MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 19 November 2017 11:26
Bisa Rusak Ekosistem
PEMBAWA HOKI: Dianggap sebagai pembawa hoki, louhan mudah ditemui pada awal 2000-an.

PROKAL.CO, “ATURAN dari Balai Karantina, louhan dilarang untuk dilepasliarkan ke alam. Misal ke sungai, selokan, atau danau. Menganggu ekosistem,” terang Hariadi Utami, penghobi louhan asal Balikpapan. Hal tersebut dikarenakan louhan merupakan ikan tangguh.

Selain itu, ketakutan lain yakni merusak ekosistem. Dijelaskan, ikan dengan ciri khas jenong tersebut merupakan keluarga cichild. “Misal ketemu ikan nila, bisa. Maksudnya bisa kawin dan anaknya itu yang susah ditentukan istilah jenis ikannya,” ujar Hariadi.

Dilarang dibuang sembarang karena bisa merusak habitat asli biota asal. Selain itu, sekali bertelur, banyak. Nah, hal itulah yang sering disampaikan Hariadi kepada sesama pehobi, pun mereka yang mulai belajar mencintai.

Jika suatu masa, pehobi mulai bosan. Maka jalan satu-satunya yakni dibiarkan mati, jangan asal buang begitu saja. Dengan kata lain, tega tak tega harus melakukannya.

Ikan louhan yang berkembangbiak liar tentu berbeda dengan yang sengaja dikembangkan. Dari segi warna atau jenong yang dihasilkan jauh berbeda. Ada faktor genetik dan lingkungan memengaruhi.

Beberapa pehobi pasti lari ke arah kontes. Memelihara tak hanya sekadar puas di mata. Tapi juga mampu membawa piala. Pemberian pakan dan karakter indukan memberi nilai lebih untuk hasil louhan terbaik.

Fran Jonathan merupakan salah satu pemain louhan sejak pertama tren pada 2000-an. Mulanya biasa saja. Namun lupa-lupa mulai terbiasa dan berakhir pada puluhan louhan dia pelihara.

“Awalnya karena punya usaha jual ikan hias. Sampai lantai dua rumah itu isinya akuarium semua,” jelas pria yang akrab disapa Aang tersebut. Bisa dibilang merupakan saksi hidup dan terus bertahan mencintai louhan hingga kini.

Louhan memiliki tempat di hati penggemarnya. Bukan yang sekadar ikut tren dan kini malah menghilang. Apalagi pada masa itu, hewan berharga mahal itu begitu prestise. Jenong dan ciri khas warna merahnya masih mampu menyihir. (*/rdm/ypl/k9)

loading...

BACA JUGA

Senin, 04 November 2019 10:23

BERDAYA DARI CINTA HERBA

Siapa sangka ketertarikan terhadap tanaman obat mampu mengubah hidup Hery…

Senin, 04 November 2019 10:19

Mengulik Trik Interior Elok, Jadi Awal Krusial

Banyak faktor penentu kenyamanan sebuah hunian. Tidak melulu tentang kelengkapan…

Senin, 04 November 2019 10:18

Mengakali Problem Dimensi

AWAM ditemui, terhentinya niat berkreasi menata ruang karena kebingungan. Terutama…

Senin, 28 Oktober 2019 13:40

Golf, Bikin Penasaran hingga Kecanduan

Genap 10 tahun Walinono menekuni golf. Berawal demi kesehatan kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.