MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 27 April 2018 07:06
Kredit Bank Mandiri Tumbuh 7 Persen
-

PROKAL.CO, class="first-paragraph-bottom-zero">JAKARTA - Hingga Maret 2018, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 703 triliun. Jumlah ini naik 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, peningkatan kredit produktif tecermin dari penyaluran kredit investasi yang naik 6,4 persen, menjadi Rp 199,7 triliun. Sementara kredit modal kerja yang mencapai Rp 276,5 triliun.

Pada akhir Maret 2018, pembiayaan segmen large corporate mencapai Rp 20,9 triliun, tumbuh 8,9 persen. Sedangkan di segmen kredit mikro, tumbuh 22,6 persen menjadi Rp 85,6 triliun. Sedangkan pada kredit consumer, tumbuh 14,7 persen dengan nilai Rp 79,8 triliun.

“Sebagai bank BUMN, kami terus menjaga konsistensi dalam mendukung program-program strategis pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan,” kata Kartika di kantornya, Selasa (24/4).

Contoh nyata dukungan tersebut, katanya, terlihat melalui kinerja perseroan dalam penyaluran kredit infrastruktur yang sebesar Rp 137 triliun atau 59 persen dari total komitmen yang telah diberikan hingga Maret 2018 sebesar Rp 232,6 triliun. Nilai tersebut disalurkan kepada tujuh sektor utama. Yakni transportasi Rp 36 triliun, tenaga listrik Rp 34,5 triliun, migas & energi terbarukan Rp 13,6 triliun, konstruksi Rp 15,2 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota Rp 9,2 triliun, telematika Rp 8,2 triliun, jalan tol Rp 9,8 triliun, dan infrastruktur lainnya Rp 10,7 triliun.

Bentuk dukungan lain juga tecermin pada penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada tiga bulan pertama 2018 sebesar Rp 3,55 triliun. Itu setara 24,4 persen dari target Rp 14,56 triliun tahun ini. Adapun 41,9 persen dari nilai tersebut atau Rp 1,49 triliun telah disalurkan kepada sektor produktif, yakni pertanian, perkebunan dan perikanan, sesuai instruksi pemerintah.

“Sejak pertama kali disalurkan hingga Maret 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp 51,88 triliun. Jumlah itu tersebar kepada 1,05 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(mys/JPC/man/k15)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Senin, 21 Oktober 2019 10:12

Terdampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Kinerja Ekspor Kaltim Melemah

SAMARINDA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang…

Senin, 21 Oktober 2019 10:11

Tekan Biaya Investasi dengan Konsorsium

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama dengan PT…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*