MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 09 April 2016 06:51
Direct Call Bisa Menarik Investasi

PROKAL.CO, style="text-align: justify;"> 

 

 

BALIKPAPAN - Problematika ekspor di daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara adalah barang yang dikirim masih cenderung bahan baku. Walaupun diberlakukan direct call (jalur pelayaran internasional langsung), jika masih fokus dalam hal itu saja tentu tidak banyak potensi yang bisa digali.

Pengamat ekonomi Balikpapan Rendy S Ismail menilai, rencana diberlakukannya direct call sebetulnya sangat bagus. Pengiriman nantinya sudah tidak akan melalui pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia. Tapi, langsung ke negara tujuannya. Begitu pun sebaliknya. Tapi, saat ini, fokus ekspor di Kaltim ini rata-rata hanya mengirim bahan baku saja. Bahan jadi atau bahan hasil olahan masih sangat jarang bahkan dirasa belum ada.

“Kalau kita amati sebetulnya banyak produk unggulan yang dimiliki oleh Kaltim. Tapi masalahnya, akses untuk memasarkan produk ke luar negeri tidak terdukung dengan baik. Ya, hasilnya hanya bahan baku saja yang dipasarkan Kaltim ke luar negeri,” jelas mantan ketua Kadin Balikpapan ini kepada Kaltim Post kemarin (8/4).

Menurutnya, kalau pemerintah dapat jeli melihat peluang dari direct call, sebetulnya banyak sekali hal-hal yang dapat dikembangkan. Seperti, pelayaran langsung ke luar negeri ini pasti akan banyak dilirik industri-industri turunan atau hilir. Pasalnya, mereka menilai akses ekspor yang mudah menjadi poin mereka.

Atau, lanjut dia, bisa saja pemerintah daerah mendorong pengusaha dan pemerintah pusat membuat Industri-industri smelter di Kaltim. Banyak pengamat menilai, pengembangan smelter ini mampu menaikkan nilai ekspor dan penguatan struktur industri di daerah.

“Mendengar dipermudahkan ekspor dan impor ini saja sudah cukup menarik minat investor untuk melirik Kaltim. Tinggal pemerintah daerah saja yang harus pintar menyambut dan menggiring mereka berinvestasi di Kaltim,” terang Ketua Yayasan Universitas Balikpapan ini.

Kesiapan yang dilakukan pemerintah untuk ini, dia katakan, seperti kesiapan pembangunan infrastruktur. Pasalnya pembangunan infrastruktur di Kaltim ini terkesan lamban dan bertele-tele. “Seperti pengembangan pelabuhan, wajib mereka lakukan,” tambahnya.

Selain itu, regulasi harus desentralisasi bukan sentralisasi lagi. Kalau hal ini dilakukan dapat memangkas proses perizinan, Bea Cukai, dan hal lainnya. Serta, kita juga harus mampu menyiapkan SDA dan SDM yang berkualitas.

“Kalau dalam penerapannya, direct call ini banyak kelemahannya wajar saja karena itu proses awal. Tinggal bagaimana setelah itu penguatan terus dilakukan agar berjalan efektif,” tutup Rendy. (*/aji/lhl/k15)

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…

Rabu, 18 September 2019 13:02

Semester Pertama Kinerja Kontruksi Kaltim Melambat

SAMARINDA-Kinerja lapangan usaha konstruksi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh positif…

Rabu, 18 September 2019 13:01

Kinerja CPO Sedikit Membaik

SAMARINDA-Meskipun harga minyak kelapa sawit terus melemah, namun industri pengolahan…

Rabu, 18 September 2019 12:59

Secara Nasional Juga Surplus

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Agustus…

Rabu, 18 September 2019 12:18

Optimistis Okupansi Terus Terakselerasi

SAMARINDA-Pada Juli okupansi hotel di Kaltim meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.…

Selasa, 17 September 2019 16:40

Aliran Uang Kartal Kaltim Lebih Banyak Keluar

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019, nilai uang kartal yang diedarkan Bank…

Selasa, 17 September 2019 16:37

Triwulan Kedua NPF Syariah Membaik

SAMARINDA- Tingkat risiko pembiayaan syariah Kaltim lebih tinggi, jika dibandingkan…

Selasa, 17 September 2019 16:35

Fokus Tingkatkan Neraca Perdagangan

SAMARINDA-Kaltim merupakan salah satu daerah yang neraca perdagangannya selalu positif.…

Senin, 16 September 2019 11:38

Kenaikan Harga Jual Eceran Rokok 35 Persen Diminta Dievaluasi

JAKARTA - Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*