MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 05 Februari 2018 07:13
Sektor Perhubungan Lebih Sulit Gaet Swasta
-

JAKARTALambatnya sektor perhubungan menggaet swasta dalam investasi bukan tanpa alasan. Masyarakat transportasi Indonesia (MTI) menilai, tak mudah mengundang perusahaan non-BUMN untuk berinvestasi di sektor ini, meski ada potensi imbal hasil yang menjanjikan.

“Mengundang swasta (berinvestasi) ada syaratnya. Yaitu dokumen perencanaan yang kredibel dan baik, serta business plan yang solid, yang bankable. Selain itu, proses perencanaan yang prudent,” ujar Ketua Umum MTI Danang Parikesit di Jakarta, Jumat (2/2).

Pengamat Transportasi Djoko Setiawarno menambahkan, tidak semua proyek di Kemenhub diminati swasta. Sebab, masih ada yang harus dikelola pemerintah karena memang memerlukan subsidi.

Djoko melihat, selama ini sudah banyak proyek infrastruktur yang dikelola swasta, seperti bandara dan pelabuhan. Untuk bandara, baru saja dikerjasamakan sejumlah bandara dengan BUMN, begitu pula dengan pelabuhan. “Untuk kereta api di Sulawesi Selatan kan sudah melibatkan swasta,” kata dia.

Ditemui bersamaan, Setijadi dari Asosiasi Logistik menyebut, berdasarkan catatan supply chain Indonesia (SCI), Kemenhub telah melibatkan peran swasta, baik dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas transportasi. Termasuk pengoperasiannya.
Dalam pengoperasian program Tol Laut, Kemenhub telah membuka keterlibatan perusahaan-perusahaan swasta; juga dalam pengoperasian jembatan timbang. Selain itu, para perusahaan swasta telah lama terlibat sebagai regulated agent (RA) di bandara.

Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas, total nilai investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur pada 2015–2019 sebesar Rp 4.796,2 triliun. Dari jumlah itu pendanaan dari APBN dan APBD sebesar Rp 1.978,6 triliun atau 41,3 persen, dan BUMN Rp 1.066,2 triliun atau 22,2 persen. Sementara sisanya, Rp 1.751,5 triliun, diharapkan datang dari pendanaan swasta, atau dengan porsi 36,5 persen.

Data Kemenhub menunjukkan, kebutuhan pembiayaan infrastruktur transportasi (non-road) tahun 2015–2019 sebesar Rp 1.283 triliun. Dari jumlah itu, kemampuan pendanaan APBN sebesar Rp 491 triliun, sehingga terdapat gap pembiayaan investasi yang diharapkan dipenuhi dari swasta dan BUMN sebesar Rp 791 triliun.

Kemenhub sejak lama telah mengembangkan skema kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership). Secara khusus, dikembangkan skema kerja sama penyediaan infrastruktur (KSPI) yang berjangka waktu 50 tahun dan dapat diperpanjang.

Pada Asia Europe Meeting-Transport Minister Meeting (ASEM-TMM) ke-4 di Bali pada 26–28 September 2017, Kemenhub menawarkan 12 proyek transportasi strategis nasional dengan total investasi sekitar Rp 40 triliun. Pembangunan 10 bandara dan 20 pelabuhan juga ditawarkan kepada swasta dan BUMN. Begitu juga untuk pengoperasian program Tol Laut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengkritik lambannya kinerja Kemenhub dalam mendorong peranan swasta dalam berbagai proyek publik. Dia menyebut, ada tingkat konservatisme yang tinggi di Kemenhub.

“Karena kalau bicara dengan skema non-APBN Anda mulai repot. Berapa porsi dari Kemenhub, berapa porsi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berapa dari swasta dan fungsi koordinasi menjadi lebih rumit," papar dia.

Sri Mulyani mengimbau, Kemenhub agar dapat memanfaatkan anggaran dengan lebih optimal. Penyusunan anggaran 2019 harus bercermin pada target-target kinerja tahun-tahun sebelumnya. Jika target pada anggaran 2019 sama dengan 2018, maka perlu dilakukan efisiensi.

“Itu yang saya minta di jajaran Kemenhub, dengan anggaran sama, Anda bisa mendapat lebih, atau saya bisa mengatakan kalau targetnya sama anggarannya saya turunkan, sehingga kemudian muncul kemampuan menggunakan berbagai sumber daya yang ada,” ujarnya.

Anggaran juga harus dialokasikan ke proyek-proyek yang bernilai tambah rendah di daerah. Sementara untuk di perkotaan yang bernilai tambah tinggi, sebaiknya dikoordinasikan dengan sektor swasta.

“Kemenhub harus sudah memikirkan proyek bernilai tambah tertinggi dan dari swasta paling rendah, itulah letak APBN, tapi kalau jalur itu sudah bagus, gemuk, Anda barangkali cuma butuh APBN 10 persen, 90 persen bisa swasta,” tambahnya. (chi/jpnn/man/k9)


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:48

Arsjad Rasjid Lantik Pengurus KADIN Indonesia Periode 2021 - 2026

JAKARTA --- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:22

SKK Migas dan Seluruh KKKS, Ciptakan Multiplier Effect Hulu Migas Bagi Daerah

SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Vaksinasi Bantu UMKM Bangkit

BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:54

Penjualan Alat Berat Meroket

BALIKPAPAN - Industri alat berat menunjukkan tren kenaikan penjualan pada…

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers