MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 08:46
Indonesia Simpan Cadangan Bahan Baku hingga Ribuan Tahun

Menjajaki Thorium, Opsi Masa Depan Kebutuhan Listrik

SUMBER ENERGI MASA DEPAN: Deputi Bidang TEN, Batan, Suryantoro, saat bincang seputar thorium dengan media ini di Jakarta, belum lama ini.(kaltim post)

PROKAL.CO,

Thorium dianggap salah satu solusi terbaik untuk pengembangan pembangkit listrik. Inventarisasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) per akhir 2015, sumber daya thorium di Indonesia ada 130 ribu ton. Cukup untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) hingga ribuan tahun.

NICHA RATNASARI, Jakarta

ISI perut bumi Indonesia tak hanya kaya dengan batu bara, minyak, gas, hingga emas. Ada juga kandungan thorium dan uranium. Thorium merupakan unsur radioaktif yang terdapat di alam dengan kelimpahan lebih besar dibanding uranium. Di negeri ini, ketersediaan thorium mencapai 130 ribu ton, hampir lipat dua dibandingkan stok uranium dengan 74 ribu ton.

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN), Batan, Suryantoro, menjelaskan, thorium sebagai bahan bakar reaktor nuklir memiliki sifat atau karakter yang lebih baik dibanding uranium. “Misalnya, saat proses pembakaran di reaktor nuklir, thorium tidak menyisakan unsur plutonium yang berpotensi sebagai bahan pembuatan senjata nuklir,” terang Suryantoro.  

Tak hanya itu, limbah radioaktif yang dihasilkan thorium lebih sedikit dan mampu menghasilkan energi listrik yang lebih besar. Hal ini sesuai dengan PP 2/2014 tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir. Namun, saat ini thorium sebagai bahan bakar pembangkit listrik belum dapat digunakan secara optimal untuk tujuan komersial.

“Kalau kita berbicara tentang PLTN, saat ini dikembangkan dengan menggunakan bahan bakar uranium. Secara teknologi, sudah proven (terbukti), dan secara komersial juga sudah proven di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jepang, Tiongkok, Korea, dan lainnya. Tapi, kalau menggunakan thorium belum ada,” jelas Suryantoro.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 16:14

Menumpuk di Kota karena Bisa Buka Praktik

DATA Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat pada 2019, Kaltim memiliki…

Senin, 26 Oktober 2020 16:12

Kisah Dokter sebagai Garda Terdepan Penanganan Covid-19, Perjuangan Ekstra di Era Corona

Perayaan Hari Dokter Nasional tahun ini terasa berbeda. Bahkan, para…

Senin, 26 Oktober 2020 14:15

Rp 252 Triliun APBD Didepositokan Pemda, KPK Selidiki Modus Deposito APBD

JAKARTA- Kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menempatkan Anggaran Pendapatan dan…

Senin, 26 Oktober 2020 11:06

Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun, Publik Takut Berpendapat, Aparat Semena-mena

JAKARTA– Kualitas demokrasi Indonesia dinilai mengalami penurunan. Itulah hasil survei…

Senin, 26 Oktober 2020 11:01

Imbas Pandemi, Puluhan Perusahaan di Kaltim Tumbang

Tak hanya banyak pekerja yang dirumahkan, masuknya virus corona di…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:58

Proyek-Proyek APBN Masih Berjalan

SAMARINDA–Perlambatan ekonomi membuat APBD Kaltim 2021 melorot. Jelang disahkan, angkanya…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:57

Cadangan Batu Bara Kaltim 4,6 Miliar Metrik Ton

SAMARINDA–Realisasi produksi batu bara Kaltim dari tahun ke tahun naik-turun.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:33

Realisasi Pajak Batu Bara Minus 36 Persen

SAMARINDA-Dominasi pertambangan baru bara terhadap perekonomian Kaltim bukan hal baru.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:32

Vaksin Tak Langsung Dongkrak Ekonomi Kaltim

SAMARINDA-Vaksin rencananya didistribusikan secepatnya. Namun, langkah ini dinilai tak akan…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:14
Dari Duel Akbar UFC 254

Hapus Keraguan, Ujian Terbesar Khabib

Duel UFC 254 Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje bakal berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers