MANAGED BY:
MINGGU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 April 2018 08:46
Pemprov Kaltim Mesti Realistis
Dicoret dari PSN, Enggak Ngaruh
Syafruddin

PROKAL.CO, PROYEK rel kereta api di Kaltim menjadi salah satu dari 14 proyek yang dicoret Presiden Joko Widodo dari daftar proyek strategis negara (PSN). Namun, tampaknya pencoretan itu tak berpengaruh bagi PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan Russian Railways. Investor proyek kereta itu memastikan, pembangunan rel terus berjalan.

Head of Regional Corporate Affair PT KAB Yadi Sabiannor mengatakan, tak ada masalah bila proyek yang mereka kerjakan dicoret dari PSN. Yadi mengungkapkan, bukan pihak mereka yang memasukkan proyek rel kereta api tersebut ke PSN. “PT KAB/Russian Railways adalah investor murni, makanya status kami PMA (penanaman modal asing),” ujarnya kemarin (17/4). Makanya dalam pembangunannya tak ada penggunaan dana APBD maupun APBN.

Ditanya soal perkembangan terbaru pembangunan rel kereta, Yadi menuturkan, mereka dalam tahap pembangunan pelabuhan di Penajam Paser Utara (PPU). “Terutama sisi darat alias akses jalan ke pelabuhan. Sementara sisi perairannya sambil menunggu izin keluar,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah dana yang diinvestasikan PT KAB untuk proyek ini mencapai USD 44,11 juta. Dana itu mencakup survei, fisik sisi darat, modal kerja, dan lainnya. Dana tersebut di luar biaya lahan yang sudah dibebaskan seluas 74 hektare. “Dari rencana 142 hektare yang akan dibebaskan,” jelasnya. Pembebasan lahan tak akan membebani APBD dan APBN. “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ini murni PMA,” terangnya.

Dia juga menepis anggapan bahwa investor tak melirik proyek kereta pertama di Kalimantan tersebut. Menurutnya, pemodal asal Rusia sangat serius membiayai pembangunan rel kereta api. Salah satu buktinya adalah telah dilakukannya peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutai Timur (Kutim) akhir tahun lalu.

Menanggapi dicoretnya proyek rel kereta api dari PSN, legislator Karang Paci—sebutan gedung DPRD Kaltim di Samarinda—angkat bicara. Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin mengungkapkan, dia dan anggota dewan yang lain sudah memprediksi hal tersebut.

“Bahkan, sejak awal saya sudah katakan di dalam beberapa forum, proyek itu (kereta) belum masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” ujarnya. Selain itu, proyek kereta di Kaltim tak dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).

Dia mengatakan, proyek tersebut bak program yang tiba-tiba muncul. Bila seandainya dicoret, wajar. Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Udin Bima itu, beberapa permintaan investor agak sulit diwujudkan. Salah satunya, rel kereta akan melayani penumpang selain barang.

Lalu, bagaimana bila investor tetap kukuh meneruskan proyek dengan pendanaan murni PMA? Udin menyebut, pesimistis bila semua akan didanai murni oleh swasta. “Kemungkinan nanti pemerintah daerah akan dibebani proses pembebasan lahan,” ujarnya. Hal tersebut pasti akan membebani APBD. “Uangnya dari mana, memangnya gubernur yang baru mau dibebani dengan warisan seperti itu,” tambahnya.

Dia meminta Pemprov Kaltim untuk realistis. Selesaikan saja proyek yang sudah berjalan. “Banyak lho proyek yang belum selesai,” ucapnya. Dia menyebut, masih ada Jalan Tol Balikpapan–Samarinda, Jembatan Kembar, bahkan bendungan di Marang Kayu, Kukar juga belum rampung.

Semua mesti selesai sebelum jabatan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berakhir. Menurut dia, lebih baik berpikir matang sebelum terlalu jauh. Yang jelas, dia mengajak pemerintah untuk realistis. Selain dianggap proyek tak realistis, Udin mengungkapkan, proyek tersebut tak pernah sekali pun disampaikan ke DPRD. “Jadi, kami agak bingung mesti bersikap seperti apa,” ujar ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Kaltim itu.

Diwartakan sebelumnya, pemerintah sengaja mencoret proyek kereta api di Kaltim karena tidak ada investor yang tertarik. “Tidak ada investasi yang masuk,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (*/fch/rom/k11)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 00:12

Kerja Keras di Tahun Tikus Logam

PERJODOHAN enteng. Kerja lebih keras lagi. Juga, tak gegabah dalam…

Minggu, 26 Januari 2020 00:06

Mantau dan Bakpao yang Turun-temurun

MANTAU dan bakpao. Mirip tapi beda. Roti kukus khas Tiongkok…

Minggu, 26 Januari 2020 00:05

Mi Sebagai Lambang Panjang Usia

SEMANGKUK besar mi sudah terhidang. Aneka makanan pendamping juga sudah…

Minggu, 26 Januari 2020 00:03
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (2)

Banyak Event yang Dibatalkan, Okupansi Hotel Terdampak

Ingin melepaskan diri dari pemerintahan Tiongkok, ribuan warga beberapa bulan…

Minggu, 26 Januari 2020 00:01

Proses Pemindahan IKN Dikritik

RENCANA pemindahan ibu kota negara (IKN) masih menuai pro dan…

Sabtu, 25 Januari 2020 23:58

Sementara Jangan Bepergian ke Tiongkok

Masyarakat yang bekerja di bandara dan pelabuhan diimbau menggunakan masker…

Jumat, 24 Januari 2020 10:00
Setelah ZA Divonis Pembinaan Setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak

Wes Mari, Aku Pengin Sekolah, Apene Ujian Iki

Meski divonis bersalah, bagi ZA dan keluarga, putusan itu adalah…

Jumat, 24 Januari 2020 09:59

Eksepsi Ditolak, Suap Proyek Jalan Berlanjut

SAMARINDA–Upaya Hartoyo menyanggah dakwaan yang menyeretnya ke Pengadilan Tipikor Samarinda…

Jumat, 24 Januari 2020 09:58
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (1)

Momen Imlek Jadi Ajang Tahunan untuk Menjajakan Bunga

Demonstrasi besar-besaran terjadi di Hong Kong belum lama ini. Unjuk…

Jumat, 24 Januari 2020 09:57

Gubernur Ibu Kota Dipilih Presiden, Katanya Hindari Tarik-menarik Kepentingan Politik

Dalam draf RUU yang sedang dirumuskan pemerintah pusat, provinsi IKN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers