MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 12 November 2017 11:45
Beda Tangan, Beda Kenikmatan

Kisah Secangkir Kopi dan Perjalanan

WADAH BERBAGI: Gabung di komunitas membuat pengetahuan tentang kopi lebih luas. Apa saja bisa diulas dari secangkir minuman kaya proses.

PROKAL.CO, TANGAN kanan Doni Rachmad Nor meraih toples bertulis malabar red honey. Dia takar, pas 15 gram ke dalam gelas yang kemudian dituang ke rok coffee grinder. Tak sampai satu menit tangan kanannya memutar tuas, biji kopi tadi menjadi bubuk.

Hasil gilingan biji kopi dituang perlahan ke dalam kertas filter yang sudah dipasang di chemex (alat seduh). Dia menuang air pas sampai membasahi seluruh bubuk kopi kemudian didiamkan selama 20–30 detik untuk proses blooming (ekstrak). “Mengeluarkan karbon dioksida.  Semacam pemanasan atau ancang-ancang dari kopinya,” jelas Doni.

Setelah itu, 225 milimeter air yang sudah disiapkan tadi dituang hingga habis. Tersajilah secangkir panas malabar red honey. Maskulin menyesap perlahan kopi buatan Doni. Pahit, asam, dan manis menyebar di rongga mulut. “Harus dihabiskan selagi panas. Kalau tidak, suka asam. Karena kalau dingin, rasanya jadi dominan asam,” lanjut Doni.

Pria kelahiran Kota Minyak tersebut mengenal kopi sejak 2006. Kopi kemas paling dia akrabi kala berseragam putih abu-abu dulu. Minuman itu menjadi pengantar cerita absurd bersama teman-teman SMA kala malam menyapa.

Rasa cintanya kepada kopi mengantarnya menjadi

Lulus SMA, dia bekerja sebagai barista di salah satu jaringan kedai kopi global. Bukan karena kecintaannya pada kopi dia menjadi peracik minuman. Apa yang dilakukan hanya menggugurkan tanggung jawab. Kopi belum memberinya makna.

Saat di backroom, Doni melihat cairan hitam dengan es batu di dalamnya. Penasaran, dia teguk isi gelas tersebut. Pahit menyebar di lidah. “Saya tambahin gula. Sejak saat itu, setiap hari saya bikin es kopi,” ujar Doni.

Diungkapkan, menjadi peramu kopi murni karena pekerjaan. Dia belum tahu bagaimana menikmati kopi. Sekadar minuman hitam biasa. Pada 2014, tak sengaja Doni mendapati temannya menikmati secangkir kopi hitam.

“Padahal hari itu siang terik, tapi teman malah minum kopi hitam panas. Kayaknya nikmat sekali, berasa lagi minum jus semangka,” terang Doni.

Dari situ dirinya penasaran. Bagaimana bisa seseorang begitu menikmati kopi hitam tanpa gula pada siang hari. Seperti ada yang kurang dalam diri Doni. Dia bisa membuat tapi belum bisa benar-benar menikmati hasil buatannya.

“Intinya nikmati apa yang ada di depanmu sekarang. Dan jangan lupa bersyukur,” pesan Doni. Itulah titik di mana dia mulai menjatuhkan diri ke dalam kopi. Mulai mencari tahu. Mendalami dan semakin jatuh hati terhadap biji-bijian tersebut.

Kopi mengajarkan banyak hal bagi Doni. Kopi yang sama, takaran persis, metode pun serupa, namun memberi hasil berbeda. “Kalau kamu suka kopi. Kamu enggak bakal bisa lari dari tanggung jawab,” pungkas Doni.

Kini dia memiliki kedai sendiri. Tempatnya meramu berbagai kopi untuk dihadirkan ke pembeli. Berusaha memahami karakter pembeli berdasarkan jenis kopi yang dipilih.

Sebab, kopi mengajarkan proses. Menikmati kopi sama halnya menghargai diri. (ypl/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 04 November 2019 10:24

Asah Insting Mencipta Peluang

BERBISNIS dengan komoditas yang minim pesaing, tak melulu berjalan lancar.…

Senin, 04 November 2019 10:23

BERDAYA DARI CINTA HERBA

Siapa sangka ketertarikan terhadap tanaman obat mampu mengubah hidup Hery…

Senin, 04 November 2019 10:19

Mengulik Trik Interior Elok, Jadi Awal Krusial

Banyak faktor penentu kenyamanan sebuah hunian. Tidak melulu tentang kelengkapan…

Senin, 04 November 2019 10:18

Mengakali Problem Dimensi

AWAM ditemui, terhentinya niat berkreasi menata ruang karena kebingungan. Terutama…

Senin, 28 Oktober 2019 13:40

Golf, Bikin Penasaran hingga Kecanduan

Genap 10 tahun Walinono menekuni golf. Berawal demi kesehatan kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.