MANAGED BY:
JUMAT
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 21 Agustus 2016 12:13
Penyandera ABK TB Charles Ulur Waktu, Turunkan Tebusan

Dua Orang Dibiarkan Lolos tapi Disuruh Cari Jalan Sendiri

PROKAL.CO,

SAMARINDA - Abu Sayyaf dan Al-Habsyi mengirim kabar anyar. Kelompok milisi di Filipina Selatan yang masih menyandera lima anak buah kapal (ABK) asal Samarinda itu kembali memberikan tenggat waktu. Yakni hingga 23 September untuk membayar tebusan. Selain memperpanjang waktu, tebusan yang diminta kepada pemerintah maupun perusahaan juga turun. Yakni Rp 45 miliar dari sebelumnya Rp 60 miliar.

Lima ABK dari TB Charles diketahui sudah menjadi sandera kelompok bersenjata itu sejak dua bulan lalu atau mulai 20 Juni. Mereka adalah Kapten Ferri Arifin (nakhoda), M Mahbrur Dahri, Edi Suryono (masinis II), Muhammad Natsir (masinis III), dan M Robin Piter (juru mudi). Dua ABK lainnya sudah dinyatakan selamat dari jeratan penyandera. Yakni, Ismail (mualim II) dan Mohammad Sofyan (oilman).

Elona Ramadhani, istri Muhammad Robin Piter, mengatakan pemerintah terus meningkatkan komunikasi dengan penyandera. “Yang dua (Ismail dan Sofyan) berhasil dibebaskan dengan kesepakatan yang dibuat,” katanya menirukan perkataan pejabat dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), saat dikunjungi Kaltim Post di rumahnya di Sungai Lais, Kelurahan Pulau Atas, Sambutan, kemarin.

Disinggung jumlah biaya tebusan yang sudah menurun, Elona membenarkan hal tersebut. “Kemenlu memang menyampaikan tapi tidak tahu secara pasti berapa nominalnya. Saya sekarang hanya bisa berharap suami saya dan yang lainnya cepat dibebaskan. Mau menggunakan opsi apapun, yang pasti harus bisa,” tegasnya.

Dian Megawati Akhmad, istri Ismail, mengaku tidak mengetahui mengenai masalah tebusan dan tenggat waktu terbaru yang diberikan. “Kemenlu hanya meminta maaf karena tidak bisa membuat saya berkomunikasi dengan suami saya, katanya (Kemenlu) di Filipina suami saya masih diperlukan,” jelasnya. “Saya dengar mereka (dua sandera yang bebas) sengaja dibiarkan lolos tapi disuruh mencari jalan sendiri,” urai Mega.

Dikonfirmasi mengenai perubahan uang tebusan, perusahaan pemilik TB Charles, PT Rusianto Bersaudara, hingga kini belum mendapatkan informasi tersebut. Termasuk keterangan dari crisis centre. "Kami belum dengar informasi tersebut, tenggat waktu baru maupun nilai tebusan yang diminta penyandera," tutur Humas PT PP Rusianto Bersaudara, Taufik Qurrahman di kantor perusahaan, Jalan Nakhoda, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda Ilir, kemarin (20/8).

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 April 2021 12:08

Pembuat KRI Nanggala-402 di Jerman Tawarkan Bantuan Teknis dan SAR

 KRI Nanggala-402 dibuat oleh  Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW), yang kemudian diakuisisi…

Jumat, 23 April 2021 11:56
Berpulangnya KH Fakhruddin Wahab, Imam Besar Masjid Islamic Center Samarinda

Dikenal Santun, Tak Sungkan Dengarkan Tausiah Ulama Lain

Kabar duka datang dari Kota Tepian. Imam Besar Masjid Baitul…

Jumat, 23 April 2021 11:47

Dapat Merusak Tahura Bukit Soeharto, Tiga Bendungan IKN Disarankan Tidak Dibangun

BALIKPAPAN-Pembangunan lima bendungan untuk memasok kebutuhan air baku ibu kota…

Jumat, 23 April 2021 11:42
Pembelajaran Tatap Muka, Vaksinasi Guru Bukan Pertimbangan Utama

Menteri Mau Juli, Pemprov Maunya Ditunda

Kasus aktif Covid-19 yang masih fluktuatif membuat rencana sekolah tatap…

Jumat, 23 April 2021 11:13

Vaksin Sinovac Tak Bisa Dipakai Umrah

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Menteri Kesehatan (Menkes)…

Jumat, 23 April 2021 09:39

Oksigen KRI Nanggala Bertahan 72 Jam, TNI-AL Belum Keluarkan Isyarat Tenggelam

JAKARTA– Tim pencari KRI Nanggala-402 berpacu dengan waktu. Sebab, cadangan…

Kamis, 22 April 2021 16:58

Oksigen di Kapal Selam Nanggala Hanya Kuat 72 Jam

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 terus dioptimalkan. Mengingat sudah 24…

Kamis, 22 April 2021 16:56

Walaupun Tua, Kapal Selam KRI Nanggala-402 dalam Kondisi Siap Tempur

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memastikan…

Kamis, 22 April 2021 16:55

Penyidik KPK Peras Wali Kota, Saut: Ini Bukan Soal Gaji

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengomentari…

Kamis, 22 April 2021 16:52

Larangan Mudik Per 22 April, Ini Syarat Ketat Perjalanan Mobil Pribadi

Pemerintah mempercepat larangan mudik mulai hari ini, Kamis, 22 April…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers