MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 28 Maret 2016 08:28
Peduli Lingkungan, Ajak Selamatkan Pesut Mahakam

Aksi PT Bara Tabang di Cagar Alam Muara Kaman-Sedulang

SAVE PESUT MAHAKAM: PT Muara Tabang memasang plang bersama instansi terkait di pinggir Sungai Kedang Kepala, Kamis (24/3).

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), tak hanya terkenal dengan situs kerajaan Hindu tertua di Indonesia, tapi juga cagar alamnya.

MENUJU cagar alam Muara Kaman-Sedulang bisa menggunakan jalur darat dan sungai. Jika memilih menggunakan kendaraan roda dua atau empat, perjalanan yang ditempuh sekitar empat jam dari Kota Tepian. Namun, bila ingin menikmati wisata Sungai Mahakam waktu yang diperlukan kurang lebih 7 jam memakai kapal sewa.

Berbagai flora dan fauna bisa ditemui di cagar alam Muara Kaman-Sedulang, namun yang menarik perhatian ialah pesut mahakam. Sebab, populasi kerabat lumba-lumba itu tak mencapai angka seratus. “Bisa dikatakan langka,” ucap Kepala Resort Cagar Alam Muara Kaman-Sedulang, Fahmi.

Wajar saja Fahmi berkata demikian, karena jumlah pesut mahakam saat ini hanya 80 ekor. Itu pun tersebar dari hilir hingga hulu Mahakam. Keberadaan ikon fauna Kaltim itu terancam oleh lalu lintas sungai, aktivitas masyarakat dan perusahaan, karenanya hewan dengan nama latin Orcaella brivirostris itumencari tempat yang lebih aman.

“Tahun 2003 sempat dilakukan penangkaran, tapi tak berhasil. Pesut lebih suka di alam bebas,” terangnya.

Menurut dia, selain sosialisasi pemerintah, bantuan pihak swasta diperlukan agar masyarakat mengerti bahwa kawasan Muara Kaman-Sedulang masuk dalam perlindungan negara karena statusnya sebagai cagar alam. “Jika nekat melakukan pembalakan liar di kawasan cagar alam, siap-siap berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Mewujudkan itu, PT Bara Tabang pun mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya melindungi cagar alam dan pesut mahakam di Muara Kaman pada Kamis (24/3). Selain Fahmi, ada Syahrir dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, dan Witono dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.

Tak hanya itu, Camat Muara Kaman Izhar Noor serta Kepala Teknik Tambang PT Bara Tabang Wahyudin juga ikut memberikan materi dalam penyuluhan tersebut. Turut hadir beberapa instansi, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Perhubungan Kukar kemudian Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, serta karyawan perusahaan. Masyarakat yang mengikuti pun antusias.

“Acara ini memang penting, agar warga lebih paham mengenai keberadaan cagar alam dan pesut mahakam yang harus dilindungi, khususnya di wilayah Kecamatan Muara Kaman," kata Izhar Noor.

Dia berpendapat, sudah seharusnya semua perusahaan melakukan perlindungan untuk lingkungan dan menunaikan tanggung jawab sosial seperti PT Bara Tabang. Semua pihak harus bekerja sama dan mendukung keseimbangan lingkungan hidup, bukan hanya pemerintah.

"Cagar alam Muara Kaman-Sedulang dan pesut mahakam harus dilindungi bersama," tegasnya.

Namun, yang menjadi persoalan, kata dia, cagar alam Muara Kaman-Sedulang berada di permukiman, sedangkan warga tersebut lebih dulu ada sebelum pemerintah mengesahkan Muara Kaman-Sedulang sebagai cagar alam pada 1975. Memang sesuai aturan melarang permukiman berada di kawasan cagar alam, namun itulah kenyataannya. Selain persoalan tersebut, ada juga kebakaran hutan.

"Kami harap warga mau menjaga serta memerhatikan, karena cagar alam Muara Kaman-Sedulang dilindungi UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Bara Tabang, Wahyudin, menyatakan acara sosialisasi dan edukasi lingkungan merupakan program perusahaan. Agenda itu meliputi pengelolaan alur Sungai Kedang Kepala, pengelolaan keanekaragaman hayati, perlindungan habitat dan pesut serta pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.

Pihaknya berharap, masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah cagar alam dan para pengguna alur Sungai Kedang Kepala dan Sungai Kedang Rantau lebih mengerti pentingnya melindungi kawasan cagar alam Muara Kaman-Sedulang dan pentingnya melindungi flora dan fauna. “Terutama pesut mahakam yang terancam punah” sebutnya.

Menurut Wahyudin, pemasangan papan imbauan merupakan cara untuk melindungi cagar alam Muara Kaman-Sedulang. Pemasangan papan serupa akan dilanjutkan di sepanjang Sungai Kedang Kepala dan Sungai Kedang Rantau, sebanyak 26 papan.

Penebaran bibit ikan nila dan lele (keli) 40 ribu ekor di Danau Siran, Desa Muara Siran juga sebagai upaya menambah stok ikan tangkapan dan pakan pesut  di perairan yang dianggap telah mengalami krisis karena iklim dan penangkapan yang berlebihan.

“Perusahaan akan melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan tujuan dapat mengembalikan fungsi ekosistem yang seimbang. Jika bukan kita, siapa lagi yang melindungi,” tegas Wahyudin.

Menuju lokasi penebaran bibit ikan di Danau Siran, Desa Muara Siran, membutuhkan waktu satu jam lebih dengan menggunakan perahu panjang dari Muara Kaman. Masyarakat Desa Muara Siran terbiasa dengan kehidupan rawa. Ketika musim hujan tiba, sebagian besar wilayah desa 42.201 hektare itu tergenang.

Tak heran, jika Muara Siran mendapat julukan kampung di atas air. Tetapi, aktivitas warga tak terganggu, sebab sebagian besar warga membangun rumah panggung yang terhubung dengan jalan dan jembatan kayu ulin. Danau Siran memang cocok untuk budi daya lele. Dengan luas 750 hektare, ikan-ikan itu bisa berenang bebas dan mencari makan. “Setahun atau dua tahun sudah bisa dipanen,” pungkasnya.

Sebagai nelayan, Asni pun bersyukur pihak swasta masih memerhatikan warga sekitar, sebab sudah dua tahun banjir tak ada. Meskipun musibah, bagi Desa Muara Siran luapan air itu anugerah karena ikan-ikan bisa terbawa ke wilayah permukiman warga. Jumlahnya bisa mencapai belasan ton.

“Kami berharap bibit perusahaan ini bisa memberikan dampak positif bagi kami,” pungkasnya. (pms/*/ypl/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…

Kamis, 14 November 2019 10:44
Ningrum, Juru Ketik Rental Komputer di Zaman Kiwari

Pelanggannya Didominasi Mahasiswa Pemalas

Kemajuan teknologi tak membuat juru ketik di rental komputer kehilangan…

Selasa, 12 November 2019 13:06
Isu Dunia Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (2-Habis)

Dua Anak Sepiyana Terdiagnosis Stunting

Namanya Coralina. Di usia 6 tahun ini, berat badannya hanya…

Kamis, 07 November 2019 11:54
Achmad Zulkarnaen, Kekurangan Fisik yang Jadi Fotografer

Berguru ke Darwis Triadi, Pegang Kalimat Ali bin Abi Thalib

Achmad Zulkarnaen, pria ini patut menjadi panutan. Memiliki kekurangan fisik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.