MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 01 September 2016 10:11
Ternak Sapi Jadi Potensi Bisnis Baru

Pakai Teknik IB, Lebih Cocok di Balikpapan

TEROBOSAN: Ternak sapi punya prospek bisnis bagus di Balikpapan. Kemarin (31/8), puluhan sapi dilelang di Rumah Potong Hewan (RPH), Graha Indah. (ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN – Siapa bilang beternak sapi tak cocok di Balikpapan. Dengan teknik Inseminasi Buatan (IB), berbagai anggapan miring mampu dipatahkan. Bahkan, ternak sapi yang dulu hanya sebagai sampingan, kini sudah jadi pekerjaan utama. 

Hal itu terlihat dari jumlah hewan ternak sapi yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, pada 2008 hanya ada 808 ekor populasi sapi. Tahun ini, jumlah populasi sapi melesat menjadi 3.200 ekor.

Kepala Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Balikpapan Agus Feriyanto menyebut, kondisi itu memperlihatkan bahwa Kota Minyak memiliki potensial yang besar. Keberadaan peternak yang mencapai 500 orang semakin memperbesar potensi ini.

Menurutnya, perkembangan peternakan sapi tidak lepas dari adanya penggunaan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Ia menuturkan, sejak 2010 pihaknya sudah fokus pada teknik IB. Padahal, dahulu banyak orang yang meragukan teknik IB dan menganggapnya sesuatu yang sia-sia.

IB dianggap menjadi cara akal-akalan dari peternak agar hewannya berkembang besar. Sekarang, masyarakat paham dan justru mengharapkan ternaknya dapat dikawinkan dengan sapi hasil IB. Sebab sapi IB unggul secara genetik yakni ras, bobot, dan warna.

Ia melanjutkan, masyarakat Balikpapan dulunya bersikap pesimistis dan ragu karena kota ini dianggap tidak cocok untuk ternak sapi. Ada yang beralasan karena cuaca ekstrem dan lahan yang tidak baik. Kini, semua itu mampu dipatahkan karena masyarakat sudah mengenal bibit unggul, kebun rumput, dan teknologi IB.

“Kalau dulu beternak itu hanya profesi sampingan, sekarang bisa jadi profesi utama. Contohnya yang terjadi di Gunung Binjai Teritip, di sana semua orang sudah punya peternakan sapi. Bahkan potensi jadi daerah wisata ternak,” jelasnya. Dalam proses pengembangan teknik IB, DPKP Balikpapan telah belajar dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, BBIB Lembang, dan BBIB Ungaran.

Agus berharap kondisi ini dapat memenuhi 50 persen kebutuhan sapi potong di Balikpapan. Pembinaan bisa dengan pelatihan di bidang pemanfaatan limbah pertanian, pelatihan penggunaan pakan fermentasi, teknik pakan silase, dan lainnya.

“Kebutuhan sapi potong di Balikpapan setahun hampir 15 ribu ekor, sementara populasi sapi sekarang masih 3.200 ekor. Soal persiapan hewan kurban yang momennya sudah dekat ini, Balikpapan mampu mengisi kebutuhan sebesar 1.300 ekor, sisanya berasal dari luar seperti Nusa Tenggara Barat (NTB),” ucapnya.

Kepala Dinas Peternakan Pemprov Kaltim Dadang Sudarya mengungkapkan sejauh ini konsumsi daging sapi di Balikpapan cukup tinggi. Berkisar 30 sampai 35 ekor per hari. Padahal populasi ternak relatif terbatas, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging butuh mendatangkan hewan ternak itu dari luar Balikpapan.

Ia menyebutkan, Pemprov Kaltim terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan daging sapi itu. Misalnya dengan alokasi anggaran dari APBD II untuk pengadaan ternak bibit. “Kemudian dana APBD I dan APBN diprioritaskan untuk perkembangan di kabupaten. Sedangkan seperti di Balikpapan, kami fokus pada usaha penggemukan ternak sapi yang akan dijual pada momen Iduladha. Contohnya seperti yang dilakukan peternak di Kelurahan Gunung Binjai,” jelasnya. (*/gel/rsh/k18)


BACA JUGA

Senin, 24 Januari 2022 15:05

Santunan Cair, Korban Meninggal Kecelakaan Balikpapan Dapat Rp 50 Juta

 PT Jasa Raharja memberikan santunan kepada para korban meninggal dunia…

Senin, 24 Januari 2022 12:16

PPKM Level 2 di Balikpapan, Resepsi Pernikahan Kembali Diperketat

Seiring dengan kenaikan status menjadi PPKM Level 2, Pemerintah Kota…

Minggu, 23 Januari 2022 15:43

Mencegah Terulangnya Tragedi Muara Rapak, Tunggu Flyover, Siapkan Jalur Evakuasi dan Buffer Zone

BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Jum’at (21/1), pagi mendapat…

Sabtu, 22 Januari 2022 22:35
Tragedi Turunan Muara Rapak

Tuding Pemerintah Lalai, PBH Peradi Balikpapan Siapkan Gugatan

BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Jum’at (21/1) pagi, memantik…

Sabtu, 22 Januari 2022 17:14

Dua Orang Meninggal di Balikpapan Diduga Karena Suntik Silikon, Ini Kata Kepala Dinas Kesehatan 

BALIKPAPAN-Dua orang berinisial RA (25) dan SF (28), harus meregang…

Sabtu, 22 Januari 2022 16:27

Kelanjutan Pembangunan Fly Over Muara Rapak, Ini Kata Gubernur Isran Noor

BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Jum’at (21/1), membuat rencana…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:41

Belum Kantongi Izin Ekspor, Puluhan Ponton Batu Bara Tertahan di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN-Puluhan ponton atau tongkang yang memuat batu bara terpaksa harus…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:40

Meski Balikpapan Naik Status ke PPKM Level 2, PTM 100 Persen Jalan Terus

PTM 100 persen tetap berjalan. Tapi jika ada peserta didik…

Jumat, 21 Januari 2022 20:55

Ketua DPRD Balikpapan Minta Pemkot Larang Truk Besar Lewat Muara Rapak

BALIKPAPAN-Ketua DPRD Kota Balikpapan, ,Abdulloh, meminta pemerintah lebih tegas dalam…

Jumat, 21 Januari 2022 16:33

Wali Kota Balikpapan Bakal Revisi Perwali Jam Operasional Angkutan Alat Berat

BALIKPAPAN-Kecelakaan maut yang menewaskan empat pengendara di traffic light Muara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers