MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 12 November 2017 06:55
Segera Pasang Resmi jika Tak Ingin Disanksi
RESMI: Pelat resmi untuk kendaraan Anda asalnya dari Kepolisian RI, ada logo khusus yang tertera di sana. Segera ambil ke Samsat untuk menghindari kecurigaan tindak kriminal. (ILUSTRASI/DAYANARA SIMAMORA/KP)

PROKAL.CO, SEKILAS tampak tidak ada yang salah, namun setelah dilihat lebih dekat ternyata ada yang kurang dari pelat nomor yang terpasang di kendaraan Anda. Logo kecil di ujung kanan bawah dengan lambang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI) itu menjadi tanda legal atau tidaknya kendaraan yang dipakai. Beberapa orang menganggapnya remeh lantaran merasa sama saja pelat nomor yang dibuat di pinggir jalan atau pelat dari Kepolisian RI yang diambil di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Tetapi perlu diketahui, bahwa logam pipih persegi panjang itu telah diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), peraturan pemerintah, hingga peraturan Kepolisian RI tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Dari bentuk, panjang, hingga bentuk huruf dan angka dijelaskan di sana.

Bagi para pelanggar, bersiap dengan sanksi yang berlaku. Kurungan penjara selama dua bulan atau denda sebanyak Rp 500 ribu harus Anda penuhi. Aturan itu ada dalam Pasal 280 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009.

“Kami menyaringnya dengan razia yang diselenggarakan di masing-masing wilayah. Tentu memeriksa kelengkapan surat terutama STNK-nya. Apabila tidak bisa menunjukkan surat asli, kami hubungi satuan reserse dan kriminal (Satreskrim),” ujar Kompol Boney Wahyu Wicaksono, kasat Lantas Polresta Samarinda. Pemeriksaan ke Reskrim dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada atau tidak tindak pidana umum dari kendaraan yang diperiksa.

Pelat tanpa logo kepolisian bisa dianggap kendaraan bodong alias mobil atau motor tanpa surat-surat resmi. “Sebab itu, salah satu cara mengidentifikasi kendaraan tersebut hasil curian atau tidak adalah dengan pelat nomornya,” ungkap dia.

Saat sedang rutin razia zebra beberapa minggu ini, kata dia, baiknya Anda segera memenuhi aturan yang berlaku. Memang beberapa orang memilih untuk menggunakan jasa pembuat pelat pinggir jalan lantaran pelat dari Samsat harus menunggu cukup lama, sekitar 3–6 bulan. Namun, lebih baik menggunakannya hanya untuk sementara.

Pernyataan Boney, senada dengan Fendy, pembuat stempel dan pelat nomor kendaraan sementara di Jalan Gatot Subroto, Samarinda. “Biasanya datang meminta bantuan karena pelat dari Samsat lambat datang dan ingin membuat pelat yang sama dengan STNK. Tetapi, memang digunakan untuk sementara saja,” kata pria yang telah tiga tahun menjajakan usahanya itu. Nah, setelah pelat dari Samsat selesai, segera pasang pelat resmi agar tidak kena sanksi. (*/day/yplk/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers