MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 09 November 2016 07:47
Bukan Sarung, Santri Juga Mesti Jadi Pengusaha Berdasi

Belajar Mengembangkan Ekonomi Mandiri di Ponpes (3-habis)

PERCONTOHAN: Ponpes Mukmin Mandiri dorong santrinya tidak hanya pintar ilmu agama. Namun, memiliki jiwa pengusaha, salah satunya santri diajarkan bisnis kopi.(ajie candra/kp)

Santri pondok pesantren (Ponpes) tidak hanya terampil ilmu agama, namun harus memiliki jiwa entrepreneurship.

AJIE CANDRA, Sidoarjo

BERKACA dari sejarah, Nabi Muhammad SAW adalah seorang entrepreneurship panutan. Itu pula menjadi alasan jika seharusnya santri itu juga dididik berdagang menjadi seorang pengusaha sebagai modal di masa depannya.

Namun faktanya, lulusan ponpes di berbagai daerah, tak terkecuali di Kaltim, ketika lulus, tak sedikit di antara mereka tertanam mindset hanya ingin menjadi ulama atau dai. Peran ponpes di sini sangatlah penting agar membangun fondasi entrepreneurship santri.

Setelah sebelumnya diajak ke Ponpes Sunan Drajat, Jawa Timur, perwakilan dari 10 ponpes di Kota Minyak kembali dibawa oleh Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan ke Ponpes Mukmin Mandiri di Sidoarjo, Selasa (1/11).

Yang unik, ponpes ini terletak di kawasan perumahan elite dengan mayoritas masyarakatnya beretnis Tionghoa. Rombongan pun takjub melihat lokasi ponpes ini yang begitu bersih tertata. Di sini, pendekatan ke santri adalah ilmu agama dan entrepreneurship.

Lulusannya memang didorong untuk menjadi pengusaha. Tidak heran, ponpes ini memiliki sembilan perusahaan yang berdiri di bawah Yayasan Ponpes Mukmin Mandiri.

Salah satunya PT Mutiara Dewi Jayanti. Sang direktur Heri Cahyo Bagus Setiawan menyebutkan, latar belakang kiai ponpes cukup menentukan arah pengelolaan manajemen. Salah satu pimpinan ponpes ini, Muhammad Zakki adalah seorang ulama dan pengusaha. “Beliau ingin menunjukkan bahwa lulusan santri tidak hanya memakai sarung. Namun, juga bisa memakai dasi selayaknya pengusaha,” sebutnya.

“Peran beliau (Zakki, Red) di sini sangat sentral. Biasanya para santri dan pengurus di ponpes melihat sosok kiai sebagai panutan mereka. Beliau pun demikian. Sangat menjadi panutan. Dan tidak segan menularkan ilmu kepada para santri,” terangnya.

Yang diutamakan ponpes ini adalah bagaimana membangun karakter si santri. Jika, santri yang merasa tidak memiliki jiwa pengusaha, maka mereka pun ditempa dan diterjunkan ke setiap PT yang dimiliki ponpes ini. Selama lima tahun, mereka belajar ilmu agama dan belajar usaha.

Pendidikan ponpes di sini, berbeda dengan ponpes kebanyakan. Di Mukmin Mandiri, pendidikan setara  strata I. Menerima lulusan SMA sederajat atau bahkan yang telah bergelar sarjana. Cukup banyak santri yang telah kuliah, karena ingin mendalami ilmu agama dan ingin menjadi pengusaha, mereka ikut ponpes ini. “Mereka pun kami beri gaji atau fee. Tapi, syaratnya mereka harus menghafal ayat Alquran dulu, baru mendapat gaji,” bebernya.

Di sinilah, lanjutnya, selain memacu ilmu entrepreneurship juga memacu ilmu agama mereka. “Menjadi pengusaha tak harus memiliki darah pengusaha,” tegasnya.

Ponpes ini dalam pendidikan ilmu bahasa, selain bahasa Arab dan Inggris, juga diajarkan bahasa Mandarin. Mendidik juga sebagai pengusaha, tentunya bahasa dagang ini harus dikuasai para santri.

Fokus utama usaha di ponpes ini adalah kopi. Seluruh perusahaan yang dimiliki ponpes bergerak di bidang kopi. Pria yang akhrab disapa dengan Gus Heri ini menjawab, di Jatim, peluang bisnis kopi sangat besar. Dengan nama produk Kopi Mahkota Raja, ponpes ini sudah memasarkannya hingga Malaysia dan Australia.

“500 santri yang ada di ponpes ini pun dibekali dengan usaha kopi. Setelah lulus, mereka bisa menjadi disributor. Atau bahkan, bisa membuat produk sendiri,” terangnya.

Ponpes yang berdiri sejak tahun 2006 ini mencatat, perputaran uang selama satu tahun mencapai Rp 12 miliar. Dalam sebulan, ponpes ini memproduksi sekitar 50 ton kopi. Mulai dari hulu hingga hilir, ponpes ini produksi sendiri bisnis kopi ini.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa, menjadi seorang pengusaha, santri ini memiliki nilai plus. Santri ini memiliki latar belakang yang agamanya kuat. Jadi, untuk mendapat suatu kepercayaan sangat mudah.

Percontohan ini, memberikan apresiasi ponpes di Balikpapan. Pasalnya di Balikpapan tidak ada sama sekali ponpes yang memiliki tujuan seperti ini. Manajer Unit Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Balikpapan Joko Andoko berharap, dari apa yang telah perwakilan ponpes di Balikpapan ini lihat.

Bisa memacu mereka agar tidak hanya mencetak santri yang pintar ilmu agama. Tapi, santri yang juga memiliki etos kerja berjiwa wiraswasta. Bagi ponpes sendiri, jangan hanya bergantung kepada bantuan. Untuk mengembangkan ponpes, dibutuhkan biaya tidak sedikit. Untuk itulah kemandirian ekonomi dibutuhkan.

Dijelaskannya, peran BI Balikpapan untuk langkah awal, akan memberikan pelatihan dan bibit-bibit untuk mereka bercocok tanam. “Jadi, dari dalam dulu kebutuhan mereka dipenuhi, jika produksinya lebih mereka bisa menjualnya. Tujuan ini juga meminimalisasi kebutuhan bahan pokok di Balikpapan terhadap daerah lain,” pungkasnya. (lhl2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:48

Arsjad Rasjid Lantik Pengurus KADIN Indonesia Periode 2021 - 2026

JAKARTA --- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:22

SKK Migas dan Seluruh KKKS, Ciptakan Multiplier Effect Hulu Migas Bagi Daerah

SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Vaksinasi Bantu UMKM Bangkit

BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:54

Penjualan Alat Berat Meroket

BALIKPAPAN - Industri alat berat menunjukkan tren kenaikan penjualan pada…

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers