MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 03 Agustus 2018 13:20
Ampas Berbahaya bagi Manusia
ilustrasi

PROKAL.CO,

DALAM dunia peternakan, dikenal antibiotik imbuhan pakan atau antibiotic growth promoter (AGP). Ini tambahan pakan yang bertujuan menghambat pertumbuhan bakteri dalam saluran pencernaan ternak agar mendapatkan bobot lebih baik. Juga merangsang pertumbuhan.

Penggunaan AGP pada unggas diberikan dengan dosis sub-terapeutik atau di bawah dosis normal. “Sesuai asal katanya yakni antibiotik, jadi fungsinya mencegah mikroba atau bakteri dalam usus ayam seperti Salmonella berkembang,” terang dr Nathaniel Tandirogang, ahli mikrobiologi Fakultas Kedokteran (FK) Unmul.

Mikroba dikenal memiliki daya adaptasi tinggi. Nah, kehadiran AGP pada pakan ternak bukan membunuh bakteri, melainkan hanya menghambat. Semakin lama, bakteri mampu berdaptasi, alhasil, bakteri resistansi atau bertahan terhadap antibiotik.

Kekhawatiran pun meluas. Dijelaskan Nathaniel, bakteri yang resistan terhadap antiobiotik keluar bersama kotoran ayam. Hal itulah yang kemudian menginfeksi manusia. Bakteri tidak lagi mempan dengan antibiotik saat manusia berobat.

“Misal bakteri Salmonella tidak mempan lagi dengan Kloramfenikol. Sebab, antibiotik itu ada di AGP,” jelas Nathaniel. Lebih lanjut, residu antibiotik pada AGP terdapat pada daging ayam. “Berkemungkinan pada manusia yang mengonsumsi ayam AGP juga bisa resistansi terhadap antibiotik,” paparnya.

Sejauh ini belum ada riset terkait hal tersebut. Adanya residu antibiotik AGP pada ayam berpindah ke tubuh manusia. Namun ditekankan Nathaniel, bakteri resistansi itulah yang membawa masalah.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers