MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 30 Mei 2018 06:39
Kinerja BPR Butuh Perhatian
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sudah sesuai fungsi, mereka tetap butuh perhatian serius. Pasalnya, kredit BPR pada 2017 mengalami penurunan hingga 8,48 persen. Diikuti penurunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 3,01 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto membenarkan bahwa kinerja BPR sedang mengalami penurunan dari sisi kredit dan DPK. Pada 2017, jumlah penyaluran kredit BPR hanya Rp 225 miliar dan DPK mencapai Rp 186 miliar.

“Ini memang menjadi perhatian serius untuk meningkatkan inklusi keuangan BPR. Penurunan kinerja tersebut salah satunya karena banyak nasabah yang potensial justru diambil bank umum,” tuturnya kepada Kaltim Post, Selasa (29/5).

Menurutnya, penyaluran kredit BPR saat ini sebagian besar disalurkan untuk modal kerja. Hal itu tecermin dari porsi kredit modal kerja yang mencapai 44,45 persen. Disusul oleh kredit konsumsi sebesar 42,12 persen dan porsi kredit investasi sebesar 13,43 persen.

“Kredit pada sektor lapangan usaha 43,85 persen berasal dari perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 57,16 miliar,” ungkapnya.

Perkembangan usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kaltim juga tidak lepas dari dukungan BPR. Penyaluran kredit BPR untuk UMKM pada 2017 mencapai Rp 121 miliar. Namun sayangnya, jumlah tersebut menurun 15 persen dibandingkan 2016.

“Tak hanya penyaluran kredit dan DPK. Untuk LDR (loan to deposit ratio) juga mengalami penurunan dari 116,98 persen, saat ini hanya 60,93 persen. Tentunya hal itu terjadi sejalan dengan penurunan penyaluran kredit,” katanya.

Dia menjelaskan, penyaluran kredit yang menurun tentunya membuat non-performing loan (NPL) gross BPR membaik. Tapi masih sangat tinggi, yaitu dari 11,92 persen, saat ini hanya 11 persen. NPL kredit BPR tertinggi berdasarkan jenis penggunaan berasal pada kredit modal kerja, yaitu sebesar 14,22 persen.

“NPL sektor ekonomi tertinggi berasal dari jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 54,12 persen. Sementara itu pada sektor UMKM, NPL tertinggi berasal dari usaha menengah sebesar 18,33 persen,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers