MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 April 2018 08:46
Pemprov Kaltim Mesti Realistis
Dicoret dari PSN, Enggak Ngaruh
Syafruddin

PROKAL.CO, PROYEK rel kereta api di Kaltim menjadi salah satu dari 14 proyek yang dicoret Presiden Joko Widodo dari daftar proyek strategis negara (PSN). Namun, tampaknya pencoretan itu tak berpengaruh bagi PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan Russian Railways. Investor proyek kereta itu memastikan, pembangunan rel terus berjalan.

Head of Regional Corporate Affair PT KAB Yadi Sabiannor mengatakan, tak ada masalah bila proyek yang mereka kerjakan dicoret dari PSN. Yadi mengungkapkan, bukan pihak mereka yang memasukkan proyek rel kereta api tersebut ke PSN. “PT KAB/Russian Railways adalah investor murni, makanya status kami PMA (penanaman modal asing),” ujarnya kemarin (17/4). Makanya dalam pembangunannya tak ada penggunaan dana APBD maupun APBN.

Ditanya soal perkembangan terbaru pembangunan rel kereta, Yadi menuturkan, mereka dalam tahap pembangunan pelabuhan di Penajam Paser Utara (PPU). “Terutama sisi darat alias akses jalan ke pelabuhan. Sementara sisi perairannya sambil menunggu izin keluar,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah dana yang diinvestasikan PT KAB untuk proyek ini mencapai USD 44,11 juta. Dana itu mencakup survei, fisik sisi darat, modal kerja, dan lainnya. Dana tersebut di luar biaya lahan yang sudah dibebaskan seluas 74 hektare. “Dari rencana 142 hektare yang akan dibebaskan,” jelasnya. Pembebasan lahan tak akan membebani APBD dan APBN. “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ini murni PMA,” terangnya.

Dia juga menepis anggapan bahwa investor tak melirik proyek kereta pertama di Kalimantan tersebut. Menurutnya, pemodal asal Rusia sangat serius membiayai pembangunan rel kereta api. Salah satu buktinya adalah telah dilakukannya peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutai Timur (Kutim) akhir tahun lalu.

Menanggapi dicoretnya proyek rel kereta api dari PSN, legislator Karang Paci—sebutan gedung DPRD Kaltim di Samarinda—angkat bicara. Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin mengungkapkan, dia dan anggota dewan yang lain sudah memprediksi hal tersebut.

“Bahkan, sejak awal saya sudah katakan di dalam beberapa forum, proyek itu (kereta) belum masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” ujarnya. Selain itu, proyek kereta di Kaltim tak dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).

Dia mengatakan, proyek tersebut bak program yang tiba-tiba muncul. Bila seandainya dicoret, wajar. Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Udin Bima itu, beberapa permintaan investor agak sulit diwujudkan. Salah satunya, rel kereta akan melayani penumpang selain barang.

Lalu, bagaimana bila investor tetap kukuh meneruskan proyek dengan pendanaan murni PMA? Udin menyebut, pesimistis bila semua akan didanai murni oleh swasta. “Kemungkinan nanti pemerintah daerah akan dibebani proses pembebasan lahan,” ujarnya. Hal tersebut pasti akan membebani APBD. “Uangnya dari mana, memangnya gubernur yang baru mau dibebani dengan warisan seperti itu,” tambahnya.

Dia meminta Pemprov Kaltim untuk realistis. Selesaikan saja proyek yang sudah berjalan. “Banyak lho proyek yang belum selesai,” ucapnya. Dia menyebut, masih ada Jalan Tol Balikpapan–Samarinda, Jembatan Kembar, bahkan bendungan di Marang Kayu, Kukar juga belum rampung.

Semua mesti selesai sebelum jabatan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berakhir. Menurut dia, lebih baik berpikir matang sebelum terlalu jauh. Yang jelas, dia mengajak pemerintah untuk realistis. Selain dianggap proyek tak realistis, Udin mengungkapkan, proyek tersebut tak pernah sekali pun disampaikan ke DPRD. “Jadi, kami agak bingung mesti bersikap seperti apa,” ujar ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Kaltim itu.

Diwartakan sebelumnya, pemerintah sengaja mencoret proyek kereta api di Kaltim karena tidak ada investor yang tertarik. “Tidak ada investasi yang masuk,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (*/fch/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.