MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 26 November 2017 06:16
Waspada Ban Motor Tiba-Tiba Terkunci
FITUR HEBAT: Motor balap biasanya dilengkapi dengan ABS yang membantu Anda dalam proses penghentian laju kendaraan. (MICHAL CIZEK/AFP PHOTOS)

PROKAL.CO, PERNAHKAH Anda mengalami kondisi ban terkunci atau berhenti berputar (locking) saat melakukan pengereman? Kebiasaan rem mendadak, salah teknik mengerem, kualitas ban, hingga kondisi permukaan licin bisa menjadi penyebab. Dijelaskan Ronni Hamdali, semua roda dua berpotensi mengalami locking. Bisa saja ban tiba-tiba tidak berputar dalam beberapa kondisi. Penunggang kuda besi pun hilang keseimbangan dan berpotensi terjadinya kecelakaan.

“Jaga jarak aman. Itu yang utama. Sebisa mungkin jangan mengerem sekuat-kuatnya, justru lebih bahaya saat tiba-tiba locking, bisa terlempar orangnya,” kata pemilik bengkel Honda AHASS 00710 Serasi Motor Jalan Pasundan, Samarinda.

Beberapa motor ada yang dilengkapi fitur antilock brake system (ABS). Fitur keselamatan yang membuat ban tidak terkunci saat rem mendadak. Sederhananya, ban tidak tergelincir atau slip saat direm.

“Nah, ABS itu hanya bisa dipasang di motor dengan bobot berat. Bisa dikatakan dengan kapasitas mesin tinggi, sekitar di atas 125 cc. Biasanya juga sudah terpasang sebagai bawaan dari produsen motornya,” jelas Ronni ditemui, Kamis (23/11) lalu di tempat kerjanya.

Kelemahan ABS tentu tak bisa maksimal jika pengereman dilakukan dari jarak dekat. Paling minim dari jarak 10-15 meter. Itu mengapa, menjaga jarak aman penting dilakukan. Jangan terlalu mepet dengan kendaraan di depan. “Perhatikan juga teknik mengerem,” sarannya. Tidak direkomendasikan hanya menggunakan rem belakang. Sebab, ban belakang sedikit terangkat karena bobot pindah ke depan. “Locking pun berpotensi karena traksi ban belakang dengan aspal minim,” katanya.

Saat di tikungan, lakukan pengereman sebelum menikung. Sebab, saat berkelok permukaan ban yang menapak aspal berkurang, peluang locking pun meningkat. “Kuncinya adalah kewaspadaan saat mengaspal. Kecepatan menentukan keselamatan,” pintanya.

Kabarnya, ABS akan mulai diselipkan ke motor dengan bobot ringan. Namun, hal ini tentu berpengaruh terhadap nilai jual si roda dua. “Tapi, orang Indonesia secara awam abai. Padahal, ABS salah satu fitur keselamatan, lebih milih yang murah tanpa ABS,” tutup Ronni. (*/rdm/ypl/k15)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers