MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 29 November 2017 11:00
Kenali Tiga Jenis Retardasi Mental
SABAR: Anak dengan IQ rendah memang terlambat dalam segala hal. Namun, Anda tetap bisa mengoptimalkan kemampuannya sesuai dengan jenis retardasi mental mereka.

PROKAL.CO, SETIAP anak terlahir dengan kecerdasan dan kemampuan mental berbeda-beda. Namun, ada sebagian anak yang tingkat kecerdasan dan kemampuan mentalnya di bawah rata-rata. Kondisi itu biasa disebut dengan retardasi mental.

“Anak yang mengalami retardasi mental memang terlihat normal seperti anak yang lainnya. Tapi, intelligence quotient (IQ) mereka lebih rendah. Walaupun begitu, orangtua masih bisa mengoptimalkan perkembangan otak anak dengan memberi pendidikan dan pelatihan sesuai kemampuannya,” ujar psikolog anak Miranti Rasyid, Rabu (22/11).

Dia memaparkan, ada tiga jenis retardasi mental. Yaitu, retardasi mental ringan atau mampu didik, tingkat IQ anak sekitar 69–55. Retardasi sedang atau mampu latih, IQ sekitar 50–40, dan retardasi berat atau mampu rawat dengan IQ 40 ke bawah.

“Agar bisa mengoptimalkan kemampuan anak, Anda perlu memastikan hasil IQ dan perkembangan kemampuannya dengan tes IQ. Jadi orangtua bisa tahu, apakah anak bisa bersekolah dan mendapat pelatihan atau hanya bisa dirawat di rumah. Semua disesuaikan dengan retardasi mental yang dialami anak,” ucap psikolog dari Biro Mata Hati Samarinda tersebut.

Selain tes IQ, Miranti juga menyarankan Anda membawa anak mengikuti tes kemandirian dan kematangan sosial. Di antaranya, tes cara anak berinteraksi, memulai percakapan, dan membangun wacana. “Karena anak yang mengalami retardasi mental tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan dan tidak ingin memulai percakapan lebih dulu. Namun, perlu diketahui jika retardasi mental ini berbeda dengan autisme,” tambah dia.

Salah satu perbedaan anak autisme dengan retardasi mental adalah cara kontak mata. Anak autisme sama sekali tidak ingin melakukan kontak mata, sementara anak retardasi mental masih mau menatap orang lain walaupun tidak ingin memulai percakapan. Beberapa tanda anak mengalami retardasi mental, yakni sulit untuk menerima materi pelajaran di sekolah, lambat memahami materi dan dalam beraktivitas.

“Contohnya, anak tidak mampu memasang baju sendiri, makan sendiri, dan mengurus perlengkapan lainnya. Kemampuan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial anak, semuanya terhambat,” ungkapnya.

Perempuan berjilbab tersebut mengatakan, retardasi mental dapat terjadi karena ada gangguan sejak ibu mengandung. Misalnya, ibu hamil terinfeksi toksoplasma yang akhirnya mengganggu pertumbuhan otak bayi. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting, agar calon orangtua bisa mengetahui, apakah anak berisiko retardasi mental atau tidak di masa tumbuh kembangnya.

“Anda juga bisa mencegahnya dengan memperhatikan asupan makan selama hamil. Konsumsilah makanan yang sehat dan dimasak dengan baik. Hindari konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok,” pungkas alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

 (*/lia/*/ni/k9)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Tertarik Profesi YouTuber hingga Selebgram

MUDAHNYA akses segala informasi jadi keuntungan bagi generasi Alpha. Hal…

Rabu, 12 Februari 2020 11:23

Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal…

Senin, 27 Januari 2020 12:04

Makan Kenyang Ayam Utuh

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang kerap dikonsumsi. Diolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers