MANAGED BY:
KAMIS
09 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 19 November 2017 11:26
Bisa Rusak Ekosistem
PEMBAWA HOKI: Dianggap sebagai pembawa hoki, louhan mudah ditemui pada awal 2000-an.

PROKAL.CO,

“ATURAN dari Balai Karantina, louhan dilarang untuk dilepasliarkan ke alam. Misal ke sungai, selokan, atau danau. Menganggu ekosistem,” terang Hariadi Utami, penghobi louhan asal Balikpapan. Hal tersebut dikarenakan louhan merupakan ikan tangguh.

Selain itu, ketakutan lain yakni merusak ekosistem. Dijelaskan, ikan dengan ciri khas jenong tersebut merupakan keluarga cichild. “Misal ketemu ikan nila, bisa. Maksudnya bisa kawin dan anaknya itu yang susah ditentukan istilah jenis ikannya,” ujar Hariadi.

Dilarang dibuang sembarang karena bisa merusak habitat asli biota asal. Selain itu, sekali bertelur, banyak. Nah, hal itulah yang sering disampaikan Hariadi kepada sesama pehobi, pun mereka yang mulai belajar mencintai.

Jika suatu masa, pehobi mulai bosan. Maka jalan satu-satunya yakni dibiarkan mati, jangan asal buang begitu saja. Dengan kata lain, tega tak tega harus melakukannya.

Ikan louhan yang berkembangbiak liar tentu berbeda dengan yang sengaja dikembangkan. Dari segi warna atau jenong yang dihasilkan jauh berbeda. Ada faktor genetik dan lingkungan memengaruhi.

Beberapa pehobi pasti lari ke arah kontes. Memelihara tak hanya sekadar puas di mata. Tapi juga mampu membawa piala. Pemberian pakan dan karakter indukan memberi nilai lebih untuk hasil louhan terbaik.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 30 Juni 2020 11:45

Pembahasan Perppu Pilkada Mandeg

JAKARTA - Rapat pengambilan keputusan tingkat pertama terkait Rancangan UU…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers