MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 15 Juli 2016 11:12
Penumpang Panik, Sriwijaya Kembali ke Sepinggan, Ada Apa Ya...?

Alami Insiden Cabin Pressure,

BIKIN PANIK: Sriwijaya SJ 159 kembali ke Sepinggan setelah mengalami guncangan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Insiden penerbangan terjadi di Sepinggan. Kamis (14/7), sekira pukul 13.00 Wita, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 159 yang baru terbang dari  Bandara Internasional Sultan AM Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, harus kembali ke landasan.

Pesawat ini siang itu sedianya akan terbang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pemicunya, pesawat mengalami insiden cabin pressure atau kehilangan tekanan dalam kabin. Akibatnya 113 penumpang dibuat panik. Beberapa di antaranya pingsan dan cedera.

Kepada Kaltim Post, District Manager Sriwijaya Air Area Balikpapan Fredy J De Hart mengungkapkan, pesawat terpaksa kembali ke Bandara Sepinggan karena terjadi masalah pada tekanan udara pesawat.

“Begitu cek di lapangan setelah pesawat mendarat ternyata ada gangguan pada tekanan udara pesawat atau dengan istilah problem pressurized system,” ucapnya saat ditemui di kantornya kemarin.

Fredy menuturkan, pukul 11.50 Wita pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan SJ 159 lepas landas di Bandara Sepinggan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang. Namun setelah sekitar 30 menit pesawat mengudara, kapten pilot merasakan adanya gangguan pada indikator mesin.

Demi keselamatan penumpang pesawat, pilot menghubungi operator Bandara Sepinggan untuk izin melakukan pendaratan. Pesawat yang membawa sekitar 113 penumpang itu akhirnya harus mendarat kembali ke bandara.

“Seperti  yang disebutkan sebelumnya, pesawat dengan kapasitas 148 penumpang ini ternyata mengalami gangguan pada tekanan udara dan teknisi meminta spare part baru yang dikirim dari Jakarta,” ungkapnya. Setelah pengecekan dan perbaikan pesawat, sambung dia, pesawat sudah bisa terbang namun demi keselamatan penumpang akhirnya mengganti dengan spare part baru.

“Untuk penumpang pesawat, kita beri pilihan apakah dialihkan penerbangan dengan maskapai lain atau menunggu. Akhirnya 70 penumpang memilih untuk menggunakan maskapai lainnya dengan kita akomodasi semuanya, mereka tinggal pergi saja,” terangnya. Kemudian, 48 penumpang, sampai pukul 19.00 Wita masih menunggu dan akhirnya pihak Sriwijaya Air memastikan dilakukan penerbangan hari ini, Jumat (15/7).

Sebelumnya pihaknya memberi pilihan apakah dilakukan refund lalu dialihkan ke penerbangan lain atau menunggu sembari penumpang di inapkan di hotel terdekat. “Akhirnya 46 orang memutuskan untuk berangkat dan dua sisanya memilih menginap untuk menunggu keberangkatan esok hari,” tambahnya. Freddy juga menyampaikan permintaan maaf Sriwijaya Air kepada masyarakat khususnya penumpang penerbangan dengan nomor penerbangan SJ 159 tersebut. Hal ini, dilakukan atas dasar keselamatan penumpang. Walaupun terjadi delay, dia mengklaim, pihaknya tetap bertanggung jawab penuh kepada penumpang.

Sementara itu,  saat ditemui di kantornya, dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan Balikpapan, Deni Tri Hananto mengatakan, akibat kejadian ini sebanyak 9 penumpang mendapat perawatan. Terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan. “Telinga para korban berdengung. Jika tidak segera pemeriksaan lanjutan bisa serius. Ada juga penumpang yang  mimisan. Dari pengakuan para penumpang, ada juga yang pingsan,” katanya.

Menurutnya, apabila penerbangan tetap dilanjutkan tapi kabin kehilangan tekanan maka akan mengakibatkan kecelakaan. “Pasti menimbulkan trauma. Kami sesalkan, hanya sembilan penumpang yang diperiksa. Pihak maskapai juga tidak mengarahkan dan tidak peka.  Padahal ini kejadian serius,” ungkapnya.

Dia mengatakan, insiden ini baru pertama kali terjadi sejak terminal baru Bandara Sepinggan dioperasikan sejak 22 Maret 2014. Salah seorang penumpang Sriwijaya Air, Sigit menuturkan, pada saat kejadian penumpang panik. Pilot langsung menginformasikan akan kembali ke Sepinggan. “Ada guncangan. Semuanya panik,” kata Sigit.  (*/aji/riz/far)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 11:39

Baru 72 Persen Target, Penerimaan Pajak Jauh dari Harapan

JAKARTA– Realisasi penerimaan pajak pada tahun ini masih jauh dari…

Senin, 16 Desember 2019 11:23

Tuah Perang Dagang, CPO Kaltim Membaik

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok berdampak baik pada…

Minggu, 15 Desember 2019 21:04

WUIHH MAKIN ENAK..!! Tahun 2020, PNS Tak Perlu Ngantor

Abdi negara bisa segera berkantor di mana saja. Pola perhitungan…

Minggu, 15 Desember 2019 21:03

Tak Semua Eselon III dan IV Dihapus

Jabatan Eselon III dan IV bakal tidak ada lagi. Aparatur…

Minggu, 15 Desember 2019 21:00

Jembatan Mahakam IV Diperkirakan Bisa Dipakai Maret 2020

SAMARINDA–Masyarakat Kota Tepian tampaknya harus banyak bersabar. Sebab, Jembatan Mahakam…

Minggu, 15 Desember 2019 20:57

Azura Luna, Warga Kediri yang Jadi Buronan Interpol Hong Kong

Sosialita asal Kediri terlibat banyak kasus penipuan. Kemudian, menghilang setelah…

Minggu, 15 Desember 2019 20:50

Progres Jalan Bontang - Samarinda dan Sangatta 95 Persen, Rampung Bulan Ini

BALIKPAPAN – Proyek preservasi jalan nasional Samarinda, Bontang, dan Sangatta…

Minggu, 15 Desember 2019 20:11

BPS Sebut Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Bakal Suram

JAKARTA- Secara mengejutkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan pernyataan yang…

Minggu, 15 Desember 2019 14:02

Bandara APT Pranoto Kembali Beroperasi Besok, Maskapai Ini Sudah Buka Reservasi

SAMARINDA - Bandara APT Pranoto akan kembali beroperasi pada hari…

Minggu, 15 Desember 2019 10:00

Pemerintah Kaji Bus Amfibi Jadi Moda Transportasi di Calon Ibu Kota Negara

Melihat karakter geografis calon ibu kota negara, Kalimantan Timur, banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.