MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 25 Oktober 2017 09:39
Video Mesum yang Diduga Made in Samarinda
Direkam Setahun Lalu saat Masih SMA
BIKIN GEGER: Video mesum anak SMA yang sedang ramai di Samarinda.(ilustrasi foto kaltim post)

PROKAL.CO, Sebuah video yang memuat konten pornografi menggegerkan Samarinda. Kedua pemain diduga pernah bersekolah di sebuah SMA ternama di Kota Tepian. Berbagai petunjuk ditemukan setelah Kaltim Post menelisik dengan cermat rekaman bejat itu.

FELANANS MUSTARI, Samarinda

HAMPIR 60 persen bingkai video dipenuhi dua tubuh berlawanan jenis tanpa busana. Si lelaki memiliki potongan rambut pendek, berkumis tipis, dan bertubuh agak ceking. Si perempuan, yang ditengarai berinisial Ni, berkulit terang dengan rambut hitam pekat tergerai di punggung.

Ni, ketika merekam video itu, diduga siswi SMA negeri ternama di Jalan Drs H Anang Hasyim, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu. Wajahnya tidak asing bagi beberapa siswa yang ditemui Kaltim Post. Video Ni yang mulai tersebar sejak Senin (23/10) telah membuat sekolah geger.

“Saya lihat video itu di grup (aplikasi percakapan),” tutur seorang siswi kelas XI di sekolah tersebut, kemarin (24/10). Menurut dia, Ni sudah lulus tahun ini. Meskipun Ni adalah kakak kelasnya, siswi tadi mengatakan Ni mengikuti ekstrakurikuler yang populer. “Dia cukup dikenal oleh adik-adik kelas,” terangnya.

Seorang alumnus sekolah yang seangkatan dengan Ni menambahkan, video itu sudah tersebar di grup-grup tertutup sejak bulan lalu. Anggota grup alumni, kata dia, sepakat agar video itu tidak tersebar. Namun, pada Senin (23/10) siang, video itu malah viral.

Rekaman itu berdurasi lima menit. Kedua remaja bertingkah laku layaknya suami-istri. Diambil dari kamera telepon pintar, rekaman itu dibuat secara sadar oleh keduanya. Bukan saja karena berkali-kali pasangan itu melihat ke arah kamera, si lelaki dua kali memindahkan telepon.

Jelas sekali bahwa Ni dan kekasihnya beradegan panas di sebuah kamar hotel. Kamar itu berdinding krem dengan tempat tidur kembar (twin bed). Ketika mereka asyik-masyuk di satu ranjang, kamera diletakkan di tempat tidur sebelah yang dipisahkan meja lampu baca.

Sukar memastikan lokasi rekaman, namun dapat ditelusuri jenis hotel yang mereka sewa. Di samping Ni, pengatur suhu yang khas menempel di dinding. Dari pengatur itu, dipastikan kamar yang dipakai pasangan itu dilengkapi sistem tata udara terpusat (air conditioner/AC central).

AC central banyak dipakai di hotel berbintang. Dia berbeda dari AC split, yang terpisah, yang dipakai di kebanyakan rumah atau hotel kelas melati. Untuk hotel dengan jumlah kamar sedikit, ongkos operasi AC split memang lebih murah. Namun, untuk hotel besar dengan pemakaian kamar berbilang banyak, AC central justru lebih efisien. Kecuali ada hotel melati yang menggunakan AC central, kemungkinan itu dapat diabaikan.

Keyakinan bahwa keduanya menyewa di kamar hotel berbintang juga dilihat dari seluruh perabotan. Lemari pakaian berukuran besar di samping pintu masuk berlapis pernis. Alat pemindai asap menempel di plafon tepat di atas lemari tadi. Di depan kedua tempat tidur, televisi layar datar berukuran lebih dari 21 inci menempel di dinding. Di sampingnya, sebuah cermin berukuran besar, lebih tinggi dari kepala orang dewasa, memantulkan bayangan pintu kamar mandi. Kamar kecil itu dilengkapi pancuran yang dikelilingi dinding kaca.

Rekaman yang menghebohkan itu diambil saat matahari masih bersinar. Jendela yang sedikit terbuka dari penutup tirai cokelat memberikan petunjuk yang jelas. Namun, waktu persisnya video direkam hanya bisa diperoleh lewat penelusuran audio.

Ketika Ni dan pasangannya merekam adegan, mereka menyalakan televisi dengan volume suara sedang. Meskipun siaran televisi tidak tampak di dalam gambar, suaranya samar-samar terdengar. Kaltim Post, dengan bantuan aplikasi audio, berhasil memperbaiki kualitas suara yang sesekali tertutupi oleh perbincangan Ni dan pasangannya.

Setelah menganalisis dengan cermat, informasi penting didapat. Televisi yang sedang menonton perbuatan Ni dan kekasihnya itu memutar saluran Net TV. Program yang sedang ditayangkan adalah Entertainment Show. Tanpa banyak petunjuk episode mana yang sedang ditayangkan, Kaltim Post berusaha mencocokkan dengan arsip Net TV.

Di saluran YouTube, diperoleh audio yang persis dengan di rekaman Ni. Program Entertainment Show Sore itu menayangkan kisah Rangga Moela, anggota boyband Smash, yang sedang mencari inspirasi fashion. Dari jejak pengunggahan video itu di YouTube oleh Net, diperoleh tanggal 21 Juli 2016.

Net, sebagai televisi berjaringan modern, selalu mengunggah program mereka pada hari yang sama. Pada Kamis 21 Juli 2016 itu, dapat dipastikan bahwa Ni dan kekasihnya merekam video terlarang itu pada 5 menit terakhir tayangan Entertainment Show Sore. Lebih pastinya antara pukul 17.50–17.55 Wita. Informasi ini cocok dengan keterangan teman-teman Ni bahwa video itu direkam tahun lalu ketika Ni masih duduk di kelas XI.

Selain keterangan para siswa dan alumni SMA, petunjuk bahwa Ni bersekolah di Samarinda didapat. Dari beberapa fotonya yang terserak di akun media sosial teman-temannya, Ni sering memakai gelang. Dua gelang hitam itu juga dipakai di foto yang lain.

Belum diketahui awal mula penyebar video, namun diketahui Ni dan lelaki di dalam rekaman sudah tidak berhubungan lagi. Pihak SMA yang dihubungi Kaltim Post mengaku tidak mengetahui video tersebut sekaligus membantah perempuan di dalam video adalah siswi sekolah. Seorang guru SMA negeri tersebut yang mengajar biologi mengatakan, “Siswa kami ribuan. Kami tidak hafal (wajah) semuanya.”

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Sudirman juga mengakui baru mengetahui video mesum itu. Setelah diketahui kedua pemeran video sudah lulus sekolah, dia mengatakan akan berkoordinasi dengan pengawas SMA.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono mengatakan, segera bertindak setelah ada pihak yang dirugikan membuat laporan. “Laporan sudah masuk kemarin (Senin),” tegas Sudarsosno. Polisi akan menindak mereka yang menyebarluaskan video bermuatan pornografi tersebut.

BUKAN PERTAMA

Beredarnya video atau foto bermuatan pornografi bukan pertama kali di Kaltim. Pada April 2014, video asusila mempertontonkan sepuluh pelajar SMP menggerayangi seorang murid SD. Kejadian itu direkam di sebuah sekolah di Kecamatan Palaran. Kesepuluh pelajar di bawah umur itu sempat diamankan di Mapolsekta Palaran. Mereka diminta surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan.

Pada September 2014, video mesum antara guru dan siswa madrasah di Kecamatan Sungai Kunjang beredar. Sang guru diketahui memaksa korban dengan merekam adegan mesum melalui kamera ponsel.

Pada Juli 2016, sebuah foto seorang perempuan bergaya syur dengan stiker kucing. Dia buka-bukaan di beberapa tempat publik. Belakangan diketahui foto-foto tersebut dipesan beberapa pelanggan. Perempuan itu sudah menyerahkan diri kepada polisi. Pada tahun yang sama, September 2016, seorang suami juga tega menyebarkan foto vulgar sang istri di media sosial. (*/fch/*/dra/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 11:21

Lapan Garap Pesawat Amphibi, Target 2024 Bisa Terbang Perdana

JAKARTA– Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terus menggarap proyek…

Minggu, 19 Januari 2020 10:39

Banjir Surut, Tapi Tetap Waspada Karena Samarinda Masih Potensi Hujan Lebat

 Samarinda - Empat hari sudah warga Jalan Pakis Merah, Kelurahan Sempaja…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:50

Perpanjangan Runway Bandara Ini Masih Abu-Abu

SAMARINDA–Untuk menunjang transportasi di ibu kota negara (IKN), landasan pacu…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:49

Daerah Resapan Air Berubah Jadi Beton, Jangan Heran Banjir Terus Datang

Kurangnya ruang terbuka hijau hingga sistem drainase yang buruk membuat…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:47

Kemenaker Siapkan Kartu Pra Kerja Proyek IKN

BALIKPAPAN–Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim membuka banyak kesempatan…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:34

Tersangka Jiwasraya Juga Dijerat Pasal Pencucian Uang

JAKARTA-- Para tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya dikenakan pasal tindak…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:34

Ini Alasan Mengapa Bangun IKN Ada Keterlibatan Asing

JAKARTA- Dipilihnya tiga warga negara Asing (WNA) sebagai dewan pengarah…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:07
Jalinan Kedekatan Natuna dengan Negara-Negara Tetangga

Berobat ke Johor, Jual Ikan ke Singapura dan Hongkong

Di luar ketegangan di lautan, ada kedekatan antara warga Kepulauan…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:03

Diduga Penularan Antraks dari Daerah Lain

JAKARTA- Kementerian Kesehatan kemarin (17/1) mengunjungi Gunung Kidul guna memastikan…

Jumat, 17 Januari 2020 23:00

Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers