAI Gelora Indonesia terus berkibar pasca didapatkannya Surat Keputusan (SK)…

Senin, 28 September 2020 16:11

Lima Pejabat Pemprov Kaltim yang Kini Mengemban Tugas Memimpin Daerah

Lima daerah di Kaltim dipimpin oleh penjabat sementara (Pjs). Sebab,…

Senin, 28 September 2020 15:55

Jangan Disamakan dengan Tepian, Citra Niaga Boleh Melayani Pesan Antar, PKL Belum Tentu

Sejak Rabu (23/9), tim Satgas Covid-19 Samarinda sudah mengeluarkan hukuman…

Senin, 28 September 2020 15:54

Kebut Peningkatan Kapasitas, PDAM Tambah Produksi hingga 100 Liter per Detik

SAMARINDA–Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers