MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Jumat, 13 Juli 2018 10:59
Pemantas Generasi Emas

(2) Kroasia vs Inggris (1)

SEJARAH BARU: Mario Mandzukic menjadi penentu kemenangan Kroasia atas Inggris berkat golnya pada menit ke-109.

PROKAL.CO, class="Default">MOSKOW – Pelatih Kroasia Zlatko Dalic sempat bingung dengan sikap para pemainnya di partai semifinal Piala Dunia kemarin (12/7) melawan Inggris. Semua menolak diganti. Padahal, di babak 16 besar dan perempatfinal, Luka Modric dkk harus berjibaku sampai adu penalti untuk memastikan kelolosan.

“Saya ingin membuat pergantian pemain lebih awal karena saya tahu mereka (pemain) kelelahan. Namun, setiap kali saya akan melakukannya, mereka mengatakan kepada saya jika baik-baik saja,” kata Dalic seperti diberitakan ESPN kemarin. “Jadi bagaimana mungkin saya berkata kepada mereka kalau apa yang mereka katakan tidaklah nyata?”

Jadi, akhirnya pergantian “tercepat” yang dilakukan Dalic terjadi pada menit ke-95. Bek kiri Ivan Strinic akhirnya tak kuasa menahan penat di kakinya yang kemudian digantikan Josip Pivaric.

“Mungkin karena pertandingan ini punya pengaruh yang sangat besar dalam sejarah sepak bola kami. Mereka tak mau melewatkan kesempatan menjadi bagian dalam sejarah itu,” tutur Dalic.

Dan mentalitas tak kenal menyerah oleh Kroasia menuai hasil indah. Setelah gawang Kroasia dibobol tendangan bebas bek Inggris Kieran Trippier pada menit kelima, armada Vatreni kemudian menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic (68'). Kemudian gol Mario Mandzukic (109') membawa Kroasia ke final.

Di partai final Minggu (15/7) mendatang, Kroasia sudah ditunggu Prancis. Laga puncak itu akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki. Dalic mengungkapkan, meski Prancis dalam kondisi lebih fit karena Les Bleus tak menjalani tiga extra time dan dua penalti seperti Kroasia, pelatih 51 tahun itu yakin skuatnya sama siapnya ketika bertemu Denmark, Rusia, ataupun Inggris.

Mantan pelatih Al-Ain tersebut ditulis Daily Nation kemarin memang lebih bekerja sebagai motivator tim atau psikolog. Sebab, secara teknik, tak ada yang meragukan permainan Kroasia.

“Buat apa saya mengajari mereka bermain sepak bola kalau mereka adalah sekumpulan pemain fantastik. Saya bertugas di sini bukan untuk bicara taktik kepada mereka,” tutur Dalic. “Karena itulah mereka menerima saya,” tambah pelatih kelahiran Livno, Bosnia Herzegovina, itu.

Lantas apa yang dikatakan Dalic kepada para pemain, sehingga mereka bisa bermain ngotot dan tetap kepala dingin? “Saya berkata kepada mereka kalau cuma tim dengan karakter kuat yang bisa menang. Dan sekali lagi kami menunjukkan kalau kami adalah tim yang tak gampang menyerah,” tutur Dalic.

Dalic juga mengatakan sudah siap seandainya pertempuran di final kembali harus dijalani dengan extra time dan adu penalti. Malahan skuat Kroasia jauh lebih siap ketimbang Prancis jika menghadapi situasi ini. Prancis dalam perjalanannya ke final selalu menang dalam 90 menit.

Sementara itu, bek Kroasia Dejan Lovren kepada The Telegraph kemarin mengatakan timnya jauh lebih unggul dari Inggris. Baik sisi mental maupun kualitas permainan.

Bek Liverpool itu juga berhasil membayar lunas rasa malunya setelah sembilan bulan lalu dipermalukan penyerang Inggris Harry Kane. Kane dan Tottenham Hotspur menang 4-1 atas Liverpool di Stadion Wembley.

“Saya kira setelah pencapaian kami di final, seluruh dunia akan mengingat kami sebagai salah satu generasi emas selain generasi Kroasia 1998 yang menembus semifinal. Bahkan dalam 20 tahun ke depan, skuat Kroasia 2018 akan diingat sebagai salah satu yang terbaik,” kata Lovren. (dra/jpg/ndy/k16)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 11:03

Persiapan MotoGP 2020 Dimulai Hari ini

VALENCIA- Rider MotoGP tidak punya waktu lama untuk istirahat. Mereka…

Selasa, 19 November 2019 10:59

Rindu Kemenangan

Empat laga terakhir tanpa menuai menang, membuat Borneo FC kesulitan…

Selasa, 19 November 2019 10:59

Fokus Pemulihan Cedera

MAKASSAR – Saat pemain lain memilih pulang kampung dan menikmati…

Selasa, 19 November 2019 10:55

Tak Banyak Nama Baru Untuk Euro 2020

FRANKFURT– Jerman akan menghadapi laga terakhir di kualifikasi Euro 2020…

Selasa, 19 November 2019 10:54

Jalan Juara Grup Pun Tak Akan Gampang

NYON– Pelatih Belanda Ronald Koeman kepada NU mengatakan timnya mengejar…

Selasa, 19 November 2019 10:51
BRASIL vs KOREA SELATAN

Samba Buru Ending Sempurna

ABU DHABI- Tahun 2019 tampaknya bakal berjalan tanpa cela bagi…

Selasa, 19 November 2019 10:49
Kampiun ATP Finals 2019

Stefanos Tsitsipas, Juara Termuda Sejak Hewitt 2001

LONDON– Tahun lalu, Stefanos Tsitsipas hanyalah seorang pemuda menjadi juara…

Selasa, 19 November 2019 10:38

Neymar, Antara Comeback dan Kontrak

PEKAN ini jadi momen krusial bagi Neymar Jr. Bagaimana tidak.…

Senin, 18 November 2019 12:49
(8) Indonesia vs Sri Lanka (0)

Start Menjanjikan Indonesia

BALIKPAPAN–Timnas Pelajar Indonesia tampil menjanjikan pada laga pembuka Asian School…

Senin, 18 November 2019 12:12

Penutup Musim yang Sempurna Marquez dan Repsol Honda

VALENCIA- Prestasi Marc Marquez bersama Repsol Honda pada musim 2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*