MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 04 April 2016 07:01
2015, Investasi di Samarinda Capai Rp 7,1 T

Tembus Target Hingga 100 Persen Lebih

-

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">SAMARINDA - Perekonomian di ibu kota Kaltim cukup mengejutkan. Dari data yang didapat Kaltim Post dari Pemkot Samarinda, investasi yang masuk Kota Tepian menembus angka Rp 7,1 trilliun. Padahal, perekonomian sedang mengalami perlambatan.

Dari data Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Samarinda, tampak seolah investor menganggap ibu kota Kaltim sebagai salah satu kota favorit untuk mengucurkan modal. Ya, sepanjang tahun lalu, investasi yang masuk di Samarinda menembus targetnya. Meski, secara kasat mata, pembangunan investasi jumbo tak terlihat tanda-tandanya.

Diketahui, beberapa pembangunan investasi besar sudah dimulai sebelum 2015. Di antaranya, pusat perbelanjaan Big Mall, dua hotel besar di Jalan Mulawarman, hotel bertingkat 10 lebih di Jalan Camar, dan hotel Harris di Jalan Untung Suropati. Belum terdapat investasi besar yang sekiranya mewakili jumlah Rp 7,1 triliun tersebut.

Sekretaris BPMD Samarinda Suhartanto mengatakan, total investasi Rp 7,1 triliun yang masuk ke Kota Tepian sepanjang 2015 tersebut melebihi dari targetnya, yakni Rp 6,9 triliun. Terdapat 173 perusahaan yang mengucur modal tersebut. Itu terbagi antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). PMDN yang mendominasi di Samarinda.

Dari pemerintah kota itu, berbeda halnya dengan investasi yang masuk melalui pemerintah provinsi. Tercatat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kaltim, Samarinda mengumpulkan Rp 869,7 miliar, dari PMDN senilai Rp 789,3 miliar, dan PMA sebanyak Rp 80,4 juta.

“Investasi-investasi yang masuk tersebut didominasi bidang perdagangan. Sebagian ada juga sektor properti perumahan hingga sekira 20 persen. Investasi pertambangan batu bara juga masih ada. Yakni, perusahaan batu bara di Jalan Untung Suropati (Kecamatan Sungai Kunjang),” terangnya.

Dia menjelaskan, tidak semua investasi yang masuk merupakan perusahaan baru. “Ada perusahaan yang melakukan perpanjangan izin, juga perluasan izin. Itu semua investasi yang masuk ke Samarinda melalui BPMD yang ditangani Pemkot. Artinya, setiap perusahaan yang berinvestasi tersebut hanya menanamkan modal sampai dengan Rp 10 miliar saja. Kalau lebih dari itu, maka izinnya harus melalui Pemprov, yaitu BPMPTSP Kaltim,” imbuhnya.

Bisa dikatakan mengejutkan memang, untuk menilai angka investasi yang masuk ke Samarinda senilai Rp 7,1 triliun tersebut. Seorang pengusaha dari sebuah asosiasi pengusaha ranah Kaltim pun masih enggan untuk mengomentari hal ini. Pasalnya, dia menganggap nilai tersebut sangat besar untuk Samarinda yang tahun lalu tidak memperlihatkan tanda-tanda dibangunnya investasi jumbo.

Diketahui, APBD Samarinda pada 2015, tercatat Rp 4,1 triliun. Dengan total dana perimbangan Rp 1,8 triliun, dan pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp 819,5 miliar. Sementara APBD Samarinda pada 2016 yang disepakati DPRD dan Pemkot Samarinda belum lama ini, hanya senilai Rp 3,2 triliun.

APBD 2016 tersebut sudah dipayungi oleh Perda Nomor 1 Tahun 2016 melalui rapat paripurna istimewa di rumah jabatan wali kota Samarinda, 29 Maret. Bahkan, APBD murni pun terpaksa disesuaikan karena adanya kewajiban membayar utang. Proyek pembangunan pun ditiadakan. Sementara proyek fisik, kemungkinan baru dialokasikan pada APBD Perubahan pertengahan tahun nanti.

Bank data Kaltim Post, PMA besar yang masuk di Samarinda pada 2015 merupakan perusahaan industri minyak mentah PT Singapura Petrolium Company (SPC) yang mengucur modal Rp 2,4 triliun. Sementara Big Mall yang pada 2014 menginvestasikan hingga Rp 900 miliar, pada 2015 menambahkan investasi senilai Rp 1,3 triliun. Lainnya, terdapat industri dagang baru, Lotte Mart, yang mengucur Rp 114 miliar di Jalan Kadrie Oening. (mon/lhl/k18)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 09:40

Malaysia Jajaki Peluang Investasi di Kukar, Apa yang Dibidik?

TENGGARONG - Ditunjuknya Kukar menjadi salah satu lokasi ibu kota…

Kamis, 21 November 2019 13:45

Dorong UMKM Go Online

JAKARTA– Industri e-commerce berkembang pesat, baik dari sisi produsen maupun…

Kamis, 21 November 2019 13:43

Eks Eselon I Jadi Direksi BUMN

JAKARTA– Menteri BUMN Erick Thohir bagi-bagi jabatan ke mantan pejabat…

Kamis, 21 November 2019 13:41

Investasi Korsel Tambah Banyak

JAKARTA– Indonesia masih menjadi daya tarik bagi investor asing. Kemarin…

Kamis, 21 November 2019 13:39

DUH..!! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Tak Sampai 5 Persen

JAKARTA– Lembaga internasional JP Morgan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada…

Rabu, 20 November 2019 23:03

Pembangunan GRR Kilang Bontang Menunggu Penetapan RTRW oleh Gubernur

BONTANG – Pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Kilang Bontang ditargetkan…

Rabu, 20 November 2019 16:24

Kian Diminati, 150 Investor Institusi Gabung di ETF Dalam 10 Tahun Terakhir

Produk Exchange Traded Fund (ETF) kini kian diminati oleh investor.…

Senin, 18 November 2019 13:31

Kejar Ekspor, Paser Kembangkan Pisang

TANA PASER - Semakin tingginya permintaan buah pisang di pasar…

Senin, 18 November 2019 12:40

Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,89%, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Ekonomi Kalimantan Timur triwulan III tahun 2019 tumbuh…

Minggu, 17 November 2019 13:47

Buka Cabang Samarinda dan Banjarmasin, Warung Wakaka Merambah Bisnis di Pulau Kalimantan

SAMARINDA - Sudah berjalan dua bulan membuka bisnisnya, Warung Wakaka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*