MANAGED BY:
JUMAT
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 27 Juni 2016 12:48
PENYANDERAAN ABK TB CHARLES 001
Sang Kapten Sudah 6 Kali ke Filipina
DISANDERA: Abdul Muis menunjukkan foto Ferry Arifin, kapten TB Charles.

Ia mengatakan, Ferry sempat memberi kabar kepada keluarga bila dirinya akan sampai di Samarinda pada Senin (27/6), saat itu ia masih di Filipina. Namun, nasib berkata lain. Saat ini, Ferry dan pihak keluarga harus bersabar, menunggu tindakan pemerintah melakukan penyelamatan. “Lebih cepat lebih baik, apalagi sebelum Lebaran. Tapi, kalau tidak bisa ya tidak apa-apa, yang penting anak saya pulang dengan sehat,” harap Muis. Ferry, kata dia, sudah setahun tidak pulang ke kampung halaman di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Pria kelahiran 14 November 1990 itu hanya bertemu jika kedua orangtuanya berkunjung ke Samarinda.

Adapun, Elona, istri dari Robin Piter, salah seorang yang disandera mengaku, mendapatkan informasi dari pihak perusahaan, bahwa pelaku penyandera meminta tebusan sebesar Rp 100 miliar. Kini, kata dia, suasana di kantor PT Rusianto Bersaudara di Samarinda selalu ramai dengan kedatangan para keluarga ABK yang selalu melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan.

“Kami menanyakan perkembangan yang diterima pihak perusahaan dari penyandera. Biasanya berkumpul sejak pukul 08.00 Wita,” bebernya.

Elona kemarin siang kedatangan Ketua Umum Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Andri Sanusi yang prihatin dengan peristiwa ini. “Dia berjanji akan mendampingi serta membantu pihak keluarga bertemu pihak perusahaan,” kata Elona.

Sebenarnya, pihak keluarga yang disandera berharap bisa bertemu cepat dengan keenam ABK yang lolos. Mereka ingin mendengar keterangan dari keenam ABK secara langsung, agar semuanya lebih jelas. Sebab sejauh ini, pihaknya hanya mendapatkan informasi yang diterima melalui telepon saja. “Kemungkinan besok (hari ini) mereka akan dipulangkan ke Samarinda dari Balikpapan,” tuturnya. (m/jpnn/*/dq/rom/k15)

 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 April 2021 12:08

Pembuat KRI Nanggala-402 di Jerman Tawarkan Bantuan Teknis dan SAR

 KRI Nanggala-402 dibuat oleh  Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW), yang kemudian diakuisisi…

Jumat, 23 April 2021 11:56
Berpulangnya KH Fakhruddin Wahab, Imam Besar Masjid Islamic Center Samarinda

Dikenal Santun, Tak Sungkan Dengarkan Tausiah Ulama Lain

Kabar duka datang dari Kota Tepian. Imam Besar Masjid Baitul…

Jumat, 23 April 2021 11:47

Dapat Merusak Tahura Bukit Soeharto, Tiga Bendungan IKN Disarankan Tidak Dibangun

BALIKPAPAN-Pembangunan lima bendungan untuk memasok kebutuhan air baku ibu kota…

Jumat, 23 April 2021 11:42
Pembelajaran Tatap Muka, Vaksinasi Guru Bukan Pertimbangan Utama

Menteri Mau Juli, Pemprov Maunya Ditunda

Kasus aktif Covid-19 yang masih fluktuatif membuat rencana sekolah tatap…

Jumat, 23 April 2021 11:13

Vaksin Sinovac Tak Bisa Dipakai Umrah

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Menteri Kesehatan (Menkes)…

Jumat, 23 April 2021 09:39

Oksigen KRI Nanggala Bertahan 72 Jam, TNI-AL Belum Keluarkan Isyarat Tenggelam

JAKARTA– Tim pencari KRI Nanggala-402 berpacu dengan waktu. Sebab, cadangan…

Kamis, 22 April 2021 16:58

Oksigen di Kapal Selam Nanggala Hanya Kuat 72 Jam

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 terus dioptimalkan. Mengingat sudah 24…

Kamis, 22 April 2021 16:56

Walaupun Tua, Kapal Selam KRI Nanggala-402 dalam Kondisi Siap Tempur

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memastikan…

Kamis, 22 April 2021 16:55

Penyidik KPK Peras Wali Kota, Saut: Ini Bukan Soal Gaji

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengomentari…

Kamis, 22 April 2021 16:52

Larangan Mudik Per 22 April, Ini Syarat Ketat Perjalanan Mobil Pribadi

Pemerintah mempercepat larangan mudik mulai hari ini, Kamis, 22 April…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers