MANAGED BY:
RABU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Sabtu, 23 Desember 2017 11:49
Korban Perpisahan Orangtua
Trauma Anak Membekas hingga Dewasa
PERTIMBANGKAN: Perceraian orangtua membuat perasaan anak bergejolak. Broken home membuat trauma membekas seumur hidup. Salah satunya, anak akan kesulitan menjalani hubungan asmaranya saat dewasa.

PROKAL.CO,

PERCERAIAN merupakan pengalaman terburuk bagi siapa saja, tidak terkecuali anak-anak. Perpisahan orangtua yang dicintai menimbulkan gejolak dan dampak buruk bagi kehidupan anak. Dukungan emosi, financial, dan bantuan langsung dari orangtua yang berkurang, membuat anak kehilangan keharmonisan hidup yang pernah ada.

“Hal ini memengaruhi harga diri anak, afeksi, kematangan sosial, perilaku belajar, dan kehangatan. Anak juga akan sulit mempercayai orangtuanya sendiri, sehingga hubungan Anda dan anak ikut memburuk,” ujar psikolog anak Miranti Rasyid, Senin (11/12).

Kehidupan anak tak lagi lengkap, saat tinggal bersama ibu, dia menganggap ibunya tidak bisa memberi perlindungan yang sama seperti ayah. Begitu pun sebaliknya, dia akan membenci ayahnya, karena tidak mampu menjaga keutuhan keluarga. Ada banyak momen yang berubah, apalagi ketika ada perayaan spesial yang biasanya menjadi tradisi kumpul keluarga. Orangtua yang tidak lengkap membuat anak merasa sangat sedih dan kehilangan.

“Dampak perceraian orangtua memang berbeda-beda dan bisa bertahan hingga anak dewasa. Misalnya, ketika remaja, anak-anak perempuan dari keluarga yang broken home, akan sangat membutuhkan cinta dan perhatian, tetapi ada ketakutan akan ditinggalkan. Saat dewasa, anak perempuan korban perceraian terkadang terhambat dalam membuat keputusan untuk menikah, karena ada kegelisahan akan ditinggalkan itu,” papar psikolog yang berpraktik di Biro Psikolog Matavhati Samarinda tersebut.

Sedangkan pada anak laki-laki, sambungnya, ketika dewasa cenderung bersikap dominan, tapi sulit terbuka kepada orang lain, sehingga kurang mampu mengekspresikan kegelisahan dengan baik.

Miranti mengatakan, pada 2008 ada salah satu penelitian tentang remaja yang orangtuanya bercerai. Dilaporkan, ada banyak anak yang takut dengan pernikahan di masa depan. Karena mereka merasa tidak akan memiliki cinta, kepercayaan, komunikasi, dan akan dihantui perselingkuhan, konflik, serta pelecehan. Mereka juga khawatir bahwa nantinya, perkawinan mereka juga akan gagal atau pasangannya akan meninggalkan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 18 Januari 2021 11:12

Ahmad & Tika, Berkah Usaha Rumahan

Variasi makanan semakin berkembang. Termasuk olahan frozen food aneka macam.…

Senin, 18 Januari 2021 11:11

Tak Ingin Kecewakan Konsumen

MESKI dipegang baru hitungan bulan oleh pasangan Tika dan Ahmad,…

Senin, 18 Januari 2021 10:55

Tetap Fokus Jalankan Tugas

SEBAGAI bagian pendongkrak wisata, sektor yang kini sangat ambruk karena…

Senin, 18 Januari 2021 10:54

Berkreasi lewat Film Pendek

ANJURAN pemerintah yang mengimbau lebih baik berada di rumah, membuat…

Rabu, 13 Januari 2021 12:47

Ini Tips Menghilangkan Perut Buncit

CARA mengecilkan perut buncit yang diklaim efektif, salah satunya dengan mengonsumsi…

Senin, 11 Januari 2021 13:08

Hendra Daryanto, Buah Usaha dan Ketekunan

Berangkat dari keluarga sederhana, Hendra sadar bahwa hidup adalah perjuangan.…

Senin, 11 Januari 2021 13:07

Wariskan Ilmu Dagang ke Anak

PEPATAH buah jatuh tak jauh dari pohonnya cocok dengan kisah…

Senin, 11 Januari 2021 13:00

“Senang Bantu Usaha Teman”

PROTOKOL ketat di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak…

Senin, 11 Januari 2021 11:05

Cara Membiakkan Caladium dengan Teknik Sungkup

Tren tanaman hias terus berkembang. Saat ini Caladium atau keladi sedang naik…

Senin, 11 Januari 2021 10:17

Teh Menu yang Wajib Disajikan

MENU minuman yang mudah ditemukan adalah teh hangat atau es…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers