MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 12 November 2017 11:37
Pikirkan Matang sebelum Nyawa Melayang
MATANG: Meski tidak memiliki indikasi medis, menato dapat menimbulkan reaksi alergi.

PROKAL.CO, JIKA ingin ditato, harus kuat menahan rasa sakit. Sebab, jarum akan terus menusuk kulit lebih dari satu jam kala proses membuatnya, lalu kulit akan memerah karena tusukan. Selanjutnya tinta berbahan kimia akan menjadi “penduduk” tetap di lapisan kedua kulit, bersamanya terdapat pembuluh darah, saraf, dan tempat tumbuhnya rambut. “Secara umum, tato aman karena tak memiliki indikasi medis berbahaya, selama alat yang digunakan steril dan kulit tidak mengalami reaksi alergi setelah ditato,” ungkap dr Daulat Sinambela, medikus spesialis kulit saat ditemui di Klinik Kelmed, Jalan Danau Toba Samarinda, Selasa, pekan lalu.

Dia mengatakan, alat menato tubuh tak boleh dipakai bergantian, alias satu jarum hanya untuk satu sesi agar menghindari diri dari infeksi penyakit menular berbahaya. Karena itu, pilihlah tattoo artist profesional tepercaya. “Tetapi, bagi sebagian orang ada yang alergi terhadap tinta tato, bahkan hingga syok anafilaktik sebaiknya menghindari,” ujar Daulat.

Jika terkena syok anafilaktik, seseorang akan langsung mengalami pingsan ketika zat warna masuk ke dalam kulit dan menyentuh pembuluh darah. Jika tidak ditangani, nyawa bisa melayang.“Sudah ditemukan beberapa kasus dan cara mengatasinya harus dengan pengobatan panjang,” tegasnya.

Pengobatannya bisa dengan meminum obat sesuai rekomendasi dokter dan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu agar tubuh kebal terhadap zat tinta kimia. “Penyembuhannya bisa berbulan-bulan, tergantung dari kasusnya,” ungkapnya.

Daulat mengingatkan, pikirkan terlebih dulu secara matang sebelum menato. Bila menyesal dan ingin menghapusnya, uang yang harus dikeluarkan berkali lipat lebih mahal dibanding pembuatannya.Untuk menghapus tato seukuran KTP, biayanya sekitar Rp 1,5 juta menggunakan teknologi laser. Menghilangkannya juga jauh lebih sakit karena harus memecahkan molekul tinta di saraf dermis. “Belum tentu hilang total, apalagi tato berwarna hijau terang,” tambahnya. (*/kuh/ypl/k16)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers