MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 16 Oktober 2017 08:08
Sentuhan Klasik Modern dari Produk Lokal

Jalan-Jalan ke Blue Sky Pandurata Boutique Hotel, Aset Kaltim di Jakarta Pusat (1)

SERASA DI RUMAH: Mengusung konsep boutique hotel, tamu yang menikmati hidangan di restoran Blue Sky Pandurata, Jakarta Pusat, serasa berada di rumah. Semua furnitur hotel didatangkan dari Kaltim. (DINA ANGGELINA)

Blue Sky Pandurata Boutique Hotel adalah salah satu aset berharga Pemprov Kaltim di Jakarta. Berpotensi jadi mesin pendapatan daerah.

DINA ANGELINA, Jakarta

BICARA lokasi, keberadaan hotel bintang tiga ini sangat menguntungkan. Letaknya strategis. Tak jauh dari pusat perdagangan, perkantoran, hingga pusat kegiatan seni Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat. Bangunan berlantai tujuh ini mungkin tak nampak seperti hotel kebanyakan. Dominasi cat warna putih pada dinding membuat tampilannya bak rumah mewah.

Apalagi didukung dengan furnitur serba kayu yang membuat suasana homey. Itulah gambaran Blue Sky Pandurata Boutique Hotel, salah satu aset Pemprov Kaltim dalam bisnis properti di Ibu Kota. Pemilihan nama hotel pun tidak sembarangan. Sebelum menjadi hotel, gedung ini memiliki nama Grand Pandurata. Di mana, Pandurata berarti anggrek hitam. Ini spesial karena tanaman tersebut hanya dapat ditemukan di Pulau Borneo dan menjadi salah satu ikon Kaltim.

Jika menilik sejarah pembangunan hotel sekitar 8 tahun lalu, awalnya Pemprov Kaltim hanya berencana membangun sebuah tempat penginapan. Khususnya untuk para tamu dari lingkup pemerintahan yang ingin bertandang ke Jakarta. Sehingga pada tahun pertama berjalan, bangunan ini belum sepenuhnya berbentuk hotel. Sadar lokasi ini memiliki potensi bisnis yang besar, Pemprov Kaltim memutuskan bangunan tersebut sebagai aset dalam bentuk hotel.

Maka dipilihlah manajemen Blue Sky sebagai pengelola profesional hotel tersebut. Pada 14 Februari 2009, gedung ini resmi beroperasi sebagai hotel. Bahkan peresmian hotel seluas 3.437 meter persegi ini dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. ”Kami lihat gedung ini potensial, berada di Jakarta Pusat. Strategis dengan kantor pemerintahan sampai corporate. Jadi kenapa tidak digarap serius sebagai salah satu aset pendapatan Pemprov Kaltim,” kata General Manager (GM) Blue Sky Pandurata Anggun Pribadi.

Kepada Kaltim Post, Anggun menjelaskan, Blue Sky Pandurata mengusung konsep boutique city hotel. Di mana, mulai dari struktur gedung, interior, hingga furnitur menunjukkan konsep itu. Bahkan cenderung luxury. Apalagi didukung dengan dominan properti kayu sebagai salah satu ciri khas daerah Kaltim. Tak tanggung-tanggung, semua furnitur di hotel ini didatangkan langsung dari Kaltim. Termasuk desain interior yang mengikuti suasana Kaltim.

Berada di tempat ini, Anda dapat merasakan sentuhan klasik modern sekaligus. Hal ini yang membuat hotel terasa unik dan berbeda dari lainnya. Sebab di masa sekarang ini, banyak hotel tumbuh dengan konsep minimalis. ”Kalau boutique hotel seperti yang kami usung untuk membuat tamu feeling at home dan luxury, merasa nyaman. Beda dengan hotel modern yang jauh dari suasana rumah. Desain dan furnitur yang ada di boutique hotel menghadirkan kesan berada di rumah. Ini sesuatu yang menarik," tuturnya.

Selain konsep boutique city hotel, Anggun mengungkapkan Blue Sky Pandurata memiliki pasar utama dari kalangan pebisnis. Pemilihan target ini juga disesuaikan dengan fasilitas lengkap untuk kebutuhan corporate. Hotel yang berlokasi di Jalan Raden Saleh tersebut menyediakan fasilitas ruang meeting, in room massage hingga restoran. Totalnya terdapat sebanyak 86 kamar dengan empat tipe. Yakni superior, deluxe, junior suite, dan executive suite.

”Selain desain dan furnitur yang datang dari Kaltim. Setiap koridor per lantai kami sediakan figura. Bukan menampilkan lukisan, tapi figura ini berisi kain tenun Kaltim. Setiap koridor terdapat sekitar 10 figura kain tenun dengan ukuran cukup besar. Ada beragam jenis dan motif tenun dari Kaltim," sebutnya. Bagi yang ingin merasakan sensasi kamar Blue Sky Pandurata Boutique Hotel, cukup menyiapkan dana mulai dari Rp 550 ribu – Rp 1,3 juta per malam.

Anggun mengatakan, ada harga spesial untuk mereka yang ber-KTP Kaltim. Harga sewa kamar hanya Rp 486 ribu per malam sudah termasuk makan pagi, mini bar, dan laundry. ”Soal parkir juga tidak masalah karena kami kerja sama dengan gedung lain, tersedia valet parking agar pelanggan tidak repot. Kemudian hotel juga menyediakan beberapa fasilitas penunjang seperti business centre, in room massage, dan laundry,” imbuhnya. (bersambung/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 13:30

Sulam Tumpar Kukar Tembus Pasar Nasional

<div> <strong>TENGGARONG </strong>- Kutai Kartanegara (Kukar) mewakili Kaltim di ajang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers