MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Sabtu, 25 November 2017 11:10
Ubah Stres Negatif Menjadi Positif
SUMBER PENYAKIT : Kelola stres Anda sebaik mungkin agar tidak berkelanjutan dan justru membuat hormon tubuh tidak stabil.

PROKAL.CO, “Stres negatif bisa mengeluarkan hormon yang membuat sel otak Anda terganggu. Bisa memicu insomnia, hipertensi, jantung, serta berbagai penyakit berbahaya lainnya. Stres juga bisa mengganggu kejiwaan dan memicu skizofrenia,”

dr Jaya Mualimin SpKJ

STRES memang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Dia bisa datang kapan saja dan dialami semua orang, karena ada banyak sekali stressor atau pembangkit stres di kehidupan ini.

Menurut dr Jaya Mualimin SpKJ, ada dua jenis stres, yaitu stres positif dan negatif. Saat seseorang mengalami ketegangan atau tekanan, kemudian dia mampu dan mau mereduksi tekanan dalam dirinya, ini karena adanya dorongan atau motivasi.

“Misalnya, saat akan menghadapi ujian, kemudian Anda belajar. Pasti ada tekanan, stres, tapi ini adalah stres yang positif, karena Anda tahu walaupun stres belajar tapi nanti hasil ujian akan bagus,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (9/11).

Sedangkan stres negatif, sambung Jaya, terjadi ketika Anda tidak bisa mengurangi atau mengatasi ketegangan berlarut-larut, hingga timbul efek negatif. Stres jenis inilah yang bisa memicu timbulnya bermacam-macam penyakit.

“Stres negatif bisa mengeluarkan hormon yang membuat sel otak Anda terganggu. Bisa memicu insomnia, hipertensi, jantung, serta berbagai penyakit berbahaya lainnya. Stres juga bisa mengganggu kejiwaan dan memicu skizofrenia,” papar dokter dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda itu.

Jaya mengatakan, stres juga bisa menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Misalnya pada pasien HIV/AIDS, saat mereka stres bisa menurunkan imun kekebalan. Jika menurun hingga 50 persen, bisa membuat virus dalam tubuh berkembang lebih besar dan bisa membahayakan kesehatan pasien.

“Sebab itu, dianjurkan agar masyarakat bisa mengatasi stresnya. Hal yang bisa membantu stres menjadi positif, bergantung dari kematangan kepribadian, kecerdasan, fisik yang bagus dan sehat, serta lingkungan yang mendukung,” pungkas Jaya.

(*/ni/her)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:42

Mengenal Post Sex Blues, Perasaan Sedih setelah Bercinta

UMUMNYA, tiap kali selesai berhubungan seks akan membawa kebahagiaan bagi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Tertarik Profesi YouTuber hingga Selebgram

MUDAHNYA akses segala informasi jadi keuntungan bagi generasi Alpha. Hal…

Rabu, 12 Februari 2020 11:23

Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers