MANAGED BY:
SENIN
28 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 28 Maret 2016 08:28
Peduli Lingkungan, Ajak Selamatkan Pesut Mahakam

Aksi PT Bara Tabang di Cagar Alam Muara Kaman-Sedulang

SAVE PESUT MAHAKAM: PT Muara Tabang memasang plang bersama instansi terkait di pinggir Sungai Kedang Kepala, Kamis (24/3).

PROKAL.CO,

Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), tak hanya terkenal dengan situs kerajaan Hindu tertua di Indonesia, tapi juga cagar alamnya.

MENUJU cagar alam Muara Kaman-Sedulang bisa menggunakan jalur darat dan sungai. Jika memilih menggunakan kendaraan roda dua atau empat, perjalanan yang ditempuh sekitar empat jam dari Kota Tepian. Namun, bila ingin menikmati wisata Sungai Mahakam waktu yang diperlukan kurang lebih 7 jam memakai kapal sewa.

Berbagai flora dan fauna bisa ditemui di cagar alam Muara Kaman-Sedulang, namun yang menarik perhatian ialah pesut mahakam. Sebab, populasi kerabat lumba-lumba itu tak mencapai angka seratus. “Bisa dikatakan langka,” ucap Kepala Resort Cagar Alam Muara Kaman-Sedulang, Fahmi.

Wajar saja Fahmi berkata demikian, karena jumlah pesut mahakam saat ini hanya 80 ekor. Itu pun tersebar dari hilir hingga hulu Mahakam. Keberadaan ikon fauna Kaltim itu terancam oleh lalu lintas sungai, aktivitas masyarakat dan perusahaan, karenanya hewan dengan nama latin Orcaella brivirostris itumencari tempat yang lebih aman.

“Tahun 2003 sempat dilakukan penangkaran, tapi tak berhasil. Pesut lebih suka di alam bebas,” terangnya.

Menurut dia, selain sosialisasi pemerintah, bantuan pihak swasta diperlukan agar masyarakat mengerti bahwa kawasan Muara Kaman-Sedulang masuk dalam perlindungan negara karena statusnya sebagai cagar alam. “Jika nekat melakukan pembalakan liar di kawasan cagar alam, siap-siap berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 25 September 2020 13:31

Istri-Istri yang Berusaha Menapaktilasi Jejak Suami

Suaminya masih menjabat, tapi kata Ipuk Fiestiandani, bukan faktor keluarga…

Kamis, 24 September 2020 12:58

Cerita dari Kokpit Menuju Gerobak Mi Ayam

Megah Putra Perkasa membuka usaha kuliner setelah dunia penerbangan terhantam…

Rabu, 23 September 2020 13:24

Dari Laboratorium Pribadi Jadi Laboratorium Pemeriksaan, Selalu Ingatkan Para Staf, ’’Ini Tugas Negara’’

Dr dr Andani Eka Putra MSc mendirikan laboratorium awalnya, antara…

Jumat, 18 September 2020 09:45

“Kuburan” bagi Ponsel Black Market ketika Pengawasan IMEI Beroperasi

Mulai Selasa (15/9) malam, telepon seluler (ponsel) black market (BM)…

Jumat, 18 September 2020 09:43

Upaya Jejak Aisyah Membawa Kain Jumputan ke Jagat yang Lebih Luas

Kain jumputan cantik, yang dibuat lewat proses yang rumit, tapi…

Senin, 14 September 2020 12:06
Dua Dekade Lebih Titi Anggraini Bergulat dengan Kepemiluan

Komitmen Orang Tua Menghindarkannya dari Tradisi Nikah Muda

Saat Titi Anggraini sempat mempertimbangkan kuliah di luar negeri, Komarudin…

Rabu, 09 September 2020 13:49

Cara MAKI Menggaet Informasi dan Data Kasus-Kasus Besar

MAKI menerima informasi dari pesan pendek, telepon, atau ketemu langsung.…

Rabu, 09 September 2020 12:17
Cerita Mereka yang Terdampak Kebijakan Tutup Pintu Negeri Jiran

Dulu Resah Terjebak Kuntara, Kini Galau Sulit Balik

Ada yang bingung karena visa belajar akan habis, ada pula…

Senin, 07 September 2020 13:56

Pojok Internet, Tempat Belajar Daring Gratis Buah Kepedulian Warga

Sistem belajar secara daring masih berlangsung. Membuat beberapa pelajar harus…

Jumat, 04 September 2020 14:12

Kiprah Indari Mastuti Membangun Ekosistem Ibu-Ibu Doyan Nulis

Produktivitasnya justru melesat selama pandemi. Hanya dalam waktu enam bulan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers