MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 30 April 2018 08:31
Pengembangan Pariwisata di Kabupaten PPU
Indahnya Alam di Kabupaten Penajam Paser Utara
WISATA BARU: Air Terjun Rimbawan berada di kawasan konservasi hutan yang masuk dalam area Hak Guna Usaha PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang viral di sosial media.

PROKAL.CO, Pengembangan pariwisata kian menjadi fokus utama Pemkab PPU. Peningkatan sarana dan prasarana objek wisata pun dilakukan. Khususnya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar potensi objek wisata.

OBJEK wisata alam di PPU tidak kalah menarik dengan kabupaten/kota lain yang ada di Kaltim. Tersebar di beberapa lokasi, siap menawarkan sensasi keindahan bagi para pengunjung yang datang. Mulai keindahan pantai dengan desiran ombaknya. Guyuran air terjun di tengah rimbunnya hutan. Hingga keelokan gua batuan alam yang menyejukkan mata. Bahkan ada wisata buatan, berupa waduk dan penangkaran rusa yang kerap menjadi lokasi bagi pengunjung untuk berswafoto.

Sedikitnya, ada belasan lokasi wisata alam yang coba dikembangkan oleh pemerintah setempat. Fokusnya guna peningkatan perekonomian masyarakat. Terutama pada objek wisata alam yang paling tersohor saat ini. Yakni, Kawasan Wisata Bahari Pantai Tanjung Jumlai. Letaknya sepanjang 15 kilometer, membentang dari Kelurahan Tanjung Tengah, Saloloang, Kampung Baru dan Pejala, yang ada di Kecamatan Penajam.

Lebar bibir pantainya sekira 150 meter. Pohon kelapa yang tumbuh di pesisir pantai kian menambah keindahan suasananya. Belum lagi, panorama bawah laut yang eksotis. Dengan terumbu karang yang terjaga keasriannya. Dalam Kawasan Wisata Bahari, terdiri beberapa objek wisata. Mulai Pantai Saloloang, Pantai Corong, dan Pulau Gusung, dan Dermaga Pariwisata yang ada di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam.

Lalu, Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam. Tak pelak, Kawasan Wisata Bahari Pantai Tanjung Jumlai menjadi pilihan bagi wisata keluarga maupun penikmat wisata bahari bawah laut.

Objek wisata pantai lainnya berada di Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam. Pantai bernama Sipakario atau lebih dikenal dengan Pantai Nipahnipah ini berada di Jalan Coastal RoadKilometer 8. Lokasi cukup strategis, berada di dekat pusat pemerintahan. Sangat mudah pula jika dijangkau berkendara dari Pelabuhan Ferry Pangeran Panji Kusuma Negara, maupun Dermaga Kelotok Penajam. Pasirnya yang putih menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai yang dekat dengan Teluk Balikpapan ini. Malam hari, pengunjung bisa menikmati gemerlap Kota Balikpapan dari seberang lautan.

Selain wisata pantai, PPU juga memiliki beberapa wisata gua. Mulai dari Guo Besiang Putra dan Guo Besiang Putri di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru dan Gua Tembolo dan Goa Prijak di Desa Sesulu, Kecamatan Waru. Gua alami lainnya juga berada di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, yakni Goa Tolu Liang dan Goa Liang Pagar. Terakhir, Gua Kembar yang berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku. Stalaktit atau mineral batuan yang menggantung di langit-langit gua tersebut semakin mempercantik keindahannya. Berkilauan bak emas saat mendapat sinar matahari. Ribuan kelelawar yang mendiami gua membuat objek wisata ini kian eksentrik kala dikunjungi.

Setelah mengunjungi gua alami, tidak lengkap rasanya jika belum menyambangi ekowisata Pohon Agathis yang ada di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku dan Air Terjun Tembinus yang ada di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku. Pohon agathis (Agathis borneensis) yang berdiri tegak di kawasan hutan PT Itci Kartika Utama (ITCIKU) itu memiliki diameter 2,15 meter dengan tinggi 28 meter tersebut telah berumur sekira 1.000 tahun. Diklaim sebagai pohon agathis terbesar di Indonesia. Sedangkan air terjun Tembinus berada di lokasi Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI Hutani Manunggal (IHM). Air terjun dengan tinggi tebing kurang lebih sekira 70 meter tersebut memiliki guyuran air yang cukup jernih. Khas air pegunungan. 

Walau didominasi wisata alam, PPU juga memiliki beberapa wisata buatan yang wajib dikunjungi, yakni Penangkaran Rusa diDesa Api-Api Kecamatan Waru. Penangkaran rusa ini merupakan tempat bermukimnya ratusan rusa dari jenis Rusa Sambar (Cervus unicolor, Brookei) dan Rusa Timor (Cervus timorensis). Terhampar seluas 50 hektare, pengunjung bisa menikmati taman wisata Penangkaran Rusa ini. Lainnya adalah Waduk Warudi Desa Sesulu, Kecamatan Waru dan Waduk Babulu yang berada di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Waduk Waru memiliki luas kurang lebih 10 hektare yang bisa dijadikan sebagai bumi perkemahan dan pemancingan. Sementara Waduk Babulu memilikiluas sekira 5 hektare yang biasa dijadikan area pemancingan bagi pengunjung. Ada pula peninggalan bersejarah berupa Meriam Jepang yang berlokasi di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam. Jika berkunjung ke PPU, rasanya tak afdal jika tak mendatangi untuk berswafoto di lokasi tersebut.

Beragam langkah perbaikan pun telah dilakukan walaupun belum tuntas seluruhnya. Mulai pembangunan infrastruktur pendukung sampai upaya masyarakat sekitar mengolah objek wisata tersebut. Agar lebih menarik untuk diperkenalkan ke khalayak. “Akhirnya, (PPU) menjadi terkenal. Lalu, meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah. Pemimpin nanti harus bisa melanjutkan pengembangan sektor pariwisata ini,” pesan Bupati PPU Yusran Aspar dalam beberapa kesempatan.  

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang baru, aktif melaksanakan tugas awal 2017 sudah berupaya maksimal. Termasuk melakukan pembenahan sumber daya manusia untuk pengembangan pariwisata dan kebudayaan di PPU. Khususnya untuk memberikan manfaat bagi pendapatan masyarakat di sekitar potensi objek wisata. Termasuk menanamkan Cinta Benuo Taka untuk mengenalkan potensi objek wisata yang ada di daerah. Mulai anak-anak hingga dewasa. “Tari Kolosal Ronggeng khas suku Paser salah satunya yang sudah kami lakukan,” kata Kepala Disbudpar PPU Tita Deritayati ditemui akhir pekan lalu.

Upaya lainnya dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan potensi wisata, menyosialisasikan Gerakan Sadar Wisata (Gerak Sawit) Buen kepada masyarakat, dan mengadakan event kesenian untuk generasi muda yang dirangkai pengenalan program kepariwisataan pun telah ditunaikan. Hingga pelestarian budaya pesta adat Nondoi. Disbupdar pun telah menyokong kegiatan yang dilaksanakan masyarakat yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata. Keterbatasan anggaran yang ada pun tidak menghalangi Disbudpar mengenalkan pariwisata PPU ini kepada masyarakat maupun khalayak luar. Tak luput, menjalin kerja sama dengan mitra dan pelaku jasa usaha pariwisata. “Kami ingin pariwisata PPU bisa dilirik wisatawan domestik maupun mancanegara,” harap mantan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) PPU ini.

Keterbatasan anggaran di daerah tidak membuat Disbudpar patah semangat. Langkah mengupayakan pembiayaan anggaran di bidang kepariwisataan di Pemerintah Pusat telah ditempuh. Namun, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mensyaratkan setiap daerah untuk melampirkan dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda). Dalam pengusulan pembiayaan pembangunan sektor kepariwisataan. Karena melalui dokumen tersebut, mengatur sasaran pembangunan pariwisata daerah. Di samping itu, perlunya pembebasan lahan yang dibuktikan dengan sertifikat. Dua syarat itu wajib dipenuhi untuk mendulang Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat itu. “Banyak dana dari Pusat yang bisa disalurkan ke daerah. Melalui program pengembangan SDM dan atraksi budaya. Tapi harus ada grand design pariwisata lewat Rippda. Makanya kami berharap, TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bisa menganggarkan penyusunan Rippda,” pungkasnya. (adv/*/rkp/one/k11)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 13:42

"Dicueki" Bisa Terancam Sanksi, Tak Umumkan RUP, Bakal Kesulitan Anggaran

Kutim diwajibkan menjelaskan ke publik terkait rencana umum pengadaan (RUP) secara…

Selasa, 12 November 2019 13:41

Faktor Alam Mengkhawatirkan, Riskan Merusak Jaringan Listrik

TANJUNG REDEB–Meminimalkan terjadinya gangguan listrik karena faktor alam, PT PLN…

Selasa, 12 November 2019 13:40

Kekuatan Kodim Pas-pasan

SANGATTA–Kodim 0909/Sangatta kekurangan personel. Untuk diketahui, hingga saat ini, baru…

Selasa, 12 November 2019 13:39

Pebalap Liar di Bawah Umur Tumbuh Subur, Tilang dan Pembinaan Tak Mempan

Aksi kebut-kebutan di jalan, seolah jadi “penyakit masyarakat” yang sulit…

Selasa, 12 November 2019 13:38

8,34 Persen Wilayah Kukar Lubang Tambang

DRD mengadakan diskusi di kantor Bappeda Kukar kemarin (11/11). Bupati…

Selasa, 12 November 2019 13:37

RSUD Fokus Pertahankan Akreditasi Paripurna

TENGGARONG – Menjelang survei akreditasi rumah sakit tahun 2019, RSUD…

Selasa, 12 November 2019 13:36

Kerusakan Gedung SD Beloan Semakin Parah

SENDAWAR - Angin disertai hujan menjadikan fisik bangunan SD 08 Kampung…

Selasa, 12 November 2019 13:36

Formasi CPNS di Paser Diumumkan Hari Ini

TANA PASER – Jika sejumlah daerah lainnya di Kaltim sudah…

Selasa, 12 November 2019 13:35

Minim Anggaran, Tahun Depan Damkar Bentuk OPD Baru

TANA PASER - Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Katsul Wijaya…

Senin, 11 November 2019 23:17

Sebagian Sambaliung Rawan Banjir

SAMBALIUNG–Memasuki musim hujan, beberapa ruas jalan di Kecamatan Sambaliung kerap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*