MANAGED BY:
SELASA
07 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 24 September 2017 07:25
High Security Biometric

PROKAL.CO,

PERNAH terpikir betapa canggihnya teknologi saat ini? Absen di sekolah memakai fingerprint system, rekam data kependudukan pakai scan retina, sampai unlock smartphone pun memanfaatkan face recognition kayak yang diterapkan produk iPhone terbaru, iPhone X. Ternyata nih, semua sistem pengenalan supermodern itu berada dalam satu rumpun ilmu pengetahuan loh. Yep, apalagi kalau bukan ilmu biometrik!

Landasan berkembangnya biometrik didasari pada fakta bahwa setiap manusia pasti dilahirkan secara unik. Semirip-miripnya kamu, bahkan sama kembaran sekalipun, selalu ada karakteristik khusus yang berbeda. Karakteristik tersebut berupa bagian-bagian tubuh yang sulit untuk diduplikasi. Misalnya, sidik jari, retina, sampai garis tangan. Karakter khusus itulah yang kemudian dimanfaatkan sebagai sistem autentikasi yang disebut biometrik.

’’Secara mendasar, biometrik adalah ilmu untuk mengenali identitas individu dari ciri khas anatomi maupun perilaku,’’ terang Anto Satriyo Nugroho, research scientist di Pusat Informasi & Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTIK-BPPT). Nah, dalam ilmu biometrik sendiri, ada dua kategori pembelajaran yang dikenal, yaitu physical dan behavioral biometric.

Perbedaan utamanya terletak pada objek yang digunakan untuk memindai data. Dalam physical biometric, objek yang digunakan adalah organ tubuh yang tampak nyata. Misalnya, sidik jari, retina, iris, dan bentuk wajah. ’’Sementara dari sisi behavioral, yang menjadi objek adalah perilaku manusia. Misalnya, cara mengetik, tulisan tangan (signature), hingga suara,’’ lanjut laki-laki yang pernah menimba ilmu di Nagoya Institute of Technology, Jepang, itu.

Di antara beberapa objek, sidik jari dan retina adalah yang paling sering digunakan. Alasannya, dua anggota tubuh tersebut punya pola unik yang sulit diduplikasi untuk tiap individu. Karena tingkat akurasi yang tinggi, praktis, dan aman itulah, teknologi biometrik makin marak digunakan untuk sistem pengenalan dan keamanan. Hal tersebut tentu berbeda dengan sistem keamanan password yang masih sangat rentan buat di-hack.

Lantas, bagaimana cara pemindaian tubuh menjadi data biometrik? Anto mencontohkannya dengan pemindaian sidik jari. Secara sederhana, alurnya dimulai dari akuisisi data, ekstraksi karakteristik, dan pemadanan (matching). Akuisisi data dilakukan dengan scanner yang memanfaatkan teknologi optik, lalu dilanjutkan dengan proses ekstraksi karakteristik sidik jari.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers