MANAGED BY:
KAMIS
29 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 09 November 2016 07:47
Bukan Sarung, Santri Juga Mesti Jadi Pengusaha Berdasi

Belajar Mengembangkan Ekonomi Mandiri di Ponpes (3-habis)

PERCONTOHAN: Ponpes Mukmin Mandiri dorong santrinya tidak hanya pintar ilmu agama. Namun, memiliki jiwa pengusaha, salah satunya santri diajarkan bisnis kopi.(ajie candra/kp)

Lulusannya memang didorong untuk menjadi pengusaha. Tidak heran, ponpes ini memiliki sembilan perusahaan yang berdiri di bawah Yayasan Ponpes Mukmin Mandiri.

Salah satunya PT Mutiara Dewi Jayanti. Sang direktur Heri Cahyo Bagus Setiawan menyebutkan, latar belakang kiai ponpes cukup menentukan arah pengelolaan manajemen. Salah satu pimpinan ponpes ini, Muhammad Zakki adalah seorang ulama dan pengusaha. “Beliau ingin menunjukkan bahwa lulusan santri tidak hanya memakai sarung. Namun, juga bisa memakai dasi selayaknya pengusaha,” sebutnya.

“Peran beliau (Zakki, Red) di sini sangat sentral. Biasanya para santri dan pengurus di ponpes melihat sosok kiai sebagai panutan mereka. Beliau pun demikian. Sangat menjadi panutan. Dan tidak segan menularkan ilmu kepada para santri,” terangnya.

Yang diutamakan ponpes ini adalah bagaimana membangun karakter si santri. Jika, santri yang merasa tidak memiliki jiwa pengusaha, maka mereka pun ditempa dan diterjunkan ke setiap PT yang dimiliki ponpes ini. Selama lima tahun, mereka belajar ilmu agama dan belajar usaha.

Pendidikan ponpes di sini, berbeda dengan ponpes kebanyakan. Di Mukmin Mandiri, pendidikan setara  strata I. Menerima lulusan SMA sederajat atau bahkan yang telah bergelar sarjana. Cukup banyak santri yang telah kuliah, karena ingin mendalami ilmu agama dan ingin menjadi pengusaha, mereka ikut ponpes ini. “Mereka pun kami beri gaji atau fee. Tapi, syaratnya mereka harus menghafal ayat Alquran dulu, baru mendapat gaji,” bebernya.

Di sinilah, lanjutnya, selain memacu ilmu entrepreneurship juga memacu ilmu agama mereka. “Menjadi pengusaha tak harus memiliki darah pengusaha,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 28 Juli 2021 14:05

Pulihkan Pariwisata lewat Konsep Smart Tourism

SAMARINDA- Konsep smart tourism bakal dijadikan solusi untuk mengembangkan kawasan…

Rabu, 28 Juli 2021 14:03

Pembatasan Ketat Mobilitas, Ekonomi Kaltim Diyakini Masih Kukuh

Pembatasan ketat mobilitas masyarakat yang terus berlanjut membuat Bank Indonesia…

Rabu, 28 Juli 2021 11:34

Cash Flow Menipis untuk Tutupi Kerugian Selama 2020, Gelombang PHK Mengintai

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang penerapan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) Level…

Rabu, 28 Juli 2021 11:32

Realisasi KUR Capai Rp 143 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah mencatat realisasi serapan kredit usaha rakyat (KUR)…

Rabu, 28 Juli 2021 11:21

Bayang-Bayang PHK di Tengah Pemberlakuan PPKM Level 4

Pandemi Covid-19 gelombang kedua memang membuat para pengusaha kembali melakukan…

Selasa, 27 Juli 2021 12:13

Pinjaman Online di Kaltim Diklaim Makin Produktif

Kucuran dana pinjaman online (pinjol) dari financial technology (fintech) berbasis…

Selasa, 27 Juli 2021 12:12

PPKM Level IV Diperpanjang, Kadin Minta Mal Dibuka

BALIKPAPAN – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berakhir…

Selasa, 27 Juli 2021 11:42

Hemat Rp 29,9 Triliun karena Biodiesel

JAKARTA– Program mandatori B30 atau pencampuran 30 persen biodiesel dengan…

Selasa, 27 Juli 2021 10:59

Unmul dan GO-JEK Siapkan MBKM Program Kedaireka, Rekrut UMKM

SAMARINDA - Universitas Mulawarman dan GO-JEK Indonesia kini tengah mengembangkan…

Senin, 26 Juli 2021 11:11

Bayang-Bayang PHK dari Sektor Keuangan, Katanya Penutupan Bank Bagian dari Strategi

Perkembangan teknologi telah menimbulkan disrupsi di berbagai sektor, termasuk keuangan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers