MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Sabtu, 25 November 2017 11:04
Membangun Massa Otot

HIIT dengan Freeletics

CUKUP SEMENIT : Untuk pemula, tahan gerakan ini setidaknya selama 30 detik. Tingkatkan hingga Anda mampu dalam hitungan menit. Gerakan ini membentuk postur tubuh.

PROKAL.CO, MEMILIH freeleticss untuk mempercepat pembakaran kalori tubuh memang benar. Tapi olahraga ini juga termasuk olahraga yang mampu membangun massa otot Anda.

Freeletics bisa dilakukan sendiri atau berkelompok. Dan olahraga ini tidak butuh memakan waktu yang lama. “Freeleticss merupakan olahraga yang menggunakan berat badan sendiri. Juga dalam olahraga freeletics banyak menggunakan metode HIIT (High Intensity Interval Training,red.) yang mampu membakar kalori lebih banyak,” ujar Raisaliany, instruktur freeletics saat diwawancarai, Rabu (22/11).

Perlu diketahui, olahraga metode HIIT membakar kalori hingga 48 jam setelah olahraga. Selain itu ditambah dengan berbagai gerakan strength untuk membangun massa otot.

Raisa mengatakan, olahraga ini fokus pada pembentukan badan sekaligus melatih kardio. Dalam olahraga freeletics dilakukan sebanyak tiga sesi. Pertama, strecthing atau pemanasan. Kedua, latihan inti terdiri dari latihan utama untuk kardio atau strength. Atau bisa dilakukan keduanya secara bergantian. Dan ketiga, sesi pendinginan dan peregangan kembali otot-otot. “Sesi-sesi olahraga freeletics juga tidak jauh berbeda dengan olahraga lainnya. Hanya saja waktunya yang tidak mesti sama dengan olahraga lain,” jelas dia.

Gerakan yang dilakukan dalam olahraga freeletics adalah push up, squat, burpees, plank, climber, jumping jack, lunges, sit up, leg lever, dan high knee. “Gerakan ini dilakukan dengan intensitas tinggi, sedang, dan juga rendah dengan menggunakan badan sebagai tumpuan utama untuk melakukannya,” tegasnya.

Dalam proses olahraga freeletics dibagi menjadi untuk pemula dan mahir. Untuk pemula disarankan mempelajari gerakannya terlebih dahulu, mengikuti perlahan, dan yang penting adalah fokus pada gerakan yang dilakukan.

Sedangkan untuk yang mahir, repetisi ditambah dan gerakan yang dilakukan sudah dimodifikasi lebih berat untuk melatih otot-otot baru. “Sementara gerakan untuk pemula akan lebih sederhana dan lebih muda,” pungkasnya. (*/lia/her)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Tertarik Profesi YouTuber hingga Selebgram

MUDAHNYA akses segala informasi jadi keuntungan bagi generasi Alpha. Hal…

Rabu, 12 Februari 2020 11:23

Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal…

Senin, 27 Januari 2020 12:04

Makan Kenyang Ayam Utuh

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang kerap dikonsumsi. Diolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers