MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 12 November 2017 11:31
Digaruk Makin Hitam

Waspada Bekas Gigitan Nyamuk

BERBEKAS: Jangan turuti kemauan kulit untuk terus menggaruk. Bekas gigitan nyamuk bisa menimbulkan bekas hitam jika semakin dicabau.

PROKAL.CO,

SEBENARNYA nyamuk tidak menggigit. Justru menusuk dan meludahi kulit yang jadi penyebab. Saat meludahi itu, ada zat di dalam ludah nyamuk yang masuk ke kulit. Ludah tersebut mengandung zat pembekuan darah supaya darah tidak keluar.

Ketika kulit mendapati zat asing masuk ke dalam tubuh, maka timbul reaksi alergi. Sebagai bentuk penolakan. Bentuk reaksi itu yakni gatal. Reaksi gatal berbeda setiap orang. Pada kulit dengan riwayat atopi (alergi) reaksi gatal lebih tinggi.

“Kalau orang digigit nyamuk itu biasa saja, pemilik kulit atopi justru berlebihan gatalnya. Efek yang ditimbulkan setelah gatal juga jadi berlebihan,” terang dr Arthur Simon, spesialis kulit dan kelamin di Klinik dokterkulitku, Balikpapan.

Mereka dengan riwayat atopi bisa dibilang darah manis atau kulit sensitif. Sistem pertahanan tubuh memang lebih mudah untuk menimbulkan reaksi berlebihan. Gejala gatal heboh, bengkak pun demikian. Efeknya bisa berhari-hari.

Biasanya, orang dengan riwayat atopi cenderung berkulit kering. Sehingga kulit juga mudah lecet saat reaksi gatal digaruk berlebihan. Efek dicabau itulah yang meninggalkan jejak hitam. Merupakan reaksi tubuh saat terhadap zat dari luar tubuh.

Pada saat itu, reaksi yang terjadi yakni merangsang melanosit atau pabrik pembuat warna di tubuh. “Kalau pembuat warna ikutan heboh saat ada gigitan nyamuk, ya, jadinya ikutan heboh juga bekasnya, lebih hitam,” terang dokter alumnus Universitas Padjajaran tersebut.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers