MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 19 November 2017 11:31
Tambah Pengalaman dengan Simulasi
TEMPAT LATIHAN: Mengasah kemampuan bertransaksi saham bisa dengan mencoba simulasi. Semakin paham cara bursa bekerja, risiko rugi dapat direduksi maksimal.

PROKAL.CO, TAK ada yang menjamin saham perusahaan terus meningkat setiap waktu. Namun, bukan berarti trader saham tak dapat menebak prospek cerah. Bila mengerti teknik, risiko dapat direduksi.

“Tidak ada rumus pasti, tetapi seorang trader harus tahu letak bollinger bands (penghasil sinyal transaksi) setiap perusahaan,” ujar Donna.

Perubahan nilai saham terjadi secara fluktuatif setiap menitnya. Semisal, menit pertama naik satu poin, lalu kembali naik tiga poin pada menit berikutnya, tetapi bisa jadi beberapa waktu setelahnya akan merosot lima poin. Karena itu, jika trader ingin melakukan transaksi, pahami bollinger bands setiap saham agar mengetahui batas atas dan bawahnya “Titik bollinger bands selalu bervariasi setiap waktu, investor dituntut cermat mengambil keputusan,” sebut Donna.

Ketika menyentuh batas bawah, keputusan harus segera diambil. Apakah ingin mempertahankan dan berharap saham kembali menanjak, atau menjualnya agar risiko kerugian tidak semakin besar. “Begitu juga saat menyentuh batas atas, bisa segera menjualnya selagi untung atau bertahan dan berharap nilai saham semakin meningkat,” jelasnya.

Bila belum berani terjun langsung ke dunia saham, pemula dapat belajar simulasi lewat aplikasi yang bisa diunduh di Google Play Store atau App Store. Lazimnya data yang digunakan asli dari bursa agar mendapat pengetahuan dan gambaran bursa efek bekerja. Ketika mahir, transaksi di pasar modal sesungguhnya layak dicoba. “Tapi sukses di simulasi tidak menjamin untung di pasar bursa,” ungkapnya.

Donna mengatakan, pengalaman sangat dibutuhkan agar memiliki intuisi kuat dalam menentukan keputusan. Mempelajari teknik secara terperinci juga bisa dilakukan agar memiliki dasar dalam jual beli saham. “Harus peka dengan kondisi ekonomi secara luas,” katanya.

Dia menambahkan, sederhananya seperti ini, ada salah satu pusat perbelanjaan retail nasional dengan cabang yang tersebar di banyak kota besar. Ketika salah satu cabang tutup, tentu akan memengaruhi kinerja perusahaan tersebut. “Berita tersebut bisa menjadi acuan untuk memprediksi kinerja saham,” pungkasnya. (*/kuh/ypl/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers