MANAGED BY:
SENIN
28 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 03 Januari 2017 12:35
Nasib Guru yang Tak Linier Terancam Tinggalkan Kelas

Ibarat Dokter Gigi, Tidak Mungkin Menangani Pekerjaan Dokter Bedah

BISA DIHAMBAT JUMLAH GURU: Para tenaga pengajar ditenggat hingga 2020 untuk melinierkan latar belakang pendidikan sesuai mata pelajaran. (DOK/KP)

PROKAL.CO,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengeluarkan kebijakan yang membuat guru deg-degan. Tahun 2020, menjadi batas akhir bagi Oemar Bakrie melinierkan latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran (mapel) yang diampu.

ARTINYA, kesempatan itu tersisa tiga tahun. Bila tak bisa dipenuhi sampai tenggat waktu tersebut, guru harus siap tak lagi berdiri di depan kelas. Itu diatur melalui Peraturan Mendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim Musyahrim menerangkan, upaya linierisasi tenaga pendidik sebenarnya bukan hal baru. Itu berjalan semenjak program sertifikasi guru.

Sebab, hal tersebut diatur sebagai syarat penerbitan sertifikasi. Bila itu tak terbit, praktis tunjangan profesi guru juga tidak cair. “Makanya penempatan guru harus sesuai bidang ilmunya. Misal sarjana matematika, tidak bisa mengajar bahasa Indonesia,” ujarnya, kemarin (2/1).

Menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, jumlah guru Benua Etam pada 2015 sebanyak 48.552 orang. Data tersebut masih relevan karena selama dua tahun belakangan tidak ada rekrutmen guru calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Mengenai jumlah guru yang belum linier, PGRI tak memiliki angka pasti. Namun, Musyahrim meyakini, kini jumlahnya tak banyak. “Kalau pun ada, paling tinggal sedikit saja. Iya, karena itu tadi, bukan hal baru,” terang mantan kepala Disdikbud Kaltim itu.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 28 September 2020 17:53

Di PPU, Besok Denda Rp 1 Juta Berlaku

ASEP SAIFI/KP     PENAJAM - Masa sosialisasi soal Peraturan…

Senin, 28 September 2020 16:07
Menelusuri Penjualan Ponsel Black Market di Balikpapan

Yang Gelap yang Menggiurkan, Tetap Bisa Dipakai meski Berstatus Ponsel Black Market

Terhitung 18 April lalu, keberadaan ponsel black market (BM) diblokir.…

Senin, 28 September 2020 16:06

“Akali” Aturan, Barang BM Bisa Dipakai

KEBERADAAN ponsel black market (BM) di Balikpapan banyak dipasok dari…

Senin, 28 September 2020 16:05

Pengawasan IMEI, Disambut Positif Distributor Resmi

LANGKAH pemerintah untuk pengaktifan pengawasan IMEI mendapat sambutan baik dari…

Minggu, 27 September 2020 09:52

Calon Wali Kota Bontang Positif Covid-19, Kata Wakilnya, Sudah Normal

Daftar calon kepala daerah di Kaltim pada Pilkada 2020 yang…

Minggu, 27 September 2020 09:50

Kaltim Kebagian Tiga Juta Vaksin Covid-19, Dibagi Awal Tahun Depan

SAMARINDA – Jumat (25/9), rekor penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di…

Minggu, 27 September 2020 09:42

Dana Kampanye Pilwali Balikpapan Dibatasi Rp 5 Miliar

BALIKPAPAN–Dana kampanye Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Balikpapan 2020 dibatasi. Komisi…

Sabtu, 26 September 2020 13:04

Di Kabupaten Ini, Denda Rp 1 Juta untuk Tak Pakai Masker Mulai 29 September

Harus ada efek jera bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan.…

Sabtu, 26 September 2020 13:00

Waswas Lonjakan Kredit Macet

Risiko kredit perbankan di Balikpapan pada triwulan II 2020 mengalami…

Sabtu, 26 September 2020 11:58

Menyingkap Keindahan di Ujung Utara Kutim, Kembar Siapat Waterfall

Kabupaten Kutai Timur (Kutim) rupanya menyimpan banyak destinasi wisata tersembunyi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers