MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTARA

Minggu, 29 Juli 2018 08:42
Hujan Deras, Tarakan Banjir
SETINGGI LUTUT: Air menggenangi Jalan Agus Salim, setelah hujan deras mengguyur Tarakan, Sabtu (28/7).(JULIAN/ BULUNGAN POST)

PROKAL.CO, TARAKAN – Beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tarakan. Durasi waktu yang lama membuat beberapa terendam air hingga lutut orang dewasa.

Jalan Kusuma Bangsa, Gunung Lingkas, Tarakan Timur, tepatnya di depan Tempat Hiburan Malam (THM) Trendy ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Tidak hanya hujan, drainase di kawasan tersebut tak mampu lagi menahan volume air.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Agus Salim, Selumit, Tarakan Tengah, tepatnya dimulai dari depan Baznas Tarakan hingga diler motor Honda.  Titik terparah lainnya di Jalan KH Dewantara, Kelurahan Karang Balik hingga Lapas Klas II Tarakan.

Beberapa kendaraan bahkan sampai mogok. Walhasil, pengendara lainnya, terutama sepeda motor lebih memilih untuk melewati trotar agar kendaraannya tidak mogok.Selain banjir, genangan air tersebut juga membawa sampah.

Suminah, warga Gunung Lingkas mengatakan, banjir selalu terjadi. Terutama ketika hujan lebih dari 30 menit. Dia dan warga lainnya pun terpaksa mengangkat barang-barangnya ke posisi yang aman. Minah menambahkan, selain banjir, keresahan warga lainnya adalah sisa lumpur dan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.

“Biasa terjadi di sini. Jadi warga sekitar sudah mengerti dan sudah capek harus menyalahkan pemerintah terus-terusan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perairan dan Pengendalian Banjir, Saparuddin menerangkan, penanganan banjir sudah diwacanakan dari tiga tahun lalu. Bentuk nyata pemerintah dengan membuat penanggulangan banjir di Kelurahan Sebengkok.

“Saat ini, proyek penanganan banjir yang di Kelurahan Sebengkok masih dalam proses. Alhamdulillah sudah mengurangi banjir yang terjadi meskipun belum begitu rampung,” ungkapnya, Sabtu (28/7).

Sedangkan untuk di Jalan Kusuma Bangsa, pihaknya mengakui jika drainase di sekitar kawasan tersebut tidak ada. Menyebabkan air pun meluap ke badan jalan. “Di mana-mana bangunan pagar perusahaan jadi kita sulit. Tapi kita akan cari solusinya,” jelasnya.

Untuk daerah selumit, Udin mengaku penyebab banjir adalah jalan melengkung, dan kecilnya gorong-gorong. Sehingga air tidak mengalir dengan baik. Ditambah lagi dengan pasir yang menumpuk, membuat aliran air pun tersendat.

“Kita sempat menggantikan dengan gorong-gorong besar untuk mengurangi terjadinya luapan air saat hujan deras. Tetapi karena keterbatasan anggaran hanya sampai Masjid Almaarif, untuk yang daerah Baznas sekitarnya, kita akan tangani secepatnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Udin mengatakan untuk banjir yang terjadi di Kelurahan Karang Balik pihaknya mengakui sudah mewacanakan hal tersebut sejak lama. Namun terhambat pembebasan lahan dan pengerukan sungai.

“Daerah tersebut sejak lama kita ingin lakukan peremajaan, namun kendala kita di sana hanya pembebasan lahan. Masyarakat tidak ingin mengorbankan sedikit tanahnya untuk pembangunan pengendalian banjir padahal kan demi masyarakat di sana juga,” tegasnya.

Meskipun begitu, Udin meminta kepada masyarakat agar bersabar. Pihaknya telah mengupayakan berbagai cara agar masyarakat yang berada di titik banjir nyaman jika hujan deras mengguyur. (*/ade/rio/iza/k9)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 13:40

45 Anak Perbatasan RI Malaysia Ikut Sunatan Massal Digelar Yonif Raider 600 Modang, Begini Ekspresinya

SAMARINDA - Prajurit TNI Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang menggelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers