MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 29 November 2017 11:00
Kenali Tiga Jenis Retardasi Mental
SABAR: Anak dengan IQ rendah memang terlambat dalam segala hal. Namun, Anda tetap bisa mengoptimalkan kemampuannya sesuai dengan jenis retardasi mental mereka.

PROKAL.CO, SETIAP anak terlahir dengan kecerdasan dan kemampuan mental berbeda-beda. Namun, ada sebagian anak yang tingkat kecerdasan dan kemampuan mentalnya di bawah rata-rata. Kondisi itu biasa disebut dengan retardasi mental.

“Anak yang mengalami retardasi mental memang terlihat normal seperti anak yang lainnya. Tapi, intelligence quotient (IQ) mereka lebih rendah. Walaupun begitu, orangtua masih bisa mengoptimalkan perkembangan otak anak dengan memberi pendidikan dan pelatihan sesuai kemampuannya,” ujar psikolog anak Miranti Rasyid, Rabu (22/11).

Dia memaparkan, ada tiga jenis retardasi mental. Yaitu, retardasi mental ringan atau mampu didik, tingkat IQ anak sekitar 69–55. Retardasi sedang atau mampu latih, IQ sekitar 50–40, dan retardasi berat atau mampu rawat dengan IQ 40 ke bawah.

“Agar bisa mengoptimalkan kemampuan anak, Anda perlu memastikan hasil IQ dan perkembangan kemampuannya dengan tes IQ. Jadi orangtua bisa tahu, apakah anak bisa bersekolah dan mendapat pelatihan atau hanya bisa dirawat di rumah. Semua disesuaikan dengan retardasi mental yang dialami anak,” ucap psikolog dari Biro Mata Hati Samarinda tersebut.

Selain tes IQ, Miranti juga menyarankan Anda membawa anak mengikuti tes kemandirian dan kematangan sosial. Di antaranya, tes cara anak berinteraksi, memulai percakapan, dan membangun wacana. “Karena anak yang mengalami retardasi mental tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan dan tidak ingin memulai percakapan lebih dulu. Namun, perlu diketahui jika retardasi mental ini berbeda dengan autisme,” tambah dia.

Salah satu perbedaan anak autisme dengan retardasi mental adalah cara kontak mata. Anak autisme sama sekali tidak ingin melakukan kontak mata, sementara anak retardasi mental masih mau menatap orang lain walaupun tidak ingin memulai percakapan. Beberapa tanda anak mengalami retardasi mental, yakni sulit untuk menerima materi pelajaran di sekolah, lambat memahami materi dan dalam beraktivitas.

“Contohnya, anak tidak mampu memasang baju sendiri, makan sendiri, dan mengurus perlengkapan lainnya. Kemampuan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial anak, semuanya terhambat,” ungkapnya.

Perempuan berjilbab tersebut mengatakan, retardasi mental dapat terjadi karena ada gangguan sejak ibu mengandung. Misalnya, ibu hamil terinfeksi toksoplasma yang akhirnya mengganggu pertumbuhan otak bayi. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting, agar calon orangtua bisa mengetahui, apakah anak berisiko retardasi mental atau tidak di masa tumbuh kembangnya.

“Anda juga bisa mencegahnya dengan memperhatikan asupan makan selama hamil. Konsumsilah makanan yang sehat dan dimasak dengan baik. Hindari konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok,” pungkas alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

 (*/lia/*/ni/k9)

 


BACA JUGA

Minggu, 22 Maret 2020 12:58

Ini Kiat Atasi Rasa Stres dan Panik Akibat Wabah Virus Korona

Stres bisa menurunkan sistem imun seseorang. Sehingga ketika stres, berbagai…

Minggu, 22 Maret 2020 12:56

Biasakan Anak Sikat Gigi di Malam Hari, Manfaatnya Besar Lho...

Mendidik anak untuk rajin sikat gigi di malam sangat baik…

Rabu, 18 Maret 2020 01:29

Spageti Nusantara hingga Olahan Serba Kambing

Ada banyak cara mengolah makanan. Termasuk fusion food atau memadukan…

Rabu, 18 Maret 2020 01:24

Nongkrong Asyik dengan Kudapan Enak

KONGKO di cafe yang berada di lantai delapan bangunan sambil…

Senin, 16 Maret 2020 14:56

17 Mitos Tangkal Virus Corona Dibantah WHO

WHO mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi dari…

Sabtu, 14 Maret 2020 20:52

Jus Pakcoy Segar hingga Wangi Kopi Hainan

USAI menikmati hidangan yang dikenal dengan gudang lemak, ada baiknya…

Sabtu, 14 Maret 2020 20:50

Olahan Buntut, Kenyangkan Perut

Tak hanya bagian dagingnya saja, beberapa orang juga terbius dengan…

Minggu, 08 Maret 2020 10:27

Bijaklah, karena Orang Bisa Berubah, Tapi Jejak Digital Tidak

BELAKANGAN jagad media sosial, terutama Twitter sempat dihebohkan dengan munculnya cuitan…

Kamis, 05 Maret 2020 17:36

Nikmat Aren dan Regal jadi Satu

SEJAK beberapa tahun belakang, minuman yang identik dengan rasa pahit…

Kamis, 05 Maret 2020 17:27

Nasgor Bubuhan, Spesial dengan Bumbu Kluwek

Informasi umum jika nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers