PROKAL.CO,
BALIKPAPAN- Pembongkaran bangunan eks lokalisasi Lembah Harapan Baru (LBH) KM 17 sebagai wujud keseriusan Pemkot Balikpapan memberantas kegiatan prostitusi pada awal Februari 2017 lalu, ternyata tak sepenuhnya berhasil menghilangkan penyakit masyarakat itu dari Kota Beriman ini.
Nah, selain Manggarsari yang masih beroperasi berdasarkan penelusuran KPFM di awal Maret 2017, prostitusi jalan juga ternyata masih marak di kawasan Markoni, Jalan Jenderal Sudirman. KPFM melaporkan, Sabtu dinihari (12/8), sekira pukul 02.00 Wita, beberapa titik dari kawasan jembatan Pasar Baru hingga lampu merah pertigaan Markoni masih ada saja para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menunggu pelanggan di pinggir jalan.
Beberapa di antara mereka memasang tarif rata-rata Rp 350 ribu, include tempat mesum. Seperti perempuan kelahiran Manado berinisial EJ yang bekerja di salah satu tempat karaoke di kawasan Balikpapan Permai.
Mengenakan jaket putih dan hotpant hitam serta flat shoes yang melekat di kakinya, perempuan berusia 35 tahun itu mengakui dirinya menawarkan jasa esek-esek tersebut setiap malam. “Tarifnya Rp350 ribu aja, itu sudah sama kamar. Itu short time. Kalau mau long time Rp1 juta. Saya tiap malam di sini. Biasa mulai cari pelanggan di sini paling cepat saya turun pukul 23.30 Wita, paling lambat pukul 01.00 Wita,” katanya.
“Selesai ya sekitar pukul 04.30 Wita. Itu setiap malam. Di sini saya ngekos. Saya kerja di tempat karaoke tapi sambil begini juga,” lanjut perempuan berkulit putih ini sambil berdiri di pinggir jalan dekat pertigaan lampu merah arah Gunung Malang.
Selain EJ, AN (36) yang ditemui di dekat jembatan Pasar Baru juga mengaku pekerjaan untuk memuaskan nafsu birahi lelaki hidung belang sering dilakoninya setiap malam. Ia setia menunggu pelanggan di kawasan jembatan itu. “Sekali kencan biasa Rp300an ribu, itu sudah dengan kamar. Kalau mau main di hotel bisa, cari hotel dekat sini yang murah, ada kok yang harga Rp100-an ribu. Saya setiap malam, kecuali kalau hujan saya nggak turun, soalnya becek mas," ucapnya tersenyum sembari menikmati sebatang rokok di tangannya.